Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Benarkah Jika Sapi Bahagia Bisa Pengaruhi Kualitas Susu? Ini Faktanya!

Benarkah Jika Sapi Bahagia Bisa Pengaruhi Kualitas Susu? Ini Faktanya!
Pexels/Workman House
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sapi yang bahagia terbukti menghasilkan susu lebih sehat, karena kesejahteraan dan kondisi emosionalnya berpengaruh langsung pada kandungan gizi serta keamanan susu.
  • Penelitian menunjukkan serotonin dapat meningkatkan kadar kalsium pada sapi perah, sementara stres dan lingkungan tidak nyaman menurunkan produksi serta kualitas susu.
  • Kualitas susu dipengaruhi faktor genetik, pakan bergizi, manajemen kesehatan, kondisi kandang, hingga teknologi pemantauan yang memastikan sapi tetap sehat dan produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah dengar ungkapan "sapi bahagia, susu berkualitas"? Kedengarannya seperti mitos peternakan, tapi ternyata ada dasar ilmiahnya. Pepatah lama tersebut memang benar adanya.

Bukan cuma soal perasaan, kesehatan mental sapi ternyata berkaitan langsung dengan kandungan gizi dan keamanan susu yang dihasilkan.

Buat kamu yang sedang beternak atau sedang mencari susu sapi berkualitas, berikut Popmama.com mengulas benarkah jika sapi bahagia bisa pengaruhi kualitas susu? Yuk, simak sampai habis!

Apakah Sapi yang Bahagia Memengaruhi Kualitas Susu?

Apakah Sapi yang Bahagia Memengaruhi Kualitas Susu
Pexels/cottonbro studio

Jawabannya iya. Mengutip Dairy Australia, sapi yang bahagia cenderung menghasilkan susu yang lebih sehat, sehingga kesejahteraan mereka selalu dipantau ketat oleh peternak dan dokter hewan. Setiap hari, susu yang diperah juga diuji, salah satunya lewat pengecekan kadar sel somatik yang bisa menandakan ada infeksi pada ambing sapi.

Penelitian dari University of Wisconsin-Madison turut memperkuat kaitan ini. Tim yang dipimpin Dr. Laura Hernandez menemukan bahwa infus serotonin, senyawa kimia yang sering dikaitkan dengan rasa bahagia, mampu meningkatkan kadar kalsium dalam darah sapi Holstein dan susu sapi Jersey yang baru melahirkan. 

Temuan ini penting karena sekitar 5-10 persen populasi sapi perah di Amerika Utara mengalami hipokalsemia, kondisi kekurangan kalsium yang bisa memicu masalah imun, pencernaan, hingga menurunkan tingkat kehamilan sapi.

Mengutip penelitian dalam Jurnal Sains Ternak Tropis, sapi yang mengalami stres akan memproduksi hormon kortisol lebih tinggi, yang bisa mengganggu produksi susu, bahkan menurunkan jumlahnya. Belum lagi risiko mastitis atau radang kelenjar susu yang bisa muncul akibat kondisi kandang yang tidak nyaman.

Bagaimana Cara Membuat Sapi Bahagia dan Sehat?

Bagaimana Cara Membuat Sapi Bahagia dan Sehat
Pexels/Dunmarx Photography

Berikut beberapa cara membuat sapi bahagia dan sehat:

  1. Berikan pakan bergizi dan seimbang. Melansir Raw Farm USA, sapi perah membutuhkan kombinasi rumput, jerami alfalfa, jagung, hingga campuran mineral khusus agar kebutuhan energi dan nutrisinya tercukupi, apalagi saat masa produksi susu.
  2. Sediakan akses air bersih yang cukup: Air yang cukup penting untuk menjaga hidrasi dan mendukung seluruh proses fisiologis tubuh sapi, termasuk produksi susu, dikutip dalam jurnal Sains Ternak Tropis.
  3. Beri ruang gerak yang luas: Dilansir Raw Farm USA, membiarkan sapi berjalan bebas ke padang rumput, tidak dikurung di satu tempat, supaya sapi bisa bergerak sesuai kebutuhannya.
  4. Jaga kebersihan dan kenyamanan kandang: Kandang yang kotor berisiko menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab mastitis, sehingga kebersihan kandang jadi bagian penting dari manajemen pemeliharaan.
  5. Perhatikan suhu lingkungan: Sapi punya rentang suhu nyaman tertentu, ketika suhu yang terlalu panas atau dingin bisa memicu stres yang berdampak pada nafsu makan dan produksi susu.
  6. Biarkan sapi bersosialisasi: Dilansir dari Raw Farm USA, sapi adalah hewan sosial yang punya sahabat sesama sapi, di mana mereka suka bermain, dan senang berinteraksi dengan sesamanya maupun manusia.
  7. Tangani sapi sakit sejak dini: Deteksi cepat jadi kunci utama. Begitu ada tanda sapi kurang sehat, langsung dipindahkan ke area perawatan khusus agar cepat ditangani.

Apa Saja Ciri Sapi yang Bahagia dan Sehat?

