Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Kenapa Habis Makan Langsung BAB? Ini Penyebab dan Cara Atasinya
Pexels/Miriam Alonso
  • Langsung BAB setelah makan adalah hal normal akibat refleks gastrokolik, di mana tubuh memberi sinyal ke usus besar untuk mengosongkan ruang bagi makanan baru.
  • Refleks gastrokolik bisa menjadi terlalu aktif karena faktor seperti IBS, IBD, alergi makanan, jenis makanan tertentu, serta stres atau kecemasan berlebih.
  • Cara menenangkan refleks ini meliputi makan porsi kecil tapi sering, mencatat makanan pemicu, mengelola stres, mencoba diet rendah FODMAP, dan konsultasi dokter bila gejala berat muncul.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kadang orang habis makan langsung pengin ke toilet. Itu karena perut kasih tahu usus buat kosongin tempat biar makanan baru bisa masuk. Ini hal normal, namanya refleks gastrokolik. Tapi kalau terlalu sering bisa karena sakit perut, stres, atau makanan tertentu. Sekarang orang disaranin makan sedikit-sedikit dan tenang biar perutnya gak kaget.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Artikel ini menampilkan sisi positif dari cara kerja tubuh manusia yang cerdas dan teratur. Refleks gastrokolik dijelaskan sebagai mekanisme alami yang membantu sistem pencernaan berfungsi efisien, menunjukkan bahwa tubuh mampu menyesuaikan diri terhadap asupan makanan dengan cepat. Penjelasan ilmiah dan saran praktis dalam artikel juga memberi pembaca pemahaman serta kendali lebih baik atas kesehatan pencernaan mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah kamu sedang asyik menikmati makan siang atau makan malam di restoran, lalu belum juga makanan tersebut tuntas dicerna, perut mendadak terasa mulas? 

Bagi sebagian orang, kejadian ini mungkin hanya terjadi sesekali. Namun, bagi beberapa orang lainnya, dorongan untuk pergi ke belakang tepat setelah makan bisa menjadi rutinitas harian yang sering kali membuat cemas dan malu, apalagi jika sedang berada di tempat umum.

Untuk menjawab rasa penasaran kamu, berikut Popmama.com merangkum kenapa habis makan langsung BAB. Yuk, simak sampai habis!

Apa Alasan BAB setelah Makan dan Apakah Ini Normal?

Pexels/cottonbro studio

Banyak orang salah kaprah dengan mengira bahwa feses yang keluar setelah makan adalah makanan yang baru saja mereka kunyah dan telan. Padahal, sistem pencernaan manusia tidak bekerja secepat kilat seperti itu. 

Secara medis, makanan membutuhkan waktu yang cukup panjang, mulai dari 24 hingga 72 jam, untuk bergerak dari mulut, lambung, usus halus, usus besar, hingga akhirnya dikeluarkan sebagai feses. 

Jadi, apa yang kamu keluarkan di toilet setelah makan siang hari ini sebenarnya adalah sisa makanan dari kemarin atau bahkan dua hari yang lalu.

Lalu, apakah langsung BAB setelah makan adalah hal yang normal? Jawabannya adalah ya, sangat normal. Tubuh kita dirancang dengan sistem yang sangat pintar. 

Ketika ada makanan baru yang masuk ke dalam lambung, tubuh akan memberikan sinyal kepada saluran pencernaan bagian bawah untuk mengosongkan ruang agar makanan baru tersebut bisa diproses. 

Ini adalah sebuah refleks alami tubuh yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan, selama feses yang keluar memiliki tekstur yang normal dan tidak disertai dengan rasa sakit yang melilit.

Mengenal Apa Itu Gastrocolic Reflex

Pexels/Sora Shimazaki

Nah, sinyal alami tubuh untuk mengosongkan ruang yang baru saja kita bahas di atas memiliki nama medis, yaitu gastrocolic reflex (refleks gastrokolik). 

Mengutip dari Medical News Today, refleks gastrokolik adalah reaksi tidak sadar dari tubuh kita. Saat makanan masuk dan meregangkan lambung, tubuh akan melepaskan beberapa hormon pencernaan.

