Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

4 Klasifikasi Hipertensi yang Perlu Diketahui

4 Klasifikasi Hipertensi yang Perlu Diketahui
Pexels/Gustavo Fring
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Tekanan darah normal berada di bawah 120/80 mmHg dan tetap perlu dijaga dengan pola hidup sehat serta pemeriksaan rutin.

  • Tingkat meningkat hingga hipertensi tahap 1 menunjukkan risiko awal, disarankan perubahan gaya hidup seperti diet DASH dan olahraga teratur.

  • Hipertensi tahap 2 ditandai tekanan di atas 140/90 mmHg, biasanya memerlukan kombinasi obat dan gaya hidup sehat untuk mengontrol tekanan darah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat melakukan pemeriksaan tekanan darah, Mama mungkin sering melihat dua angka yang muncul pada alat tensi.

Angka tersebut ternyata bisa membantu menentukan apakah tekanan darah termasuk normal atau sudah masuk dalam kategori hipertensi.

Nah, hipertensi sendiri memiliki beberapa klasifikasi berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Apa saja? Yuk, kenali 4 klasifikasi hipertensi yang perlu diketahui yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.

1. Normal

Normal
Pexels/Marta Branco

Dilansir dari Healthline, tekanan darah dikategorikan normal jika tekanan sistolik berada di bawah 120 mmHg dan tekanan diastolik di bawah 80 mmHg.

Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan darah masih berada dalam rentang yang sehat.

Meski begitu, tetap penting untuk menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara rutin.

2. Meningkat (elevated)

Meningkat (elevated)
Pexels/Marta Branco

Tekanan darah masuk kategori meningkat (elevated) jika tekanan sistolik berada di angka 120-129 mmHg, sementara tekanan diastolik berada di angka 80-89 mmHg.

Dikutip dari Cleveland Clinic, kondisi ini belum termasuk hipertensi, tetapi bisa menjadi tanda awal risiko hipertensi.

Angka tekanan darah pada tingkat ini dapat diturun dengan menerapkan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).

3. Hipertensi tahap 1

Hipertensi tahap 1
Magnific/magnific

Hipertensi tahap 1 ditandai dengan tekanan sistolik 130-139 mmHg atau tekanan diastolik 80-89 mmHg.

Pada tahap ini, dokter mungkin menyarankan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, dan menjaga berat badan.

4. Hipertensi tahap 2

Hipertensi tahap 2
Pexels/Marta Branco

Hipertensi tahap 2 terjadi ketika tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih.

Pada tahap ini, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup yang dibarengi dengan meresepkan obat untuk membantu mengontrol tekanan darah.

Itulah dia penjelasan mengenai 4 klasifikasi hipertensi yang perlu diketahui. Setiap klasifikasi tekanan darah menunjukkan kondisi yang berbeda dan perlu diperhatikan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More