Ada masa lalu dibelakangku
Kadang kau terganggu
Ku maklumi itu
Aku belajar untuk menerimaKarena tak adil kurasa
Bila bersyarat cintaku
Terima kasih karena kau bertahanMelihatku tanpa tuduhan
Senang bisa dengar suaramu lagiApakah bisa setiap hari
Jadi hangat di malam dinginku
Menjadi tenang dalam gemuruhku
Terima kasih karena kau bertahanMelihatku tanpa tuduhan
Kau bukanlah masa lalumuDan ku lihat jelas usahamu
Ingin namaku di masa depanmu
Senang bisa dengar suaramu lagiApakah bisa setiap hari
Jadi hangat di malam dinginku
Menjadi tenang dalam gemuruhku
Rindu itu berat saat jarak menguji
Tapi tidak dengan kita
Tapi tidak dengan kita
Rindu itu berat saat jarak menguji
Tapi tidak dengan kita
Tapi tidak dengan kita
Senang bisa dengar suaramu lagi
Apakah bisa setiap hari
Jadi hangat di malam dinginku
Menjadi tenang dalam gemuruhku
Makna dan Lirik Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ Ariel feat Raisa

Ariel NOAH dan Raisa berkolaborasi dalam lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ yang langsung menarik perhatian karena perpaduan karakter vokal mereka yang saling melengkapi.
Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ menjadi original soundtrack film Dilan ITB 1997.
Lagu kolaborasi ini mampu menghadirkan nuansa musik era 90-an yang sejalan dengan cerita film tentang kedewasaan dan refleksi masa lalu.
Kolaborasi dua musisi besar Indonesia, Ariel NOAH dan Raisa, akhirnya terwujud lewat lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’. Lagu ini langsung mencuri perhatian karena mempertemukan dua karakter vokal yang berbeda, tapi justru terasa saling melengkapi.
Menariknya, lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ dipilih sebagai original soundtrack (OST) film Dilan ITB 1997, melalui lagu ini, penonton diajak menyelami isi hati Dilan yang sedang mencoba berdamai dengan masa lalu sambil menatap masa depan bersama Ancika.
Berikut Popmama.com sajikan lirik dan makna lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’.
Lirik Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ Ariel NOAH feat Raisa

Makna Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’

Selain soal masa lalu, lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ juga bicara tentang hubungan yang tetap kuat meski diuji jarak dan keadaan. Ada rasa saling percaya yang jadi dasar hubungan mereka, sesuatu yang terasa sederhana, tetapi justru jadi penopang utama.
Makna ini semakin terasa ketika dikaitkan dengan momen pertemuan kembali yang justru terasa menyembuhkan. Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ menggambarkan situasi saat seseorang mendengar lagi suara dari masa lalunya setelah lama berpisah, namun bukan untuk kembali, tetapi untuk menerima dan mengikhlaskan semua yang sudah terjadi.
Di titik ini, kedewasaan jadi kunci untuk menghargai kenangan tanpa harus merusak kehidupan yang sedang dijalani sekarang.
Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ Diangkat Menjadi OST Film Dilan ITB 1997

Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ yang dibawakan oleh Ariel NOAH dan Raisa dipercaya menjadi original soundtrack film Dilan ITB 1997. Pemilihan lagu ini terasa pas karena nuansa yang dibawa sejalan dengan cerita film yang lebih dewasa dan penuh pertimbangan.
Menariknya, lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ juga diaransemen dengan sentuhan musik khas era 90-an, mengikuti latar waktu film yang berada di masa tersebut.
Kehadiran lagu ini bukan sekadar pemanis, melainkan sebuah nyawa baru yang menggambarkan perjalanan emosional Dilan yang kini jauh lebih dewasa.
FAQ Lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’
| Kenapa Ariel Noah dan Raisa dipilih sebagai pengisi OST film Dilan ITB 1997? | Kolaborasi ini bertujuan menggabungkan karakter suara Ariel NOAH yang karismatik dengan kelembutan vokal Raisa. Kolaborasi ini menggambarkan dinamika emosi Dilan yang lebih dewasa di masa kuliah. |
| Bagaimana kaitan lirik lagu ini dengan jalan cerita filmnya? | Lirik lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ mencerminkan momen krusial saat Dilan mendengar kembali suara dari masa lalunya (Milea) di tengah hubungannya yang sekarang, seolah menciptakan dilema antara kenangan dan kenyataan. |
| Apa yang membuat lagu ‘Senang Dengar Suaramu Lagi’ menarik? | Perpaduan suara Ariel yang khas dengan vokal Raisa yang lembut jadi daya tarik utama. Keduanya terasa saling melengkapi tanpa terdengar berlebihan. |


















