Sebelum dikonsumsi, Ada 5 Langkah Tepat Membersihkan Buah dan Sayuran

Buah dan sayuran yang tampak bersih belum tentu higienis lho

22 Mei 2021

Sebelum dikonsumsi, Ada 5 Langkah Tepat Membersihkan Buah Sayuran
Freepik/stocking

Sayur dan buah yang Mama beli di pasar ataupun swalayan, belum tentu buah maupun sayuran tersebut masih terdapat pestisida atau bakteri yang menempel di permukaannya.

Sedangkan penggunaan pestisida sering menimbulkan pro dan kontra di kalangan para petani dan aktivis pegiat lingkungan, Ma.

Beberapa kalangan banyak yang mengatakan bahwa residu pestisida yang menempel pada buah dan sayuran bisa menimbulkan masalah pada kesehatan seseorang.

Jadi, tidak salah jika kita berpikir bahwa pestisida berbahaya dan harus berhati-hati.

Nah, memastikan kesehatan keluargga merupakan tugas utama Mama sebagai ibu rumah tangga. Apabila merasa ragu mengonsumsi buah atau sayur yang akan dimakan masih sarat kuman, maka jangan menganggap sepele ya Ma?

Tentunya kalau tidak dibersihkan terlebuh dahulu akan mengganggu kesehatan dan menjadi penyakit. Tahukah Ma?

Mencuci buah dan sayuran tidaklah cukup dengan air saja. Berikut Popmama.com ulas cara tepat mencuci buah dan sayuran:

1. Cuci tangan sebelum mencuci buah dan sayur

1. Cuci tangan sebelum mencuci buah sayur
Pexels/Burst

Sebelum memulai aktivitas mencuci buah atau sayuran, ada baiknya cuci tangan terlebih dahulu, hal yang sama juga harus  dilakukan setelah Mama selesai membersihkan buah.

Hal tersebut merupakan tindakan terpenting untuk menjaga kesehatan serta kebersihan saat berada di dapur. Cucilah tangan dengan sabun atau sabun khusus pencuci tangan ya?

Agar tangan terhindar dari beragam jenis bakteri. 

Editors' Picks

2. Pisahkan buah dan sayur

2. Pisahkan buah sayur
Pexels/Oleg Magni

Langkah kedua, yang harus Mama lakukan ialah pisahkan buah-buahan dan sayuran mentah yang baru dibeli dengan makanan matang yang sudah dimasak.

Hal ini untuk menghindari paparan peptisida tidak menyebar ke makanan lain.

Namun, semua buah dan sayuran yang dibeli, pasti ada yang tampilannya tidak sempurna kan?

Jika ada bagian buah atau sayuran yang rusak, Mama bisa memilih serta memotongnya terlebih dahulu.

Tujuannya untuk memastikan tidak ada ulat atau organisme lainnya di dalam buah atau sayuran.

3. Gosok buah dengan tepat

3. Gosok buah tepat
Wavebreakmedia / Freepik

Selain kedua langkah di atas, untuk mendapatkan hasil yang maksimal Mama juga bisa menggosok buah atau sayuran secara perlahan.

Gunakan sikat halus untuk menyingkirkan kotoran yang keras seperti tanah. Jika mencuci buah atau sayuran berkulit halus seperti tomat atau anggur gosoklah secara lembut menggunakan tangan saja.

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya robekan pada kulit buah.

4. Gunakan larutan garam dan air hangat

4. Gunakan larutan garam air hangat
Rawpixel.com / Freepik

Langkah selanjutnya yaitu untuk membuang sisa kotoran, kuman, dan residu pestisida yang tersisa pada permukaan buah sebanyak 75-80%.

Mama juga dapat menggunakan cairan garam 2%, karena larutan garam mampu menghilangkan residu racun hama yang berada pada permukaan buah lho.

Tak hanya itu, pencelupan pada air hangat juga bisa dilakukan agar beberapa residu pestisida benar-benar terangkat.

Namun proses ini tetap harus didahului oleh proses pencucian ya Ma? Jangan lupa juga bilas dengan air mengalir hingga bersih.

5. Simpan buah di tempat yang bersih

5. Simpan buah tempat bersih
Valeria_aksakova / Freepik

Setelah memastikan tidak ada lagi kotoran atau pestisida yang menempel pada buah dan sayuran, Mama pun bisa keringkan dengan menggunakan handuk atau waslap bersih yang tidak digunakan untuk mengelap buah.

Setelah kering, tempatkan buah ke dalam wadah yang bersih. Oh ya Ma, jangan menyimpan satu jenis buah dengan buah lainnya.

Apabila menaruh buah dalam wadah yang sama, pastikan tidak saling bersentuhan satu sama lain.

Beberapa cara sederhana tadi bisa Mama lakukan sebagai hal yang wajib saat menyiapkan makanan untuk keluarga tercinta. Semoga bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.