Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menyiapkan Dana Darurat dari Nol agar Keuangan Makin Aman
Pexels/Defrino Maasy
  • Dana darurat adalah tabungan khusus untuk menghadapi pengeluaran tak terduga seperti biaya medis, perbaikan rumah, atau kehilangan pekerjaan, dan harus disimpan terpisah dari rekening harian.
  • Memiliki dana darurat membantu menghindari utang, melindungi aset jangka panjang, serta memberi rasa aman dan fleksibilitas dalam mengambil keputusan hidup tanpa tekanan finansial.
  • Langkah menyiapkan dana darurat dimulai dari target kecil, membuka rekening terpisah, menabung otomatis tiap bulan, hanya digunakan saat benar-benar darurat, lalu segera diisi kembali setelah terpakai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah tiba-tiba motor mogok di tengah jalan, atau anak demam tinggi tengah malam dan harus dibawa ke UGD? Kalau di momen-momen seperti itu kamu sampai harus gali lubang tutup lubang atau pinjam sana-sini, bisa jadi itu pertanda kamu belum punya pegangan keuangan yang cukup.

Nah, pegangan itu namanya dana darurat. Kabar baiknya, kamu tidak perlu langsung punya tabungan besar untuk memulainya. 

Penasaran dengan dana darurat dan bagaimana cara menyiapkannya? Berikut Popmama.com mengulas cara menyiapkan dana darurat dari nol. Yuk, simak sampai habis!

Apa Itu Dana Darurat?

Pexels/Ahsanjaya

Sederhananya, dana darurat adalah uang yang sengaja kamu sisihkan dan simpan terpisah dari uang belanja sehari-hari, khusus untuk menghadapi pengeluaran tak terduga. 

Melansir Morgan Stanley, dana darurat mencakup pos-pos seperti tagihan medis mendadak, perbaikan rumah, atau kehilangan pekerjaan, dan idealnya disimpan terpisah dari rekening harian agar selalu siap digunakan saat dibutuhkan.

Sementara itu, mengutip CommBank, dana darurat juga sering disebut rainy-day fund atau dana cadangan, yaitu rekening khusus yang berfungsi sebagai penyangga hidup ketika sesuatu tiba-tiba berjalan tidak sesuai rencana.

Jadi, dana ini bukan tabungan untuk liburan atau belanja, melainkan tameng finansial yang baru kamu buka kuncinya kalau benar-benar darurat.

Mengapa Harus Memiliki Dana Darurat?

Pexels/Ahsanjaya

Banyak orang menunda memiliki dana darurat karena merasa pengeluaran bulanan saja sudah pas-pasan. Padahal, justru saat situasi finansial ketat, dana darurat menjadi semakin penting. Tanpa dana darurat, satu kejadian tak terduga saja bisa membuat kondisi keuangan kamu langsung goyah.

Dikutip dari Morgan Stanley, memiliki dana darurat dapat membantu kamu menghindari utang yang tidak direncanakan, sekaligus mencegah kamu memakai tabungan jangka panjang seperti dana pensiun untuk menutup kebutuhan mendadak.

Kebiasaan menarik dana pensiun demi keperluan darurat ini bisa menjadi awal dari lubang finansial yang justru makin sulit ditutup di kemudian hari.

Dilansir dari CommBank, manfaat psikologis dana darurat memberi rasa aman karena kamu jadi punya pilihan, baik untuk berhenti dari pekerjaan yang sudah tidak sehat, maupun untuk keluar dari situasi hidup yang tidak nyaman, tanpa harus dihantui ketakutan soal uang.

Jadi, dana darurat bukan cuma soal angka di rekening, tapi juga soal ketenangan pikiran.

Berapa Jumlah Dana Darurat yang Harus Dimiliki?

Pexels/Robert Lens

Pertanyaan yang paling sering muncul biasanya "Memangnya harus berapa yang dipersiapkan?" Jawabannya bisa berbeda-beda untuk setiap orang, tapi ada patokan umum yang bisa kamu pakai sebagai acuan.

Dikutip dari Morgan Stanley, aturan praktis yang umum digunakan adalah menyiapkan dana setara tiga sampai enam bulan pengeluaran rutin. Jumlah pastinya bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing. 

