Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa itu Diabetes Insipidus? Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus

Apa itu Diabetes Insipidus Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus (1).jpg
verywellhealth
Intinya sih...
  • Diabetes Insipidus adalah kondisi langka yang berkaitan dengan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh
  • Penyebabnya bisa berasal dari defisiensi atau resistensi arginin vasopresin, serta gangguan gestasional
  • Gejalanya meliputi sering buang air kecil, rasa haus ekstrem, dehidrasi, dan cara pengobatannya berbeda-beda tergantung jenisnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mama, pernahkah mendengar tentang diabetes insipidus? Meski namanya mirip dengan diabetes yang berkaitan dengan gula darah, kondisi ini sebenarnya berbeda dan tergolong langka.

Diabetes insipidus berkaitan dengan gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh yang bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Agar Mama tidak salah kaprah dan bisa lebih waspada, penting untuk memahami apa itu diabetes insipidus. Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya. 

Apa itu Diabetes Insipidus?

Apa itu Diabetes Insipidus Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus.jpg
Freepik

Mama, diabetes insipidus merupakan kondisi medis yang tergolong langka dan berkaitan dengan ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Mengutip Mayo Clinic, kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak mampu mengatur dan menyimpan cairan dengan baik.

Akibatnya, penderita diabetes insipidus akan sering buang air kecil dalam jumlah banyak, meski tidak banyak minum. Kondisi ini juga membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat, sehingga rasa haus muncul terus-menerus dan terasa sangat kuat.

Meski namanya mirip dengan diabetes pada umumnya, diabetes insipidus tidak berhubungan dengan kadar gula darah. Kondisi ini juga dikenal sebagai defisiensi atau resistensi arginin vasopresin, yaitu gangguan hormon yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh.

Penyebab Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes Insipidus Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus (2).jpg
Freepik/Lifestylememory

Mama, gangguan arginin vasopresin atau diabetes insipidus dapat terjadi karena berbagai faktor. Melansir Cleveland Clinic, berikut penyebabnya:

1. Defisiensi Arginin Vasopresin (AVP-D)

  • Jenis paling umum
  • Terjadi karena tubuh tidak memproduksi hormon AVP dalam jumlah cukup
  • Faktor genetik atau keturunan
  • Cedera kepala atau efek samping operasi otak
  • Gangguan pada hipotalamus atau kelenjar pituitari
  • Peradangan akibat penyakit tertentu atau tumor

2. Resistensi Arginin Vasopresin (AVP-R)

  • Hormon AVP diproduksi cukup, tetapi ginjal tidak merespons dengan baik
  • Sumbatan pada saluran kemih
  • Faktor genetik
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Gangguan elektrolit, seperti hiperkalsemia dan hipokalemia
  • Toksisitas litium

3. Gangguan Arginin Vasopresin Gestasional (gAVP-D)

  • Bentuk langka yang terjadi saat kehamilan
  • Disebabkan oleh plasenta yang menghasilkan enzim pemecah AVP berlebih
  • Kehamilan kembar
  • Kondisi gangguan fungsi hati, seperti preeklampsia atau sindrom HELLP
  • Umumnya membaik dalam 2–3 minggu setelah melahirkan

Gejala Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes Insipidus Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus (3).jpg
Freepik/gpointstudio

Agar Mama lebih waspada, berikut beberapa gejala yang perlu diperhatikan.

Gejala umum pada orang dewasa:

  • Sering buang air kecil, termasuk di malam hari (nokturia)
  • Produksi urine sangat banyak dan berwarna bening
  • Rasa haus yang ekstrem (polidipsia)
  • Jumlah urine bisa mencapai hingga 20 liter per hari
  • Mudah mengalami dehidrasi jika asupan cairan tidak tercukupi

Gejala pada anak-anak:

  • Dehidrasi parah
  • Sembelit
  • Muntah
  • Demam
  • Mudah rewel atau iritabel
  • Pertumbuhan terhambat (gagal tumbuh)

Cara Mengobati Diabetes Insipidus

Apa itu Diabetes Insipidus Penyakit Langka yang Bikin Sering Haus (4).jpg
Freepik

Setelah memahami berbagai gejala gangguan arginin vasopresin, penting bagi Mama untuk mengetahui bahwa kondisi ini dapat ditangani dengan perawatan yang tepat.

Pengobatan diabetes insipidus bertujuan membantu mengontrol jumlah urine yang diproduksi tubuh serta mencegah dehidrasi. Pilihan perawatannya berbeda-beda tergantung pada jenis diabetes insipidus yang dialami. 

Dilansir dari NHS UK, berikut cara pengobatan yang bisa dilakukan:

  1. Pengobatan untuk Defisiensi Arginin Vasopresin (AVP-D)

Jika kondisi masih ringan, dokter mungkin hanya menyarankan Mama untuk meningkatkan asupan cairan setiap hari untuk mencegah dehidrasi, misalnya minimal sekitar 2,5 liter per hari.

Untuk kasus yang lebih berat, Mama akan diberikan desmopressin, yaitu bentuk sintetis dari hormon AVP yang bekerja seperti hormon asli untuk membantu tubuh menyimpan air dan mengurangi produksi urine. 

Desmopressin dapat diberikan dalam bentuk semprot hidung, tablet, atau bentuk yang larut di mulut sesuai anjuran dokter. Efek sampingnya biasanya ringan, tetapi Mama perlu berhati-hati terhadap gejala seperti sakit kepala atau retensi cairan jika dosis atau minum air terlalu banyak.

  1. Pengobatan untuk Resistensi Arginin Vasopresin (AVP-R)

Karena pada AVP-R ginjal tidak merespons hormon AVP, pengobatan dengan desmopressin tidak efektif. Mama tetap perlu minum banyak air untuk menghindari dehidrasi.

Jika gejalanya ringan, dokter bisa menyarankan pengurangan konsumsi garam dan protein dalam diet, yang membantu ginjal mengurangi produksi urine.

Pada kondisi yang lebih serius, dokter mungkin meresepkan kombinasi diuretik thiazide dan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAID) untuk mencoba mengurangi jumlah urine. 

Nah, itulah seputar informasi mengenai diabetes insipidus yang perlu Mama ketahui. Semoga penjelasan ini bisa membantu Mama lebih memahami kondisi tersebut dan lebih waspada. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Tanda Tubuh Kekurangan Hormon Serotonin, Nafsu Seksual Bisa Turun

16 Jan 2026, 09:10 WIBLife