Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Gejala Penyakit Skoliosis, Yuk Ketahui Cirinya!

5 Gejala Penyakit Skoliosis, Yuk Ketahui Cirinya!
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya
Intinya Sih
  • Skoliosis sering tidak disadari sejak dini dan penyebab pastinya belum jelas, sehingga deteksi gejala menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi makin parah.
  • Gejala umum skoliosis meliputi bahu atau pinggul tidak sejajar, nyeri punggung berulang, serta perbedaan posisi payudara pada wanita akibat kelengkungan tulang belakang.
  • Penyakit ini dapat muncul sejak dalam kandungan hingga masa remaja, terutama pada perempuan usia 14–20 tahun, sehingga pemantauan postur tubuh perlu dilakukan secara rutin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Penyakit skoliosis kerap datang diam-diam tanpa disadari. Tidak sedikit orang yang tahu setelah terkena skoliosis ketika keluhan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Menariknya, sebagian besar kasus justru tidak diketahui penyebab pastinya, sehingga deteksi gejala menjadi langkah penting untuk mencegah skoliosis makin berat. 

Berikut Popmama.com rangkum gejala penyakit skoliosis yang harus Mama ketahui. Simak sampai habis, ya!

Table of Content

1. Adanya faktor genetik

1. Adanya faktor genetik

5 Gejala skoliosis 1.jpeg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Gejala khas skoliosis juga bisa muncul sejak masih dalam kandungan. Hal ini bisa memicu ketidaktahuan seseorang akan kelainan tulang belakang yang dialami. Apalagi ketika penderita beranjak dewasa.

“Skoliosis penyebabnya juga multi faktor, salah satunya dihubungkan dengan genetik kelainan pada saat di kandungan.” Ucap dr. Prori Fatwa Noor, selaku Konsultan bedah orthopaedi dan traumotologi, dalam acara “Milestone in Motion: Primaya Sport dan Orthopedic Center” di hotel Pullman Jakarta, pada Kamis (2/4/2026).

Untuk Mama, ketika sedang mengandung perlu diperhatikan nutrisi yang diperlukan bayi saat di dalam perut, terlebih jika memiliki genetik terhadap penyakit skoliosis. Penting juga bagi Mama untuk berkonsultasi ke Dokter ketika masa kehamilan agar bayi yag lahir dapat sehat dan terhindar dari beragam penyakit.

Lalu, bagaimana tanda-tanda yang bisa terlihat oleh penderita skoliosis?

2. Bahu tidak sejajar

Gejala skoliosis 2.jpeg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Selain punggung membengkok, skoliosis juga sering menunjukkan gejala berupa ketidaksejajaran bagian tubuh atas. Ini terjadi karena tulang belakang yang miring menarik struktur tubuh di sekitarnya.

“Kalau diperiksa bahunya tidak sama tinggi, kalau dilihat juga tidak sama tinggi” ungkap dr. Jursal Harun, Konsultan bedah orthopedi tulang belakang.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai seperti salah satu bahu tampak lebih tinggi daripada sisi lainnya, salah satu tulang belikat (tulang bahu belakang) tampak lebih menonjol, dan pinggul tampak miring.

Gejala ini bisa muncul perlahan, sehingga tidak banyak orang yang sadar apalagi ketika beranjak dewasa atau dalam fase remaja.

3. Sering nyeri punggung

5 Gejala Skoliosis 3.jpeg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Pada beberapa orang, skoliosis disertai keluhan nyeri punggung atau rasa pegal yang tidak biasa. Keluhan ini bisa muncul setelah duduk lama, berdiri lama, atau membawa beban di satu sisi tubuh.

Nyeri muncul karena otot dan ligamen di sekitar tulang belakang bekerja ekstra untuk menyeimbangkan posisi tubuh yang tidak simetris. Akibatnya, punggung mudah terasa lelah, kaku, atau pegal.

Walau tidak semua skoliosis menyebabkan nyeri, keluhan nyeri punggung berulang pada usia muda sebaiknya tidak diabaikan begitu saja. Apalagi kalau disertai perubahan bentuk punggung tadi, lebih baik segera diperiksakan.

4. Bisa muncul ketika remaja

5 Gejala skoliosis 4.jpeg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Penyakit kelainan tulang belakang ini bukan hanya muncul sejak dalam kandungan.  Akan tetapi, penyakit ini dapat muncul ketika seseorang mulai beranjak remaja.

“Hampir 80% itu terjadi pada adolescent idiopathic scoliosis dan itu muncul ketika usia 14–20 tahun, terutama pada wanita.” Ungkap dr. Evan, Konsultan bedah orthopedi dan cedera olahraga.

Artinya, skoliosis bisa saja  muncul pada saat pertumbuhan pesat, yakni remaja. Selain itu, penyakit ini sering ditemukan pada perempuan yang beranjak remaja. 

Kelainan tulang belakang ini, tak selalu tampak saat masih balita, sehingga perlu pemantauan bentuk tubuh di usia sekolah dan remaja.

5. Posisi payudara yang tidak sejajar pada wanita

5 Gejala skoliosis 5.jpeg
Popmama.com/Muhammad Saddam Amtael Soerawijaya/AI

Nah, yang terakhir gejalanya lumrah muncul pada wanita. Karena bagian payudara bisa di salah satu sisi bisa terlihat tidak simetris.

”Biasanya ketika dilihat dari depan bagian payudaranya tidak simetris, yang satu ke belakang, yang satu agak menonjol.” Tambah dr. Jursal Harun.

Bagi Mama yang mengalami hal serupa, bisa konsultasikan langsung pada ahlinya, agar kelainan tulang belakang seperti skoliosis dapat dicegah sebelum menjadi semakin parah.

Jangan ragu untuk menyampaikan keluhan yang dialami tubuh kepada ahlinya, karena mencegah lebih baik dari mengobati.

Itulah, gejala penyakit skoliosis yang Mama harus tahu. Semoga bermanfaat, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More