Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Cara Mengatasi Keringat Dingin karena Asam Lambung
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI
  • Keringat dingin bisa muncul akibat naiknya asam lambung yang memicu respons stres tubuh, sering disertai sensasi panas di dada dan jantung berdebar.
  • Langkah penanganan meliputi minum air hangat cukup, mengelola stres dengan pernapasan atau meditasi, serta menghindari makanan pemicu seperti pedas, berlemak, dan kafein.
  • Gaya hidup sehat seperti menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, tidur dengan kepala lebih tinggi, dan konsultasi obat ke dokter membantu mencegah gejala kambuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu terbangun secara tiba-tiba di tengah malam dengan dada terasa panas, jantung berdebar, dan tubuh yang sudah dibanjiri oleh keringat dingin? Sensasi ini sering kali membuat kita panik karena menyerupai gejala penyakit serius. 

Padahal, kondisi yang tidak nyaman tersebut nyatanya bisa menjadi salah satu sinyal kuat bahwa asam lambung kamu sedang naik ke kerongkongan.

Mengutip dari Healthline, rasa sakit perut atau dada akibat Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), alias asam lambung yang naik, memang bisa memicu respons stres pada tubuh. 

Sebelum kamu semakin panik dan bingung, berikut Popmama.com merangkum 6 cara mengatasi keringat dingin karena asam lambung. Yuk, simak sampai habis!

1. Minum air putih yang cukup

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Ketika tubuh merespons rasa sakit dari naiknya asam lambung dengan memproduksi keringat dingin, hal pertama yang perlu kamu selamatkan adalah tingkat hidrasi tubuh. Keringat yang keluar berlebih bisa membuat tubuh kehilangan cairan. 

Oleh karena itu, minum air putih yang cukup adalah langkah pertolongan pertama yang sangat penting. Namun, perhatikan juga suhu air yang kamu minum. Sangat disarankan untuk mengonsumsi air putih hangat daripada air es.

Air hangat dapat membantu mengencerkan tumpukan asam di dalam lambung dan membersihkan kerongkongan, sehingga sensasi terbakar di dada perlahan mereda. 

Minumlah secara perlahan dengan tegukan kecil agar lambung tidak terkejut dan rasa mual tidak semakin menjadi-jadi.

2. Kelola stres

Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Selain penanganan secara fisik, kondisi emosional dan pikiran rupanya punya andil yang sangat besar dalam memicu keringat dingin. Berdasarkan informasi dari Banner Health, keringat dingin sebenarnya merupakan bagian dari sistem fight-or-flight pada tubuh manusia. 

Ketika asam lambung naik dan menimbulkan rasa sakit, tubuh menganggapnya sebagai sebuah ancaman, sehingga memicu stres dan akhirnya mengeluarkan keringat dingin.

Siklus ini bisa menjadi lingkaran setan; asam lambung memicu stres, dan stres kembali memicu produksi asam lambung yang lebih banyak. Untuk memutus rantai ini, kelola stres dengan baik. 

Kamu bisa mencoba teknik pernapasan dalam (deep breathing) saat gejala mulai muncul. Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu embuskan lewat mulut. 

Melakukan yoga ringan atau meditasi sebelum tidur juga sangat dianjurkan untuk menenangkan sistem saraf kamu.

3. Hindari makanan pemicu

Pexels/Change C.C

Pikiran yang tenang tentu harus diimbangi dengan asupan nutrisi yang bersahabat bagi perut. Salah satu langkah pencegahan terbaik agar asam lambung tidak mengamuk dan memicu keringat dingin adalah menghindari makanan pemicu. 

Setiap orang mungkin memiliki pemicu yang berbeda, tetapi secara umum, makanan pedas, berlemak tinggi, asam, hingga cokelat dan tomat adalah musuh utama lambung.

Selain jenis makanannya, perhatikan juga kebiasaan minum kamu. Kafein di dalam kopi atau teh serta minuman beralkohol dapat mengendurkan katup pemisah antara lambung dan kerongkongan.

Akibatnya, asam lambung jadi lebih mudah naik. Berhentilah makan setidaknya dua hingga tiga jam sebelum waktu tidur malam, agar lambung memiliki waktu yang cukup untuk mencerna makanan sepenuhnya saat posisi tubuh kamu masih tegak.

4. Lakukan gaya hidup sehat

Pexels/Edmond Dantès

Menghindari makanan pemicu hanyalah satu kepingan dari teka-teki kesehatanmu. Sisanya meluas pada rutinitas harian dan gaya hidup yang kamu jalani secara keseluruhan. 

Menerapkan gaya hidup sehat berdampak sangat signifikan terhadap penurunan frekuensi naiknya asam lambung. Salah satu yang paling ditekankan adalah menjaga berat badan agar tetap ideal.

Berat badan berlebih, terutama penumpukan lemak di area perut, dapat memberikan tekanan ekstra pada lambung. Tekanan inilah yang memaksa cairan asam untuk naik ke atas kerongkongan. 

Selain itu, kebiasaan mengenakan pakaian yang terlalu ketat di area pinggang juga bisa memberikan efek tekanan yang sama. Mulailah rutin berolahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari, dan yang tidak kalah penting, hindari kebiasaan merokok karena nikotin dapat merusak katup lambung kamu.

5. Penggunaan obat

Pexels/SHVETS production

Kalau perubahan kebiasaan sehari-hari dan pola makan masih belum cukup ampuh meredakan keluhanmu, penggunaan obat-obatan medis mungkin mulai diperlukan. 

Mengutip dari Healthline, ada beberapa jenis obat bebas yang bisa membantu menetralkan asam lambung, seperti antasida. Obat ini biasanya bekerja cepat untuk meredakan gejala ringan.

Namun, jika keringat dingin dan naiknya asam lambung ini terjadi sangat sering atau terasa menyiksa, ada baiknya kamu menggunakan obat yang bekerja menurunkan produksi asam lambung, seperti H2 blockers atau Proton Pump Inhibitors (PPI). 

Ingat, untuk obat-obatan jenis ini, sangat disarankan agar kamu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter guna mendapatkan dosis dan rekomendasi yang paling aman sesuai dengan kondisi tubuhmu.

6. Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi

Pexels/KATRIN BOLOVTSOVA

Terakhir, ada satu trik sederhana di malam hari yang kerap menjadi penyelamat tidur lelap bagi para pejuang asam lambung. Gravitasi adalah sahabat terbaikmu saat tidur. 

Tidur dengan posisi tubuh yang benar-benar datar akan memudahkan cairan lambung mengalir balik ke arah dada dan kerongkongan.

Untuk mencegahnya, tidurlah dengan posisi kepala dan dada sedikit lebih tinggi dari perut. Kamu bisa menggunakan bantal khusus asam lambung (wedge pillow) yang memiliki desain miring. 

Jika tidak ada, kamu bisa mengganjal bagian atas kasur atau ranjangmu setinggi 15 hingga 20 sentimeter. 

Nah, itulah pembahasan mengenai 6 cara mengatasi keringat dingin karena asam lambung. Semoga bermanfaat!

Editorial Team

Related Article