Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

PMS atau PMDD? Kenali Perbedaan Gejala dan Kapan Harus Waspada

PMS atau PMDD? Kenali Perbedaan Gejala dan Kapan Harus Waspada
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • PMS umumnya memicu gejala ringan hingga sedang seperti kram, payudara sensitif, dan perubahan mood, tetapi rutinitas harian biasanya tetap berjalan.
  • PMDD menghadirkan kecemasan berlebihan, depresi berat, mood swing, serta gangguan konsentrasi yang dapat menghambat pekerjaan, relasi sosial, dan memicu konflik.
  • PMS dialami hingga 90% perempuan usia produktif dan dapat ditangani mandiri; PMDD dialami 3–8%, memerlukan evaluasi profesional, terutama bila muncul panik atau pikiran menyakiti diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menjelang siklus menstruasi, Mama pasti sering merasa moody, mudah cemas, atau perut terasa tidak nyaman. Kondisi menjelang datang bulan ini memang hal yang wajar dialami oleh hampir setiap perempuan, ya.

Sayangnya, masih banyak perempuan yang bingung membedakan antara Premenstrual Syndrome (PMS) biasa dengan Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD). Karena, kedua kondisi ini sama-sama terjadi pada dua minggu sebelum haid.

Karena mirip Mama menganggap rasa cemas menjelang haid sebagai PMS biasa, padahal bisa jadi itu merupakan PMDD yang butuh penanganan. Berikut Popmama.com telah rangkum penjelasan dari website healthline mengenai perbedaan keduanya agar Mama bisa lebih paham!

  1. 1. Perbedaan gejala yang dirasakan

    PMS atau PMDD? kenali perbedaannya (2)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Gejala PMS umumnya tergolong ringan hingga sedang, seperti kram perut, payudara sensitif, atau suasana hati yang naik turun.

    Sebaliknya, PMDD membuat emosi yang jauh lebih ekstrim dan intens menjelang datang bulan seperti rasa cemas berlebihan, depresi berat, hingga mood swing berlebih yang merupakan tanda dari PMDD.

    Rasa sakit fisik maupun emosional pada penderita PMDD sering terasa lebih sakit dibanding PMS. Jika PMS hanya bikin bad mood, PMDD bisa membuat Mama merasa nggak nyaman menjalani hari.

  2. 2. Dampak emosional

    PMS atau PMDD? kenali perbedaannya (3)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Meskipun PMS bikin Mama lebih sensitif, kondisi ini tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Hubungan dengan suami, anak, atau teman biasanya tetap dapat terjalin dengan baik.

    Lain halnya dengan PMDD yang dapat mengganggu hubungan sosial yang cukup terlihat, seperti sering kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja serta rasa emosional yang bisa memicu konflik.

    Perubahan emosi yang tak terkontrol pada PMDD bahkan dapat membuat Mama merasa terisolasi dari lingkungan. 

  3. 3. Banyaknya angka kejadian

    PMS atau PMDD? kenali perbedaannya (4)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Secara medis, PMS dialami oleh sebagian besar perempuan usia produktif dengan persentase mencapai 90%. Kondisi ini dianggap sebagai ketidaknyamanan fisik dan emosional bulanan yang tergolong sering terjadi.

    Di sisi lain, PMDD termasuk sebagai gangguan kesehatan mental yang terdaftar secara resmi di DSM. Kasusnya tergolong jauh lebih jarang yakni hanya dialami 3-8% perempuan.

    Untuk mendiagnosis PMDD, dokter memerlukan pemeriksaan lebih intens. Jadi, PMDD bukan sekadar PMS berat, melainkan gangguan medis yang membutuhkan perhatian khusus.

  4. 4. Cara penanganan yang diperlukan

    PMS atau PMDD? kenali perbedaannya (5)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Untuk meredakan gejala PMS, Mama biasanya hanya membutuhkan penanganan mandiri yang terbilang sederhana. Perubahan gaya hidup sehat, olahraga ringan, istirahat cukup, atau minum obat pereda nyeri sudah sangat membantu.

    Namun, penanganan PMDD tidak bisa hanya mengandalkan istirahat atau minum jamu saja, Ma. Kondisi ini memerlukan bantuan profesional, seperti terapi psikologis, dan obat antidepresan.

  5. 5. Kapan harus waspada terkait gejalanya?

    PMS atau PMDD? kenali perbedaannya (6)
    Popmama.com/Reisya Adelia/AI

    Mama harus mulai meningkatkan kewaspadaan jika gejala menjelang haid terasa sangat mengganggu dan tidak wajar. Seperti rasa cemas berlebih, muncul pikiran untuk menyakiti diri, atau panik hebat, maka segera periksakan diri.

    Terpenting, jangan ragu untuk mencari bantuan tenaga medis karena PMDD merupakan kondisi yang dapat disembuhkan dengan perawatan tepat. Maka, Mama perlu mulai sadar akan gejala yang dirasakan untuk segera mendapat penanganan!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More