Tren perawatan estetika di Korea Selatan kembali menjadi sorotan setelah munculnya extracellular matrix (ECM) skin booster. Sebenarnya kehebohan ini sudah terjadi di sana sejak April 2026, tetapi baru diperdebatkan di Indonesia beberapa bulan kemudian tepatnya September.
ECM skin booster adalah perawatan yang memanfaatkan material dari jaringan kulit manusia yang berasal dari donor yang telah meninggal atau cadavers. Teknologi ini sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru dalam dunia medis.
Jaringan manusia yang telah diproses sebelumnya telah digunakan untuk membantu menangani luka bakar hingga kebutuhan rekonstruksi. Namun, penggunaannya dalam prosedur kecantikan kini memunculkan perdebatan mengenai keamanan, regulasi, persetujuan donor, hingga etika.
Berikut Popmama.com rangkum fakta dan kontroversi mengenai skin booster dari mayat atau ECM skin booster yang tengah menjadi perhatian.
