Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Penyebab Hipertensi, Waspadai Kebiasaan Ini!
Pexels/SHVETS production
  • Hipertensi disebut silent killer karena sering tanpa gejala jelas dan terbagi menjadi dua jenis: primer serta sekunder yang dipicu kondisi kesehatan tertentu.
  • Faktor utama penyebab hipertensi meliputi keturunan, usia, konsumsi garam berlebih, kekurangan kalium, berat badan berlebih, kurang gerak, merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan.
  • Penyakit seperti diabetes, gangguan ginjal, kurang tidur, sleep apnea, serta stres berkepanjangan juga dapat memicu peningkatan tekanan darah secara signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering disebut silent killer karena kerap datang tanpa gejala yang jelas.

Banyak orang baru menyadari dirinya mengalami hipertensi setelah melakukan pemeriksaan kesehatan atau saat tubuh mulai menunjukkan keluhan tertentu, seperti sakit kepala, mudah lelah, atau dada terasa tidak nyaman.

Menurut University of Utah Health, tekanan darah tinggi sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni hipertensi primer yang berkembang perlahan tanpa penyebab yang pasti, dan hipertensi sekunder yang biasanya dipicu kondisi kesehatan tertentu. 

Meski begitu, keduanya tetap memiliki faktor pemicu yang perlu dikenali sejak awal. Berikut 6 penyebab hipertensi yang telah Popmama.com rangkum selengkapnya.

1. Faktor keturunan dan pertambahan usia

Pexels/Alena Darmel

Pernah merasa heran kenapa ada orang yang sudah menjaga pola makan tapi tetap terkena hipertensi? Salah satu jawabannya bisa berasal dari faktor genetik.

Dilansir dari British Heart Foundation, riwayat keluarga memiliki pengaruh cukup besar terhadap risiko hipertensi. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki tekanan darah tinggi, kemungkinan seseorang mengalami kondisi yang sama juga ikut meningkat.

Meski faktor genetik tidak bisa diubah, mengenali risiko sejak dini tetap penting agar seseorang bisa lebih waspada terhadap gaya hidup sehari-hari.

Selain faktor keturunan, usia juga berperan besar. Seiring bertambahnya umur, pembuluh darah secara alami menjadi lebih kaku dan kehilangan elastisitasnya.

Akibatnya, darah membutuhkan tekanan lebih besar untuk mengalir dengan lancar. Inilah sebabnya hipertensi lebih sering ditemukan pada usia dewasa hingga lanjut usia.

2. Terlalu banyak konsumsi garam dan kurang kalium

Pexels/Lionel Ntasano

World Health Organization (WHO) menjelaskan konsumsi natrium atau garam berlebihan menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah tinggi di dunia.

Saat tubuh menerima terlalu banyak natrium, cairan akan lebih mudah tertahan di dalam tubuh. Kondisi ini membuat volume darah meningkat dan memberikan tekanan tambahan pada pembuluh darah.

Itu sebabnya banyak orang langsung menyalahkan makanan asin ketika membahas hipertensi. Tapi ternyata masalahnya tidak sesederhana makanannya saja.

Kondisi ini diperburuk jika tubuh kekurangan kalium. Kalium sendiri bertugas membantu menyeimbangkan kadar natrium sekaligus membantu pembuluh darah lebih rileks. Sayangnya, banyak orang lebih sering mengonsumsi makanan olahan tinggi garam dibanding buah dan sayur yang kaya kalium.

Untuk itu, pengurangan makan makanan asin harus dibarengi dengan konsumsi sayur dan buah sebagai penyeimbang.

3. Berat badan berlebih dan jarak bergerak

Pexels/Mizuno K

Tubuh yang memiliki beban lebih, umumnya membuat jantung ikut bekerja lebih keras.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention, berat badan berlebih membuat tubuh membutuhkan lebih banyak darah untuk mengalirkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah juga ikut meningkat.

Di sisi lain, kebiasaan duduk terlalu lama atau minim olahraga juga memperburuk keadaan. Jantung menjadi kurang efisien dalam memompa darah, sementara pembuluh darah kehilangan fleksibilitasnya.

Namun jangan khawatir, aktivitas sederhana seperti jalan kaki 30 menit, naik tangga, atau rutin bergerak di sela pekerjaan ternyata juga bisa membantu menjaga tekanan darah tetap stabil menggantikan olahraga berat.

4. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan

Pexels/MART PRODUCTION

Merokok ternyata bisa membuat tekanan darah naik lebih cepat dari yang dibayangkan. Hal ini dikarenakan bahan kimia dalam rokok dapat merusak lapisan pembuluh darah dan membuat arteri menyempit. 

Bahkan, tekanan darah bisa meningkat sesaat setelah seseorang merokok. Jika dilakukan terus-menerus, pembuluh darah menjadi semakin kaku dan risiko hipertensi makin tinggi.

Hal serupa juga berlaku pada alkohol. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat mengganggu kerja jantung, memicu perubahan hormon, dan meningkatkan tekanan darah secara perlahan.

5. Penyakit tertentu yang bisa memicu hipertensi

Pexels/Pavel Danilyuk

Bagi sebagian orang, tekanan darah tinggi justru menjadi tanda bahwa tubuh sedang mengalami masalah kesehatan lain, salah satunya diabetes.

Penyakit seperti diabetes dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang membantu mengatur kerja jantung. Kondisi ini kemudian mengakibatkan tekanan darah lebih mudah meningkat.

Selain diabetes, gangguan ginjal juga menjadi salah satu penyebab hipertensi yang cukup umum. Ginjal punya peran penting dalam mengatur cairan dan kadar garam di tubuh. Ketika organ ini tidak bekerja optimal, keseimbangan tekanan darah akan ikut terganggu.

Kondisi hormonal tertentu, gangguan tiroid, hingga efek samping beberapa obat juga bisa menjadi pemicu hipertensi sekunder yang sering tidak disadari.

6. Kurang tidur, sleep apnea, dan stres berkepanjangan

Pexels/SHVETS production

Kurang tidur ternyata bukan cuma membuat badan lemas atau sulit fokus. Dalam jangka panjang, kondisi ini juga bisa memengaruhi tekanan darah.

Melansir dari University of Utah Health, gangguan tidur seperti sleep apnea juga sering menjadi penyebab hipertensi yang tersembunyi. Saat tidur, napas penderita bisa berhenti sesaat berulang kali, membuat kadar oksigen menurun dan memicu stres pada sistem kardiovaskular.

Selain itu, stres yang berlangsung terus-menerus juga punya dampak besar. Ketika seseorang stres, tubuh memproduksi hormon seperti adrenalin dan kortisol yang membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit.

Itu tadi 6 penyebab hipertensi yang ternyata banyak dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat. Yuk, mulai benahi kebiasaan ini untuk menjaga tekanan darah yang stabil! 

Editorial Team

Related Article