Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Hernia Inguinalis? Ketahui Gejala Awalnya!

Apa Itu Hernia Inguinalis? Ketahui Gejala Awalnya!
istockphoto/Tharakorn
Intinya sih...
  • Hernia inguinalis adalah kondisi di mana bagian usus atau jaringan perut menonjol melalui kanal inguinal di pangkal paha. Terdapat dua tipe utama: direct dan indirect.
  • Gejala hernia inguinalis termasuk benjolan di pangkal paha, rasa berat, nyeri tumpul, sensasi terbakar, dan mual. Deteksi dini penting untuk mencegah komplikasi serius.
  • Resiko terbesar dari hernia inguinalis adalah strangulasi, yang membutuhkan operasi segera. Pencegahan meliputi menghindari angkat berat berlebihan dan menjaga berat badan ideal.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia inguinalis adalah salah satu jenis hernia paling umum yang terjadi ketika bagian usus atau jaringan perut menonjol melalui dinding perut di area pangkal paha. Dilansir dari WebMD, hernia ini paling sering dialami pria dan dapat muncul sejak muda maupun usia lanjut.

Meskipun beberapa kasus tidak menimbulkan gejala, resiko komplikasi serius seperti strangulasi atau obstruksi usus tetap ada. Mengetahui definisi, gejala, dan penanganan hernia inguinalis sangat penting untuk deteksi dini dan pengambilan tindakan medis yang tepat.

Berikut Popmama.com akan menjelaskan apa itu Hernia Inguinalis dan bagaimana gejalanya. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Apa itu Hernia Inguinalis?

Apa Itu Hernia Inguinalis? Ketahui Gejala Awalnya!
istockphoto/Jone Agirre

Hernia inguinalis adalah kondisi di mana bagian usus atau jaringan perut menonjol melalui kanal inguinal di pangkal paha. Dilansir dari WebMD, jenis ini adalah yang paling umum dan lebih banyak ditemukan pada pria karena kelemahan anatomi di daerah ini.

Terdapat dua tipe utama: direct (langsung menembus dinding otot) dan indirect (mengikuti jalur dari masa janin). Menurut Healthgrades, pemahaman tipe hernia ini penting untuk menentukan teknik operasi yang tepat dan meminimalkan resiko kekambuhan.

Hernia yang tidak ditangani dapat membesar, menekan organ sekitarnya, dan menimbulkan komplikasi serius seperti strangulasi usus, yang merupakan kondisi darurat medis. Selain itu, hernia inguinalis juga bisa bersifat kronis atau kambuhan.

Faktor resiko termasuk usia lanjut, aktivitas fisik berat, obesitas, dan riwayat keluarga. Pengetahuan tentang anatomi dan faktor resiko membantu pasien dan dokter mengambil keputusan preventif.

Hernia inguinalis bisa muncul secara tiba-tiba atau berkembang lambat, tergantung tekanan pada dinding perut. Beberapa orang mungkin hanya merasakan ketidaknyamanan ringan sebelum benjolan terlihat.

2. Gejala umum dan tanda-tandanya

Apa Itu Hernia Inguinalis? Ketahui Gejala Awalnya!
istockphoto/Andrey Mikhaylov

Gejala paling jelas dari hernia inguinalis adalah benjolan di pangkal paha, yang lebih terlihat saat berdiri, batuk, atau mengejan. Dilansir dari WebMD, beberapa hernia pada awalnya bisa asymptomatic, sehingga sering tidak disadari sampai benjolan membesar atau muncul nyeri.

Selain benjolan, penderita dapat merasakan rasa berat, nyeri tumpul, atau sensasi terbakar di area pangkal paha. Menurut Healthgrades, gejala yang memburuk atau benjolan yang tidak bisa ditekan kembali merupakan tanda incarceration, yaitu jaringan usus terjepit yang bisa mengganggu aliran darah.

Beberapa pasien merasakan nyeri yang menjalar ke skrotum atau paha bagian atas, terutama pada pria. Gejala ini bisa memburuk setelah aktivitas fisik atau angkat berat.

Mengetahui tanda-tanda ini penting untuk deteksi dini, agar komplikasi serius seperti strangulasi atau obstruksi usus dapat dicegah dengan cepat. Selain nyeri, beberapa orang bisa mengalami mual atau gangguan pencernaan bila usus ikut terjepit.

Perubahan warna kulit di area benjolan juga bisa muncul sebagai tanda peringatan. Memahami gejala ini membantu pasien untuk segera mencari pertolongan medis.

3. Resiko dan penanganannya

Apa Itu Hernia Inguinalis? Ketahui Gejala Awalnya!
istockphoto/Dragana991

Hernia inguinalis tidak bisa sembuh sendiri. Resiko terbesar adalah strangulasi, di mana usus yang terjepit kehilangan aliran darah dan menyebabkan kerusakan permanen. Dilansir dari WebMD, hal ini merupakan kondisi darurat medis yang membutuhkan operasi segera.

Menurut Healthgrades, operasi hernia inguinalis dapat dilakukan tradisional terbuka atau laparoskopi, tergantung ukuran hernia, kondisi pasien, dan pengalaman dokter.

Prosedur modern sering menggunakan mesh untuk memperkuat dinding perut, mengurangi resiko kekambuhan, dan mempercepat pemulihan. Selain intervensi bedah, pencegahan meliputi menghindari angkat berat berlebihan, menjaga berat badan ideal, dan mengatasi sembelit kronis.

Dengan penanganan tepat, pasien bisa hidup normal tanpa resiko komplikasi dan pencegahan kondisi darurat yang mengancam jiwa.
Pemulihan pasca operasi biasanya membutuhkan beberapa minggu, tergantung teknik operasi dan kondisi pasien.

Konsultasi rutin dengan dokter dianjurkan untuk memastikan hernia tidak kambuh. Mengetahui resiko dan pencegahan membantu pasien menjaga kesehatan jangka panjang.

Hernia inguinalis merupakan kondisi yang umum tapi bisa beresiko serius jika diabaikan. Dilansir dari Healthgrades, operasi adalah metode paling efektif untuk memperbaiki hernia dan meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, gaya hidup sehat dan pemantauan rutin membantu meminimalkan resiko kambuh. Dengan informasi yang tepat, pasien dan keluarga dapat mengambil keputusan medis yang lebih aman dan efektif.

Sekarang, Mama dan Papa sudah tahu nih apa itu Hernia Inguinalis. Yuk, mulai seimbangkan dengan hidup sehat dan peduli dengan gejala-gejala Hernia sjak dini. Semoga bermanfaat ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Sambut Era Kendaraan Listrik, Honda Resmi Ganti Logo Baru

14 Jan 2026, 10:13 WIBLife