Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980
pexels.com/Chris F
Intinya Sih
  • Hantavirus mulai diteliti setelah Perang Korea dan berhasil diidentifikasi pada 1978 dari hewan pengerat di Sungai Hantan, Korea Selatan.

  • Hantavirus memiliki beberapa tipe dengan wilayah penyebaran berbeda, mulai dari Asia, Eropa, hingga Amerika.

  • Di Indonesia, Hantavirus sudah terdeteksi sejak 1980-an dengan tingkat paparan mencapai 11,6% pada manusia dan infeksi tinggi pada populasi tikus.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hantavirus kembali jadi perhatian karena dikenal sebagai virus yang dapat menyerang sistem pernapasan manusia. Meski terdengar baru, virus ini sebenarnya sudah ditemukan di Indonesia sejak tahun 1980-an.

Sayangnya, informasi tentang Hantavirus masih belum banyak diketahui masyarakat. Keberadaan virus ini menunjukkan ancaman penyakit dari hewan pengerat bukan hal yang bisa dianggap sepele.

Lalu, bagaimana asal-usul Hantavirus di Indonesia dan mengapa virus ini kembali disorot? Berikut Popmama.com bagikan informasinya di bawah!

Table of Content

1. Jejak awal penemuan Hantavirus usai Perang Korea

1. Jejak awal penemuan Hantavirus usai Perang Korea

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980
commons.m.wikimedia.org/공보처 홍보국 사진담당관

Hantavirus bukan virus baru dalam dunia medis. Berdasarkan publikasi Clin Lab Med oleh Mohammed Mir, penelitian mengenai virus ini sudah mulai dilakukan sejak dekade 1950-an, tepat setelah Perang Korea berlangsung.

Kala itu, ribuan tentara dilaporkan mengalami demam berdarah misterius yang memicu perhatian para peneliti untuk mencari penyebabnya. Penemuan penting baru terjadi pada 1978 ketika virus berhasil diidentifikasi dari hewan pengerat Apodemus agrarius di area Sungai Hantan, Korea Selatan.

Dari situlah nama virus Hantaan berasal. Seiring perkembangan penelitian, Hantavirus kemudian dikenal sebagai penyebab penyakit HFRS pada 1981.

Tidak berhenti di situ, wabah yang muncul di Amerika Serikat pada 1993 juga memperlihatkan bahwa virus ini dapat menyerang sistem pernapasan dan memicu kondisi serius yang dikenal sebagai HPS.

2. Persebaran Hantavirus sampai ke berbagai negara

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980
AFP/Jorge Guerrero

Hantavirus memiliki beberapa tipe virus dengan wilayah penyebaran yang berbeda-beda. Mengutip informasi dari CDC, tiap jenis Hantavirus umumnya berkembang di area tertentu sesuai habitat hewan pengerat pembawanya.

Virus Hantaan banyak ditemukan di Asia Timur seperti China, Korea, hingga Rusia. Sementara virus Puumala lebih sering tersebar di kawasan Skandinavia, Eropa Barat, dan Rusia bagian barat.

Ada virus Dobrava banyak ditemukan di kawasan Balkan, sedangkan Saarema tersebar di Eropa Tengah dan Skandinavia. Sementara itu, virus Seoul telah ditemukan di berbagai negara di dunia.

Sedangkan virus Sin Nombre banyak muncul di Amerika Serikat dan Kanada. Untuk kawasan Amerika Selatan, tipe Andes menjadi yang paling umum ditemukan, terutama di Argentina dan Chili.

3. Hantavirus sudah ada di Indonesia sejak 1980-an

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980
gavi.org

Melansir laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Hantavirus sebenarnya sudah terdeteksi di Indonesia sejak tahun 1980-an.

Berdasarkan studi yang dilakukan di berbagai kota besar, sekitar 11,6% masyarakat diketahui pernah terpapar virus ini, meski banyak kasus tidak terdiagnosis secara langsung.

Sementara itu, pada populasi tikus sebagai pembawa utama virus, angka infeksinya tercatat bisa mencapai 34%.

4. Perkembangan Hantavirus di Indonesia

Asal Usul Hantavirus, Sudah Ada di Indonesia Sejak Tahun 1980
pexels.com/pixabay

Kemenkes mencatat terdapat 23 kasus Hantavirus tipe Seoul dalam tiga tahun terakhir, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia.

Sementara pada 2026, ditemukan tambahan kasus di sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, DIY, Jawa Barat, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, hingga Sulawesi Utara.

Itu dia informasi lengkap asal-usul Hantavirus yang sudah ada di Indonesia sejak tahun 1980-an. Keberadaannya perlu diwaspadai karena masih ditemukan di berbagai daerah hingga sekarang. 

Dengan memahami penyebaran dan risikonya, masyarakat diharapkan bisa lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan penularan penyakit.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More