Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Fakta Tentang Perempuan di Industri Kreatif Indonesia

7 Fakta Tentang Perempuan di Industri Kreatif Indonesia
Popmama.com/NasywaQurrotuAini
Intinya Sih
  • Perempuan kini mendominasi industri kreatif Indonesia dengan sekitar 60% pelaku, menunjukkan peran besar mereka sebagai penggerak utama di berbagai sektor kreatif.
  • Meskipun jumlahnya tinggi, perempuan masih menghadapi stigma sosial, beban ganda, dan keterbatasan akses yang menghambat mereka mencapai posisi strategis atau kepemimpinan.
  • Para narasumber menegaskan bahwa perempuan memiliki kemampuan setara; yang dibutuhkan hanyalah ruang, akses, dan kesempatan adil untuk berkembang di ekosistem kreatif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di tengah berkembangnya industri kreatif di Indonesia, peran perempuan semakin terlihat, Ma. Bahkan, banyak yang mungkin tidak menyangka bahwa perempuan justru menjadi bagian besar dari ekosistem ini.

Namun, di balik peluang yang terbuka lebar, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Mulai dari stigma, keterbatasan akses, hingga beban ganda yang kerap dialami perempuan.

Dalam momentum Hari Kartini, hal ini turut dibahas dalam talkshow Women Shaping Creative Ecosystem yang merupakan bagian dari program SRIKANDI di Lippo Mall Nusantara yang berlangsung pada 20 April hingga 17 Mei 2026.

Diskusi ini menghadirkan Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI, serta Veronica Tan, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Turut hadir juga perempuan pelaku industri kreatif Indonesia seperti Intan Anggita Pratiwie, co-founder Setali Indonesia dan movement builder di bidang sustainable fashion, Mega Sandra, founder Fashion Crafty Jakarta sekaligus creative education enabler, serta Friesia Sutijati, Vice Chairman Indonesian Floriculture Association.

Lantas, apa saja fakta menarik tentang perempuan di industri kreatif saat ini?

1. Perempuan Sudah Dominan di Industri Kreatif

Irene Umar berbicara di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Faktanya, perempuan memegang peran besar dalam industri ini, Ma.

Irene Umar mengungkapkan bahwa sekitar 60% pelaku industri kreatif di Indonesia adalah perempuan.

Hal ini menunjukkan bahwa perempuan bukan lagi “pelengkap”, tetapi justru menjadi penggerak utama di berbagai sektor kreatif.

2. Tapi Belum Banyak di Posisi Strategis

Narasumber talkshow duduk bersama di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Meski jumlahnya besar, tidak semua perempuan memiliki akses ke posisi pengambilan keputusan.

Banyak yang masih berada di level operasional, sementara posisi leadership dan kepemilikan masih didominasi pihak lain. Jadi, jumlah besar belum tentu berarti kekuatan yang setara, Ma.

3. Stigma “Perempuan Harus di Rumah” Masih Ada

Veronica Tan berbicara di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Salah satu tantangan terbesar datang dari stigma yang sudah tertanam sejak lama.

Menurut Veronica Tan, pola pikir ini bahkan terbentuk dari lingkungan terdekat.

“Dari rumah itu diajarkan, perempuan nanti di dapur, sementara laki-laki mengejar mimpi.”

Akibatnya, banyak perempuan yang sejak kecil sudah dibatasi ruang geraknya tanpa disadari.

4. Beban Ganda Masih Jadi Realita

Friesia Sutijati berbicara di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Selain stigma, perempuan juga menghadapi beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik.

Veronica Tan menjelaskan bahwa perempuan sering dianggap sebagai pihak utama yang bertanggung jawab atas keluarga dan anak.

Hal ini membuat perempuan harus “berlari dua kali lebih cepat” untuk bisa berkembang di dunia kerja.

5. Akses dan Kesempatan Belum Merata

Mega Sandra berbicara di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Tidak semua perempuan memiliki peluang yang sama, terutama antara yang tinggal di kota dan daerah.

Masih menurut Veronica Tan, sekitar 40% perempuan masih terjebak stigma karena keterbatasan akses pendidikan dan peluang.

Di beberapa daerah, perempuan bahkan merasa cukup dengan kondisi yang ada karena memang tidak diberikan pilihan lain.

6. Banyak Perempuan Hebat Muncul dari Keterbatasan

Intan Anggita Pratiwie berbicara di atas panggung
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Menariknya, banyak perempuan justru memulai dari kondisi yang tidak ideal.

Intan Anggita Pratiwie misalnya, memulai perjalanannya dari aktivisme dan berkeliling Indonesia Timur sebelum akhirnya membangun gerakan sustainable fashion.

Sementara Mega Sandra fokus pada edukasi dan pemberdayaan perempuan di daerah, bahkan hingga ke wilayah terpencil.

Ini menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang, tapi justru bisa menjadi titik awal.

7. Perempuan Sebenarnya Sudah Mampu, Tinggal Dikasih Ruang

Para perempuan pelaku industri kreatif Indonesia
Popmama.com/NasywaQurrotuAini

Salah satu insight paling kuat dari talkshow ini adalah: perempuan sebenarnya tidak kekurangan kemampuan.

Veronica Tan menegaskan:

“Perempuan itu sebenarnya punya kemampuan, bukan soal diberdayakan, tapi bagaimana diberikan ruang dan akses yang sama.”

Artinya, yang dibutuhkan bukan sekadar motivasi, tapi kesempatan yang adil.

Melihat berbagai fakta di atas, bisa disimpulkan bahwa peluang perempuan di industri kreatif memang besar, Ma. Namun, tantangan yang ada juga tidak bisa diabaikan.

Yang terpenting, setiap perempuan punya pilihan, baik untuk berkarier, fokus pada keluarga, atau keduanya.

Seperti yang disampaikan dalam talkshow, selama ada ruang, akses, dan dukungan, perempuan bisa berkembang dan mencapai mimpinya dengan cara mereka sendiri.

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More