Meski daging sapi pada umumnya masih aman dikonsumsi oleh penderita asam lambung, tetap diperlukan perhatian khusus saat mengonsumsinya agar tidak memicu gejala asam lambung.
Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
Pilih potongan daging tanpa lemak
Dilansir Healthline, daging sapi yang tinggi lemak dapat melemahkan katup bawah kerongkongan saat dicerna, sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Pilihlah bagian daging sapi yang minim lemak, seperti has dalam (tenderloin) atau has luar (sirloin).
Hindari potongan daging dengan banyak marbling, seperti bagian iga, brisket (sandung lamur), dan chuck (bahu) yang terkenal tinggi lemak.
Olah dengan cara yang lebih sehat
Hindari menggoreng daging sapi dengan banyak minyak. Sebagai gantinya, kamu bisa merebus, mengukus, memanggang, atau menumisnya dengan sedikit minyak agar kandungan lemaknya tidak bertambah.
Perhatikan porsi makan
Mengonsumsi daging sapi dalam jumlah berlebihan dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal tersebut memicu lambung untuk memproduksi asam yang lebih banyak sehingga rentan terhadap peningkatan asam lambung.
Hindari bumbu yang terlalu pedas atau berlemak
Selain jenis dagingnya, bumbu masakan juga perlu diperhatikan. Saat mengolah daging, sebaiknya batasi penggunaan cabai, santan, atau bumbu tinggi lemak lainnya karena dapat memicu gejala asam lambung pada sebagian orang.
Itulah jawaban atas pertanyaan apakah penderita asam lambung boleh makan daging sapi. Dengan memperhatikan pemilihan bagian daging, cara mengolah, dan mengonsumsinya, kamu masih dapat menikmati daging sapi dan menjaga asam lambung tetap terkontrol.