Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah Duduk Terlalu Lama Bisa Mempercepat Penuaan pada Perempuan?
Pexels.com/Christina Morillo
  • Penelitian University of California San Diego menemukan perempuan yang duduk lebih dari 10 jam menunjukkan telomer lebih pendek, tanda penuaan biologis sel yang lebih cepat.
  • Aktivitas fisik ringan hingga sedang sekitar 30 menit sehari, seperti jalan cepat, berkebun, atau bersepeda, dapat membantu mengurangi dampak kurang bergerak pada kesehatan sel.
  • Pekerja kantoran rentan menjalani gaya hidup sedentari karena sekitar 75 persen waktu kerja dihabiskan duduk; orang dewasa dianjurkan aktif intensitas sedang 150 menit per minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Duduk lebih dari 10 jam bisa membuat sel tubuh perempuan lebih cepat tua, kata peneliti dari University of California. Pekerja kantor sering duduk lama di depan komputer. Tapi berjalan cepat, berkebun, atau naik sepeda selama 30 menit bisa membantu tubuh tetap aktif. Sekarang, orang dewasa dianjurkan banyak bergerak tiap minggu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di era modern, duduk dalam waktu lama menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Mulai dari bekerja di depan layar komputer, perjalanan panjang, hingga menghabiskan waktu untuk beristirahat, aktivitas minim gerak sering kali sulit dihindari.

Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini ternyata dapat memberikan dampak bagi kesehatan tubuh apabila dilakukan terus-menerus. Tak hanya memengaruhi kebugaran, durasi duduk sehari-hari juga berkaitan dengan kondisi tubuh dalam jangka panjang.

Lantas, benarkah duduk terlalu lama bisa mempercepat penuaan? Melansir dari Cape Times, berikut Popmama.com tulis penjelasannya di bawah ini.

1. Duduk lebih dari 10 jam dapat mempercepat penuaan sel tubuh

Pexels.com/Resume Genius

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University of California, San Diego menemukan bahwa perempuan dengan kebiasaan duduk dalam waktu lama memiliki tanda-tanda penuaan sel yang lebih cepat.

Para peneliti melihat kondisi tersebut melalui panjang telomer, yaitu bagian kecil di ujung DNA yang berfungsi melindungi kromosom dari kerusakan.

Telomer yang lebih pendek dan rapuh sering dikaitkan dengan proses penuaan biologis.

Seseorang bisa saja memiliki usia kronologis yang masih muda, tetapi kondisi sel tubuhnya menunjukkan tanda-tanda yang lebih tua.

Menurut penelitian tersebut, gaya hidup sehari-hari, termasuk kurangnya aktivitas fisik, dapat memengaruhi perbedaan antara usia sebenarnya dan usia biologis seseorang.

2. Aktivitas fisik selama 30 menit dapat membantu mengurangi dampaknya

Pexels.com/Roberto Hund

Meski duduk terlalu lama dapat berdampak pada kesehatan sel, penelitian menemukan bahwa aktivitas fisik ringan hingga sedang selama sekitar 30 menit sehari dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Aktivitas seperti berjalan cepat, berkebun, atau bersepeda menjadi contoh olahraga sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh tetap aktif.

3. Pekerja kantoran menjadi salah satu kelompok yang rentan

Pexels.com/Sora Shimazaki

Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk dalam waktu lama, seperti pekerja kantoran, memiliki risiko lebih tinggi mengalami gaya hidup sedentari.

Rata-rata pekerja kantor dapat menghabiskan sekitar 75 persen waktu kerja mereka dengan duduk di depan layar komputer. Kebiasaan ini membuat tubuh lebih jarang bergerak sepanjang hari.

4. Bergerak tetap penting meski usia bertambah

Pexels.com/Vitaly Gariev

Para ahli menyebut aktivitas fisik sebaiknya tetap menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari, bahkan ketika seseorang memasuki usia lanjut.

Berdasarkan rekomendasi kesehatan, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang selama sekitar 150 menit per minggu atau sekitar 30 menit setiap hari kerja.

Itu dia penjelasan mengenai benarkah duduk terlalu lama bisa mempercepat penuaan pada perempuan.

Meski aktivitas harian sulit dihindari dari posisi duduk, menyempatkan waktu untuk bergerak tetap penting agar tubuh tetap sehat terlindungi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article