Semakin banyak tanggungan, seperti anak atau orang tua, biasanya semakin besar pula dana darurat yang dibutuhkan. Sebaliknya, kalau kamu punya pasangan yang juga bekerja, kebutuhannya bisa sedikit lebih kecil.

Buat kamu yang merasa angka tiga sampai enam bulan gaji itu masih terasa jauh, tenang saja. Dilansir dari CommBank, kamu tidak harus terlalu terbebani dengan target besar di awal.

Kalau kamu memang mulai dari nol, menetapkan target kecil dulu, semisal setara satu minggu pengeluaran, sudah merupakan langkah maju. Setelah tercapai, baru naikkan targetnya sedikit demi sedikit sampai akhirnya menyentuh angka ideal.

Manfaat Dana Darurat

Unsplash/Mufid Majnun

Setelah tahu apa itu dana darurat dan kenapa penting, sekarang waktunya melihat manfaat konkretnya dalam kehidupan sehari-hari kamu.

  1. Menghindarkan kamu dari jeratan utang: Saat ada kebutuhan mendadak, dana darurat jadi sumber dana pertama yang bisa diandalkan, bukan kartu kredit atau pinjaman online.

  2. Melindungi aset investasi jangka panjang: Dengan adanya dana darurat, kamu tidak perlu buru-buru menjual saham, reksa dana, atau aset lain pada waktu yang kurang tepat, misalnya saat harga pasar sedang turun.

  3. Memberi ruang untuk mengambil keputusan besar: Mulai dari resign dari kantor yang toxic, pindah kota, sampai keluar dari hubungan yang tidak sehat, semua jadi lebih mudah diputuskan kalau urusan finansial sudah aman.

  4. Mengurangi stres dan kecemasan finansial: Tahu bahwa ada "bantalan" yang siap dipakai kapan saja bisa membuat tidur lebih nyenyak dan pikiran lebih tenang.

  5. Menjaga stabilitas keuangan keluarga: Khusus untuk kamu yang sudah berkeluarga, dana darurat membantu memastikan kebutuhan anak dan rumah tangga tetap terpenuhi meski ada gangguan pemasukan.

Bagaimana Cara Membuat Dana Darurat?

Unsplash/Mufid Majnun

Berikut langkah-langkahnya, dirangkum dari panduan Morgan Stanley:

  1. Cari tahu dulu alasannya: Sebelum mulai menabung, pahami dulu kenapa dana darurat ini penting buat hidup kamu. Motivasi yang jelas bikin kamu lebih konsisten menyisihkan uang, bukan sekadar ikut-ikutan tren menabung.

  2. Tentukan target jumlah yang realistis: Kalau benar-benar mulai dari nol, jangan langsung mengejar angka enam bulan gaji. Tetapkan target kecil dulu, lalu naikkan bertahap sampai mencapai idealnya.

  3. Buka rekening terpisah khusus dana darurat: Pilih rekening tabungan biasa atau rekening berbunga yang mudah diakses, tapi tetap terpisah dari rekening harian supaya tidak gampang "kepakai". Kamu juga bisa memberi nama unik pada rekening ini, misalnya "Dana Tenang", supaya makin termotivasi menabung.

  4. Mulai dari nominal kecil dan lakukan secara otomatis: Atur autodebet dari gaji setiap bulan, sekecil apa pun nominalnya. Cara ini membantu kamu menabung tanpa harus mengandalkan niat yang kadang naik turun.

  5. Pakai hanya untuk keadaan darurat sungguhan: Tagihan rumah sakit mendadak atau kendaraan rusak parah termasuk keadaan darurat. Sementara diskon belanja atau tiket promo liburan, bukan alasan yang tepat untuk mencairkan dana ini.

  6. Isi kembali setelah dana terpakai: Begitu dana darurat dipakai untuk situasi genting, prioritaskan untuk mengisinya kembali secepat mungkin agar tetap siap menghadapi kejutan berikutnya.

Nah, itulah pembahasan mengenai cara menyiapkan dana darurat dari nol. Semoga bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article