Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Efek Autoimun pada Tubuh, Rambut Rontok Salah Satunya!
Pexels/Armin Rimoldi
  • Autoimun terjadi ketika sistem kekebalan keliru menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh sendiri, sehingga gejalanya dapat muncul bersamaan di berbagai bagian tubuh.
  • Tanda yang perlu diperhatikan meliputi nyeri sendi atau otot, demam berulang tanpa infeksi jelas, kelelahan ekstrem, serta ruam, gatal, atau perubahan kulit.
  • Autoimun juga dapat berkaitan dengan perubahan berat badan drastis, gangguan pencernaan berulang, dan rambut rontok berlebihan hingga bercak botak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Autoimun dapat menimbulkan peradangan sendi, demam berulang, kelelahan ekstrem, masalah kulit, perubahan berat badan, gangguan pencernaan, dan rambut rontok.
  • Who?
    Orang dengan sistem kekebalan yang keliru menyerang sel, jaringan, atau organ tubuh sendiri dapat mengalami gejala tersebut.
  • Where?
    Efeknya dapat muncul pada sendi dan otot, kulit, saluran pencernaan, kelenjar tiroid, folikel rambut, serta bagian tubuh lain.
  • When?
    Gejala dapat muncul tiba-tiba, hilang-timbul, atau berulang, termasuk saat tidak ada infeksi maupun perubahan pola makan yang jelas.
  • Why?
    Kondisi terjadi ketika sistem imun yang seharusnya melindungi tubuh dari penyakit dan infeksi justru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri.
  • How?
    Autoimun dapat dikenali melalui keluhan menetap atau berulang, seperti nyeri, demam, lelah, ruam, perubahan berat badan, gangguan perut, dan kerontokan rambut; pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Autoimun terjadi saat penjaga tubuh malah menyerang tubuh sendiri. Orang bisa sakit sendi, demam, sangat capek, atau kulit gatal dan merah. Berat badan bisa naik atau turun. Perut juga bisa sakit atau diare. Rambut dapat rontok sampai ada bagian botak. Tanda-tanda ini perlu diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernahkah kamu merasa mudah capek padahal udah tidur cukup? Atau tiba-tiba kulit gatal-gatal dan berat badan naik turun tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi itu bukan cuma soal kurang istirahat, melainkan sinyal dari sistem imun yang salah sasaran alias autoimun.

Melansir National Institute of Environmental Health Sciences (NIEHS), autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi dari penyakit dan infeksi justru keliru menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. 

Efeknya bisa muncul di berbagai bagian tubuh dan kadang datang barengan, jadi penting buat kamu mengetahui tanda-tandanya sejak awal. 

Supaya kamu dapat memperhatikan tubuh kamu, berikut Popmama.com mengulas 7 efek autoimun yang muncul dan perlu kamu waspadai. Yuk, simak sampai habis!

1. Peradangan sendi

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Salah satu efek yang paling mudah dikenali dari autoimun adalah rasa nyeri di sendi atau otot yang datang tiba-tiba. Mengutip Find Me Cure, nyeri sendi dan otot ini bisa jadi tanda dari beberapa jenis autoimun sekaligus, mulai dari rheumatoid arthritis hingga Hashimoto's thyroiditis.

Menurut Parsley Health, nyeri otot dan sendi yang tidak kunjung reda juga dapat mengarah pada lupus. Kalau kamu merasa sakit di seluruh badan padahal tidak baru saja berolahraga berat, ada baiknya memeriksakan darah untuk memastikan penyebabnya.

Dikutip dari NIEHS, banyak jenis autoimun, seperti rheumatoid arthritis, memang menyasar area sendi dan dapat dipicu oleh faktor lingkungan seperti paparan bahan kimia tertentu.

2. Demam

Pexels/Hải Nguyễn

Selain nyeri sendi, demam ringan yang hilang-timbul juga jadi salah satu tanda tubuh sedang berperang melawan dirinya sendiri. Menurut NIEHS, kondisi autoimun seperti lupus bisa menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari nyeri ringan hingga kronis, demam, hingga gejala mirip flu.

Bedanya, demam akibat autoimun biasanya datang tanpa sebab infeksi yang jelas dan bisa berulang. Kalau kamu sering demam tanpa alasan yang masuk akal, jangan buru-buru menganggapnya masuk angin biasa.

3. Kelelahan ekstrem

Pexels/Ron Lach

Ini dia efek autoimun yang paling sering disepelekan: rasa lelah yang tidak hilang meski udah istirahat cukup. Mengutip Find Me Cure, kelelahan dan brain fog bisa jadi tanda paling awal dari autoimun, apalagi kalau muncul meski kamu sudah tidur 8 sampai 9 jam.

Dilansir dari Parsley Health, rasa lelah ini kadang berkaitan dengan anemia akibat peradangan kronis dalam tubuh. Jadi, kalau kamu ngerasa capek berat setiap hari tanpa alasan jelas, jangan anggap remeh, ya.

4. Masalah pada kulit

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Kulit sering menjadi cermin pertama yang menunjukkan adanya peradangan di dalam tubuh. Menurut Find Me Cure, ruam, kemerahan, gatal, atau area kulit yang menjadi lebih sensitif tanpa sebab jelas bisa menandakan peradangan yang sedang terjadi.

Mengutip Parsley Health, ruam merah, gatal, atau bersisik yang hilang-timbul bisa menjadi tanda awal lupus atau psoriasis. Bahkan jerawat dan eksim yang tiba-tiba muncul pun perlu diwaspadai kalau tidak biasanya begitu.

5. Fluktuasi berat badan

Pexels/Andres Ayrton

Berat badan yang naik atau turun drastis tanpa perubahan pola makan juga masuk daftar efek autoimun yang perlu kamu perhatikan. Mengutip Find Me Cure, kondisi seperti hipotiroidisme dapat  memperlambat metabolisme sehingga berat badan naik meski asupan makanmu tetap sama.

Melansir Parsley Health, gangguan tiroid akibat autoimun dapat membuat metabolisme terasa "macet" dan memengaruhi berat badan secara signifikan. Kalau timbangan kamu berubah drastis tanpa sebab yang masuk akal, ini layak jadi perhatian.

6. Masalah pencernaan

Pexels/Sora Shimazaki

Perut yang sering kembung, kram, atau diare berulang kadang dianggap cuma gara-gara salah makan. Padahal, menurut Find Me Cure, gangguan pencernaan yang muncul tiba-tiba disertai tanda peradangan lain bisa jadi sinyal penyakit radang usus atau IBD.

Mengutip Parsley Health, hal ini menyebutkan bahwa nyeri perut dan kembung yang datang dan pergi bisa mengarah ke Crohn's disease atau celiac disease. Makin lama dibiarkan, gangguan ini bisa makin merusak saluran pencernaan.

7. Rambut rontok

Pexels/Towfiqu barbhuiya

Efek autoimun terakhir yang sering bikin khawatir adalah rambut rontok berlebihan atau bahkan sampai muncul bercak botak. Mengutip Parsley Health, rambut yang menipis atau rontok drastis dapat dikaitkan dengan penyakit Graves atau alopecia areata.

Pada kondisi Graves, rambut yang halus dan rapuh biasanya dibarengi dengan gejala lain seperti susah tidur, mudah gelisah, dan tangan gemetar. Sementara pada alopecia areata, sistem imun langsung menyerang folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut jadi terganggu.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 efek autoimun yang dialami oleh tubuh. Semoga informatif dan bermanfaat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article