5 Cara Cerdas Menyiapkan Dana Pendidikan untuk Anak

- Orangtua disarankan menentukan jenis sekolah sesuai kebutuhan dan karakter anak, lalu melakukan riset biaya agar target dana pendidikan lebih terarah.
- Persiapan dana pendidikan sebaiknya dimulai sedini mungkin dengan perhitungan realistis agar tidak membebani keuangan keluarga di masa depan.
- Alokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan pendidikan, pilih instrumen investasi yang tepat, dan lakukan evaluasi berkala guna menjaga pertumbuhan dana tetap optimal.
Setiap orangtua tentunya ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anaknya.
Agar dapat memberikan pendidikan yang terbaik, orangtua harus melakukan persiapan dengan matang. Salah satunya dengan menyiapkan dana pendidikan sedini mungkin.
Mengingat kondisi ekonomi yang tidak stabil di zaman sekarang, orangtua juga perlu mengetahui cara cerdas menyiapkan dana pendidikan untuk anak.
Lantas, bagaimana cara cerdas menyiapkan dana pendidikan untuk anak di tengah kondisi ekonomi masa kini? Berikut Popmama.com rangkumkan cara cerdas menyiapkan dana pendidikan untuk anak.
1. Tentukan sekolah sesuai kebutuhan anak

Seorang perencana keuangan sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Indonesia, Prita Hapsari Ghozie menyebutkan bahwa persiapan dana pendidikan perlu dilakukan perencanaan yang matang dan realistis.
Melalui salah satu unggahan di akun media sosialnya, Prita menyarankan agar orangtua menentukan dulu jenis sekolah berdasarkan kebutuhan anak.
Hal ini karena setiap anak punya keunikan masing-masing, sehingga memilih sekolah harus disesuaikan dengan karakter serta kebutuhan mereka.
Misalnya, kalau anak punya bakat seni atau lebih suka belajar lewat gambar dan video, sekolah yang kreatif dan banyak praktik akan lebih cocok untuknya. Mama bisa coba melakukan tes psikologi ringan atau mengenali gaya belajarnya sejak kecil.
Setelah mengetahui jenis sekolah yang sesuai, selanjutnya lakukan riset biaya pendidikan. Dengan begitu, Mama dan Papa memiliki gambaran mengenai biaya pendidikan anak dan bisa menentukan target kedepannya.
2. Persiapkan sejak dini, tapi tetap hitung kemampuan realistis

Menyiapkan dana pendidikan untuk anak idealnya dimulai sejak ia lahir. Namun, jika Mama dan Papa ingin menyiapkannya sejak anak masih dalam kandungan, itu justru lebih baik.
Pasalnya, semakin cepat menabung, semakin ringan beban bulanan berkat efek compound interest atau bunga majemuk, di mana hasil investasi terus diinvestasikan ulang sehingga uang tumbuh secara eksponensial.
Namun, jangan sampai ambisi memberikan pendidikan terbaik malah berujung pada tekanan finansial yang memberatkan, Ma.
Seperti penjelasan Prita Ghozie, orangtua perlu memahami alokasi dana sekolah yang disisihkan dari gaji atau bonus, nilai dari sekolah itu sendiri, serta mempertimbangkan jumlah anak dan jarak usia mereka.
Dengan perencanaan yang bijak, semua anak bisa mendapat kesempatan yang adil tanpa mengorbankan stabilitas keuangan keluarga.
Jadi, mulai sedini mungkin, tapi tetap hitung secara realistis agar dana pendidikan tidak menjadi beban di masa depan ya, Ma, Pa.
3. Alokasi anggaran

Alokasikan anggaran untuk dana pendidikan anak dengan menyisihkan beberapa persen dari pendapatan bulanan. Besarannya bisa 5%, 10%, atau 20%, sesuaikan dengan kondisi finansial keluarga, Ma.
Yang terpenting, sesuaikan persentase tersebut dengan target biaya pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dengan alokasi yang konsisten dan realistis, dana pendidikan akan terkumpul tanpa mengganggu kebutuhan bulanan lainnya.
Mulailah dari angka yang nyaman, lalu tingkatkan secara perlahan, yang penting ada langkah kecil hari ini, Ma.
4. Pilih instrumen investasi yang sesuai

Lebih lanjut, Prita juga menambahkan agar dana pendidikan bisa dialokasikan dengan berbagai cara, termasuk memilih instrumen investasi.
Mengingat adanya inflasi nilai mata uang setiap tahunnya, menabung menggunakan instrumen investasi lebih disarankan daripada menabung uang secara langsung.
Dengan begitu, nilai uang yang Mama dan Papa tabung dapat terjaga dan tetap relevan di masa depan. Beberapa instrumen investasi yang bisa dipilih diantaranya asuransi pendidikan, reksa dana, atau logam mulia.
5. Lakukan evaluasi berkala

Evaluasi berkala idealnya dilakukan setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Melakukan evaluasi secara berkala membantu Mama dan Papa memantau perkembangan investasi, sehingga dapat dilakukan penyesuaian strategi dan target jika diperlukan.
Nah, itu dia 5 cara cerdas menyiapkan dana pendidikan untuk anak. Menyiapkan dana pendidikan untuk anak bukanlah hal yang mudah, diperlukan kerja keras dan juga perjuangan untuk mewujudkannya.
Namun, percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia untuk pendidikan anak. Rasa lelah dan pengorbanan yang Mama dan Papa lakukan saat ini adalah jembatan bagi anak dalam mencapai kesuksesannya kelak di masa depan.
Jadi, mulailah menyiapkan dana pendidikan untuk anak sedini mungkin. Sebab, waktu adalah aset yang paling berharga dalam investasi.


















