Popmama.com/Sania Chandra
Untuk menentukan apakah seseorang mengalami insufisiensi vena kronis, dokter akan melakukan penilaian berdasarkan gejala yang dirasakan, pemeriksaan klinis, serta pemeriksaan menggunakan ultrasonografi dupleks.
Pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter melihat apakah terjadi refluks atau aliran darah yang bergerak kembali ke arah yang tidak semestinya. Selain itu, ultrasonografi dupleks juga digunakan untuk memetakan pembuluh vena yang mengalami masalah sebelum dokter menentukan terapi yang sesuai.
Pada kondisi tertentu, penanganan dapat dilakukan dengan beberapa langkah, termasuk meningkatkan aktivitas fisik, mengendalikan berat badan, melakukan elevasi atau meninggikan posisi tungkai, serta menggunakan terapi kompresi sesuai anjuran dokter.
Sementara itu, tindakan endovenous dapat dipertimbangkan pada pasien yang memenuhi indikasi. Sebelum menjalani tindakan, manfaat, risiko, serta pilihan terapi perlu dibahas bersama dokter agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
“Endovenous Laser Ablation (EVLA) menggunakan energi panas melalui serat laser yang dimasukkan ke dalam vena yang mengalami refluks dengan panduan ultrasonografi. Tujuannya adalah menutup vena superfisial yang mengalami refluks; aliran darah tetap berlangsung melalui jaringan vena lain yang berfungsi baik,” jelas dr. Emanoel Oepangat.
“EVLA bukan tindakan kosmetik semata dan tidak diberikan hanya berdasarkan adanya vena yang terlihat menonjol. Menjaga berat badan, tetap aktif, menghindari duduk atau berdiri terlalu lama, serta mengikuti anjuran terapi dapat membantu kesehatan vena,” pungkasnya.
Itu dia penjelasan mengenai chronic venous insufficiency. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi kita semua, ya.