- Sendi tampak bengkak dan membesar
Apa Itu Artritis Eksudatif? Radang Sendi yang Berbahaya!

- Artritis eksudatif adalah peradangan pada sendi dengan penumpukan cairan radang di dalam rongga sendi, menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan keterbatasan gerakan.
- Ciri-ciri artritis eksudatif meliputi pembengkakan sendi, nyeri saat digerakkan, sensasi hangat dan kemerahan di sekitar sendi, serta kekakuan dan keterbatasan gerakan.
- Penyebab artritis eksudatif dapat berasal dari infeksi pada sendi, penyakit autoimun, cedera atau trauma sendi, serta artritis reaktif setelah infeksi di saluran pencernaan atau kemih.
Mama dan Papa, pernahkah merasa sendi tiba-tiba nyeri, membengkak, atau terasa kaku saat digerakkan? Keluhan seperti ini sering dianggap sepele karena kelelahan atau aktivitas berlebih.
Padahal, jika muncul berulang atau disertai rasa hangat pada sendi, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya peradangan yang tidak boleh diabaikan. Salah satu kondisi yang berkaitan dengan keluhan tersebut adalah artritis eksudatif.
Meski istilahnya terdengar cukup medis, artritis eksudatif penting untuk dikenali sejak dini karena dapat memengaruhi fungsi sendi dan kenyamanan beraktivitas sehari-hari.
Untuk mengetahui lebih lanjut, Popmama.com akan menjelaskan tentang apa itu artritis eksudatif. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.
Apa Itu Artritis Eksudatif?

Artritis eksudatif adalah peradangan pada sendi yang disertai dengan penumpukan cairan radang di dalam rongga sendi. Cairan ini membuat sendi tampak membesar, terasa nyeri, dan sulit digerakkan.
Kondisi tersebut dapat terjadi pada berbagai sendi, seperti lutut, pergelangan kaki, siku, hingga pergelangan tangan. Menurut Cleveland Clinic, cairan eksudatif merupakan cairan yang kaya protein dan sel-sel peradangan.
Cairan ini terbentuk ketika pembuluh darah di sekitar sendi menjadi lebih permeabel akibat proses inflamasi, sehingga menandakan tubuh sedang merespon suatu masalah kesehatan.
Sementara itu, MSD Manuals menjelaskan bahwa artritis eksudatif bukanlah penyakit tunggal, melainkan tanda dari kondisi medis tertentu, seperti infeksi, gangguan autoimun, atau cedera sendi.
Inilah sebabnya kondisi ini perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pastinya.
Ciri-Ciri Artritis Eksudatif

Artritis eksudatif biasanya menimbulkan gejala yang cukup jelas karena adanya cairan berlebih di dalam sendi. Berikut beberapa ciri yang sering muncul dan perlu diperhatikan.
Pembengkakan terjadi akibat cairan radang yang menumpuk di dalam kapsul sendi. Pada beberapa kasus, ukuran sendi bisa terlihat berbeda dibandingkan sisi tubuh yang lain.
- Nyeri saat digerakkan atau disentuh
Rasa nyeri muncul karena tekanan cairan dan proses peradangan di dalam sendi. Intensitas nyeri bisa meningkat saat sendi digunakan untuk beraktivitas.
- Sendi terasa hangat dan terkadang kemerahan
Area sekitar sendi dapat terasa lebih hangat dibandingkan bagian tubuh lainnya. Menurut Cleveland Clinic, kondisi ini menandakan adanya peradangan aktif.
- Kaku sendi, terutama setelah lama tidak bergerak
Kekakuan sering dirasakan saat bangun tidur atau setelah duduk lama. Biasanya sendi baru terasa lebih lentur setelah digerakkan perlahan.
- Gerakan sendi menjadi terbatas
Cairan yang berlebih membuat ruang gerak sendi tidak optimal. Akibatnya, aktivitas sederhana seperti berjalan atau menggenggam benda bisa terasa tidak nyaman.
Penyebab Artritis Eksudatif

Artritis eksudatif dapat dipicu oleh berbagai kondisi medis yang menyebabkan peradangan pada sendi. Menurut Mayo Clinic, penyebabnya bisa berasal dari infeksi hingga gangguan sistem imun. Simak penyebab artritis eksudatif dibawah ini.
- Infeksi pada sendi (artritis septik)
Bakteri atau virus yang masuk ke dalam sendi dapat menyebabkan peradangan berat. Kondisi ini perlu penanganan cepat karena beresiko merusak sendi.
- Penyakit autoimun
Pada penyakit seperti rheumatoid arthritis, sistem imun menyerang jaringan sendi sendiri. Peradangan yang terjadi secara terus-menerus dapat memicu penumpukan cairan radang.
- Cedera atau trauma sendi
Benturan, jatuh, atau cedera olahraga dapat merusak jaringan di sekitar sendi. Kerusakan ini kemudian memicu respon inflamasi sebagai reaksi tubuh.
- Artritis reaktif
Peradangan sendi ini dapat muncul setelah infeksi di saluran pencernaan atau saluran kemih. Menurut Mayo Clinic, sendinya tidak terinfeksi langsung, tetapi bereaksi terhadap infeksi tersebut.
Cara Mengobati Artritis Eksudatif

Pengobatan artritis eksudatif disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Tujuannya adalah mengurangi peradangan, meredakan nyeri, dan menjaga fungsi sendi agar tetap optimal. Berikut cara mengobati artritis eksudatif.
- Pemeriksaan dan analisis cairan sendi
Dokter dapat melakukan aspirasi cairan sendi untuk membantu memastikan penyebab peradangan. Hasil pemeriksaan ini menjadi dasar penentuan pengobatan selanjutnya.
- Obat anti inflamasi
Obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS) digunakan untuk mengurangi nyeri dan pembengkakan. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan anjuran dokter.
- Antibiotik atau obat khusus
Antibiotik diberikan bila penyebabnya adalah infeksi bakteri. Pada penyakit autoimun, dokter dapat meresepkan obat penekan sistem imun untuk mengendalikan peradangan.
- Kortikosteroid
Kortikosteroid dapat membantu menekan peradangan dengan cepat. Menurut MSD Manuals, obat ini bisa diberikan dalam bentuk minum atau suntikan ke sendi.
- Fisioterapi
Setelah peradangan mereda, fisioterapi membantu mengembalikan kekuatan dan kelenturan sendi. Latihan yang tepat juga dapat mencegah kekakuan berulang.
Kadang tubuh sudah memberi tanda, tapi kita memilih menunggu karena merasa “nanti juga hilang sendiri”. Sendi yang nyeri atau membengkak sering masuk kategori itu dianggap biasa, lalu dibiarkan, sampai akhirnya mulai mengganggu aktivitas.
Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi petunjuk adanya peradangan sendi seperti artritis eksudatif. Setelah mengetahui apa itu artritis eksudatif yang ternyata adalah peradangan pada sendi yang berbahaya, maka dari itu Mama dan Papa mesti mewaspadainya.
Tidak untuk membuat Mama atau Papa panik, tapi cukup jadi pengingat bahwa memperhatikan tubuh dan mencari tahu penyebabnya lebih awal sering kali jauh lebih membantu daripada menunggu keluhan bertambah berat.


