Apa Saja Ciri Sapi yang Bahagia dan Sehat
Pexels/Moussa Idrissi

Kalau kamu penasaran bagaimana cara membedakan sapi yang benar-benar sehat dan bahagia, berikut tanda-tandanya menurut Dairy Australia:

  1. Hidup dengan tenang: Aktivitas hariannya, seperti mengunyah kembali makanan atau rumination, menjadi salah satu tanda bahwa sapi dalam kondisi baik.
  2. Berjalan bebas dan aktif bergerak: Sapi yang sehat tidak terlihat lesu atau enggan berpindah tempat.
  3. Aktif bersosialisasi: Sapi yang bahagia senang berinteraksi dengan sapi lain, bahkan terlihat bermain kejar-kejaran di padang rumput.
  4. Nafsu makan baik: Sapi yang sehat merumput dan makan dengan lahap tanpa tanda-tanda malas makan.
  5. Mata cerah dan bulu mengilap: Kondisi fisik seperti mata yang jernih, bulu yang bersih mengilap, serta hidung yang lembap dan bersih menjadi indikator kesehatan yang baik.
  6. Kondisi tubuh ideal: Tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk, dengan tekstur kotoran yang konsisten.
  7. Rasa ingin tahu tinggi: Sapi yang bahagia cenderung penasaran, sedikit usil, dan senang berinteraksi dengan peternak maupun hewan lain di sekitarnya.

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Kualitas Susu Sapi?

Faktor Apa Saja yang Memengaruhi Kualitas Susu Sapi
Pexels/Magali H.

Berikut faktor yang memengaruhi kualitas susu sapi, dikutip dari Jurnal Sains Ternak Tropis:

  1. Genetik: Tingkat heritabilitas menentukan seberapa besar sifat produksi susu bisa diturunkan dari induk ke keturunannya, sehingga pemilihan bibit unggul menjadi langkah penting.
  2. Pakan dan nutrisi: Karbohidrat, protein, serat, mineral seperti kalsium dan fosfor, hingga vitamin A, D, dan E, semuanya berperan besar dalam menentukan kuantitas dan kualitas susu yang dihasilkan.
  3. Manajemen kesehatan: Sapi yang bebas dari penyakit seperti mastitis atau gangguan pencernaan cenderung menghasilkan susu dengan kualitas lebih stabil.
  4. Kondisi lingkungan: Suhu, kualitas udara, kebersihan kandang, sampai pencahayaan semuanya turut menentukan kenyamanan sapi dan hasil susunya.
  5. Manajemen reproduksi dan pemeliharaan: Perawatan harian, termasuk praktik seperti steaming up menjelang sapi melahirkan, berkontribusi pada produksi susu yang optimal.
  6. Waktu pemerahan: Penelitian pengendalian mutu susu di Koperasi Peternakan Sapi Perah XYZ mencatat bahwa kadar lemak susu hasil pemerahan pagi cenderung berbeda dari sore hari, karena jarak waktu pemerahan yang tidak sama.
  7. Penggunaan teknologi: Sistem pemantauan otomatis, sensor kesehatan, hingga aplikasi manajemen ternak membantu peternak memastikan sapi tetap dalam kondisi optimal untuk berproduksi.

Bagaimana Cara Mengetahui Kualitas Susu yang Baik?

Bagaimana Cara Mengetahui Kualitas Susu yang Baik
Pexels/Maiar Saeed

Ada serangkaian uji yang biasa dilakukan peternak dan koperasi susu untuk memastikan kualitasnya, seperti yang dijelaskan dalam penelitian pengendalian mutu susu segar berikut ini:

  1. Uji alkohol: Uji ini dilakukan untuk mengetahui kesegaran susu, di mana susu yang masih segar memiliki kandungan protein yang tidak rusak saat bereaksi dengan larutan alkohol.
  2. Uji berat jenis: Berat jenis yang normal menunjukkan komposisi susu yang sesuai standar dan belum mengalami perubahan.
  3. Uji organoleptik: Pengujian ini melibatkan panca indera untuk menilai rasa, aroma, warna, dan tekstur susu. Susu segar yang baik berwarna putih kekuningan dengan aroma khas dan rasa gurih.
  4. Uji komposisi: Menggunakan alat bernama lactoscan, uji ini mengukur kandungan lemak, protein, laktosa, kadar air, hingga bahan kering tanpa lemak dalam susu.
  5. Uji MBRT (Methylene Blue Reductase Time): Uji ini digunakan untuk memperkirakan jumlah bakteri dalam susu; semakin lama warna biru bertahan, semakin baik kualitas susunya.
  6. Uji antibiotik dan uji pemalsuan: Kedua uji ini memastikan susu bebas dari residu antibiotik maupun campuran bahan asing seperti air, gula, atau garam yang bisa merusak keaslian susu.
  7. Pengujian sel somatik: Dilansir Dairy Australia, kadar sel somatik yang tinggi dalam susu bisa jadi tanda adanya infeksi pada ambing sapi, sehingga susu tersebut perlu dipisahkan agar tidak ikut dijual.

Nah, itulah pembahasan mengenai benarkah jika sapi bahagia bisa pengaruhi kualitas susu? Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More