Hormon-hormon ini kemudian mengirimkan pesan langsung ke usus besar (kolon) untuk mulai berkontraksi. 

Kontraksi inilah yang mendorong feses yang sudah ada di dalam usus besar bergerak menuju rektum, sehingga memicu rasa mulas dan keinginan kuat untuk segera buang air besar

Intensitas refleks gastrokolik pada setiap orang bisa berbeda-beda; ada yang merasakannya sangat ringan, namun ada pula yang merasakannya dengan sangat kuat hingga harus segera berlari ke toilet.

Penyebab Gastrocolic Reflex Terlalu Aktif

Pexels/Vitaly Gariev

Meskipun refleks gastrokolik adalah fungsi tubuh yang normal, mengutip dari GI Center Texas, berikut adalah beberapa penyebabnya:

  1. Sindrom iritasi usus besar (IBS): Orang yang mengidap Irritable Bowel Syndrome (IBS) memiliki saluran pencernaan yang jauh lebih sensitif. Bagi mereka, refleks gastrokolik bisa bereaksi sangat cepat dan kuat, sering kali menyebabkan kram perut dan diare segera setelah makan.

  2. Penyakit radang usus (IBD): Kondisi medis seperti penyakit Crohn atau kolitis ulseratif menyebabkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Peradangan ini membuat usus sangat reaktif terhadap makanan yang baru masuk.

  3. Alergi atau intoleransi makanan: Mengonsumsi makanan yang tidak bisa ditoleransi oleh tubuh, seperti produk susu (bagi yang intoleran laktosa) atau gluten, dapat memicu peradangan sementara dan mempercepat kontraksi usus.

  4. Jenis makanan tertentu: Makanan yang sangat pedas, berlemak tinggi, berminyak, atau bahkan makanan dengan kandungan serat yang dikonsumsi dalam jumlah sangat banyak sekaligus, bisa merangsang usus untuk bergerak lebih agresif.

  5. Stres dan kecemasan : Terdapat hubungan yang sangat kuat antara otak dan usus (gut-brain axis). Saat kamu merasa stres atau cemas, sistem saraf di usus akan ikut tegang dan memicu keinginan buang air besar yang lebih sering.

Cara Menghentikan Kebiasaan BAB Setelah Makan

Pexels/Helena Lopes

Melansir dari Healthline, berikut adalah cara menenangkan refleks gastrokolik yang berlebihan:

  1. Makan dalam porsi kecil namun sering: Perut yang meregang secara tiba-tiba karena porsi makan yang besar adalah pemicu utama refleks gastrokolik. Cobalah untuk membagi waktu makanmu menjadi porsi-porsi kecil agar lambung tidak kaget.

  2. Buat catatan makanan: Mulailah mencatat apa saja yang kamu makan dan kapan saja kamu merasa harus langsung ke toilet. Ini akan sangat membantumu mengidentifikasi makanan pemicu, seperti susu, kafein, atau makanan pedas, sehingga kamu bisa menghindarinya di kemudian hari.

  3. Kelola stres: Karena stres bisa memicu usus yang reaktif, cobalah melakukan teknik relaksasi sebelum makan. Mengambil napas dalam-dalam, bermeditasi, atau sekadar mendengarkan musik santai bisa membuat sistem pencernaan lebih tenang saat menerima makanan.

  4. Pertimbangkan diet rendah FODMAP: Jika kamu mencurigai adanya IBS, dokter mungkin akan menyarankan diet rendah FODMAP. Diet ini membatasi jenis karbohidrat tertentu yang sulit dicerna dan rentan berfermentasi di dalam usus, yang kerap memicu gas dan kram.

  5. Segera konsultasi ke dokter: Jika kebiasaan BAB langsung ini sering disertai dengan diare cair yang parah, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, mual, muntah, atau ada darah pada feses, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis gastroenterologi untuk penanganan lebih lanjut.

Nah, itulah pembahasan mengenai kenapa habis makan langsung BAB. Yuk, simak  sampai habis!

Editorial Team

Related Article