Wikimedia Commons/LASZLO ILYES
Terakhir, ada si hijau yang tampak mengintimidasi, green moray. Sebenarnya, warna aslinya bukan hijau, melainkan cokelat tua. Warna hijau itu muncul karena adanya lapisan lendir berwarna kuning yang menutupi kulit birunya.
Namun, jangan sampai rasa penasaran membuat Mama ingin menyentuhnya. Green moray dikenal memiliki wilayah kekuasaan yang sangat ketat.
Ia tidak segan-segan menyerang siapa pun yang mendekat. Selain gigitannya yang bisa menyebabkan perdarahan hebat, daging belut hijau ini telah berkali-kali dilaporkan menjadi penyebab kasus keracunan ciguatera.
Mengutip dari floridamuseum.ufl.edu, keracunan ciguatera pada manusia akibat langsung mengonsumsi belut moray hijau berukuran besar telah tercatat.
Penyebabnya adalah dinoflagellata (mikroalga) yang tumbuh pada terumbu karang mati atau makroalga. Ikan herbivora yang memakan karang dan makroalga tersebut menumpuk racun yang dihasilkan dinoflagellata.
Meskipun insiden keracunan ciguatera sangat jarang, pencegahan terutama bergantung pada pengetahuan tentang spesies yang berpotensi beracun dan kehati-hatian dalam mengonsumsi makanan laut.
Mengonsumsi daging belut moray hijau menimbulkan risiko tinggi dengan manfaat yang sangat kecil dibandingkan dengan potensi bahayanya.
Nah, itulah penjelasan mengenai 5 belut laut beracun yang tidak bisa dimakan. Semoga bermanfaat, Ma.
Bagaimana bentuk belut laut? | Belut laut umumnya memiliki tubuh panjang, ramping, dan menyerupai ular dengan kulit licin tanpa sisik yang terlihat jelas. Salah satu contohnya adalah moray eel yang memiliki kepala besar, rahang kuat, serta sering hidup di celah-celah karang di laut. |
Apa bedanya belut sawah dan belut rawa? | Perbedaan utama antara belut sawah dan belut rawa terletak pada habitat dan ukurannya. Monopterus albus atau belut sawah biasanya hidup di area persawahan dan ukurannya cenderung lebih kecil. Sementara belut rawa hidup di perairan rawa yang lebih dalam dan berlumpur, dengan ukuran yang bisa lebih besar serta warna tubuh yang sedikit berbeda. |
Apa bedanya belut dan sidat? | Belut dan sidat sering dianggap sama, padahal berbeda. Belut seperti Monopterus albus tidak memiliki sirip dada dan umumnya hidup di air tawar. Sedangkan sidat seperti Anguilla memiliki sirip yang lebih lengkap dan memiliki siklus hidup unik, yaitu bermigrasi dari air tawar ke laut untuk berkembang biak. |