- Watchful waiting: kontrol dan tes darah berkala di fasilitas kesehatan primer untuk memantau gejala dan perkembangan penyakit.
- Active surveillance: pemantauan lebih intensif di rumah sakit dengan tes dan pemeriksaan pencitraan berkala.
5 Perawatan Kanker Prostat, Ada Apa Saja?

- Perawatan kanker prostat disesuaikan dengan tingkat agresivitas dan kondisi pasien, bisa berupa pemantauan ketat, operasi, radioterapi, terapi hormon, atau kombinasi beberapa metode.
- Pemantauan dilakukan pada kanker yang tumbuh lambat tanpa gejala, sementara operasi dan radioterapi digunakan untuk mengangkat atau menghancurkan sel kanker yang masih terbatas di prostat.
- Terapi hormon menekan pengaruh testosteron agar pertumbuhan kanker melambat, sedangkan kemoterapi serta metode seperti HIFU dan cryotherapy diterapkan pada kasus lanjut atau tertentu.
Perawatan kanker prostat ternyata tidak hanya dengan operasi atau kemoterapi. Banyak kasus justru cukup dipantau ketat terlebih dahulu sebelum diputuskan langkah terapi yang paling sesuai.
Tim medis biasanya mempertimbangkan seberapa agresif kanker, apakah sudah menyebar, serta kondisi kesehatan pasien secara umum. Dari sini, barulah ditentukan apakah lebih tepat pemantauan, operasi, radioterapi, terapi hormon, atau kombinasi beberapa di antaranya.
Nah, daripada penasaran apa saja yang bisa dilakukan. Kali ini Popmama.com rangkum tentang perawatan kanker prostat, jadi simak sampai habis, ya!
Table of Content
1. Melakukan pemantauan terhadap kondisi kanker

Dikutip dari nhs.uk, untuk kondisi kanker prostat yang masih kecil, tumbuh lambat, dan belum menimbulkan gejala, perawatan bisa dimulai dari pemantauan saja.
Hal ini karena kanker prostat sering kali berkembang pelan dan tidak selalu perlu segera diterapi agresif, sementara pengobatan justru bisa menimbulkan efek samping yang tidak ringan.
Terdapat dua bentuk pemantauan:
Jika selama pemantauan kanker tumbuh atau mulai menimbulkan gejala, tim medis akan berdiskusi dengan pasien mengenai pilihan perawatan yang lebih aktif.
2. Operasi

Salah satu perawatan kanker prostat yang cukup sering dipilih adalah operasi pengangkatan kelenjar prostat atau radical prostatectomy.
Prosedur ini bertujuan mengangkat seluruh prostat yang mengandung sel kanker, terutama bila kanker masih terbatas di dalam kelenjar tersebut.
Namun, seperti operasi besar lainnya, tindakan ini memiliki risiko dan efek samping, antara lain:
- Keluar urine tanpa disadari (inkontinensia).
- Gangguan ereksi atau kesulitan mempertahankan ereksi.
- Masalah orgasme, misalnya sulit mencapai orgasme atau tidak terjadi ejakulasi saat orgasme.
Selain itu, setelah prostatektomi, pasien tidak lagi dapat memiliki anak melalui hubungan seksual biasa. Karena itu, dokter biasanya juga membahas opsi terkait kesuburan sebelum tindakan.
3. Radioterapi

Radioterapi menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk membunuh sel kanker prostat. Terapi ini dapat digunakan untuk mengobati kanker yang belum menyebar jauh maupun kanker prostat yang sudah lebih lanjut.
Peran radioterapi meliputi:
- Mengobati kanker prostat yang belum terlalu menyebar jauh.
- Membantu mengurangi gejala atau memperlambat perkembangan kanker yang sudah menyebar.
Radioterapi bisa menimbulkan beberapa efek samping, seperti kelelahan, gangguan berkemih, atau masalah pencernaan, tergantung teknik dan dosis yang digunakan.
4. Terapi hormon

Kanker prostat sangat dipengaruhi oleh hormon testosteron, yang merangsang pertumbuhan sel kanker di prostat.
Terapi hormon bekerja dengan cara menghentikan produksi testosteron atau menghambat efeknya di dalam tubuh.
Beberapa poin penting terapi hormon:
- Dapat diberikan berupa suntikan atau tablet.
- Sering digunakan bersama terapi lain, termasuk radioterapi dan obat-obatan bertarget.
- Dapat digunakan pada berbagai stadium, mulai dari kanker yang belum menyebar, belum menyebar jauh, hingga kanker prostat stadium lanjut.
Terapi hormon sendiri tidak menyembuhkan kanker prostat, tetapi bisa memperlambat pertumbuhan dan membantu mengurangi gejala.
Jika dikombinasikan dengan radioterapi pada kanker prostat stadium awal, tujuannya adalah untuk menyembuhkan.
5. Kemoterapi dan perawatan lain

Kemoterapi adalah obat yang bekerja membunuh sel kanker dan biasanya digunakan pada kanker prostat stadium lanjut.
Terapi ini dapat diberikan bersama terapi hormon atau steroid untuk meningkatkan efektivitas dan mengendalikan gejala.
Kemoterapi dapat dipertimbangkan bila:
- Kanker sudah melampaui prostat tetapi belum menyebar sangat luas.
- Dibutuhkan terapi tambahan pada kanker lokal tertentu, yang bisa dikombinasikan dengan radioterapi atau terapi hormon.
Selain itu, terdapat perawatan lain seperti high-intensity focused ultrasound (HIFU) dan cryotherapy yang menggunakan gelombang suara atau pembekuan untuk menghancurkan sel kanker.
Metode ini biasanya hanya digunakan jika kanker belum menyebar keluar prostat dan ketersediaannya tidak merata di setiap fasilitas.
Demikian pembahasan mengenai apa saja perawatan kanker prostat. Semoga bermanfaat, Ma.












-EPTyv4ZfkIqaTmqMh07IKLHu1y8ku0qi.jpg)





