“Aku pribadi nggak perfeksionis. Dulu mungkin iya, tapi aku percaya bahwa karakter seseorang bisa berubah karena usia, lingkungan, itu pada akhirnya bisa membuka kekosongan informasi yang nggak pernah kita punya. Jadi akhirnya ada perubahan,” kata Deva Mahenra dalam sesi Popmama Talk edisi April 2026.
Dulu Perfeksionis, Deva Mahenra Kini Lebih Santai Menghadapi Segala Hal

- Deva Mahenra mengaku dulu perfeksionis, namun kini lebih santai karena usia dan pengalaman hidup membentuk cara pandangnya terhadap berbagai situasi.
- Ia belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa dikontrol, memilih fokus pada sikap dan respon diri agar hidup terasa lebih tenang.
- Perubahan ini membuat Deva lebih memahami pasangan serta orang sekitar, menumbuhkan empati dan hubungan yang lebih sehat tanpa tuntutan berlebihan.
Seiring bertambahnya usia, banyak orang mengalami perubahan cara pandang dalam menjalani hidup. Hal ini juga dirasakan oleh aktor Deva Mahenra yang kini lebih santai dalam menghadapi berbagai situasi.
Padahal, dulunya Deva mengakui dirinya termasuk orang yang perfeksionis. Cara pandang Deva yang berubah seiring berjalannya waktu membuatnya dirinya menyadari bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna, dan justru di situlah letak proses belajar yang berharga.
Berikut Popmama.com siap membahas informasi mengenai Deva Mahenra kini lebih santai menghadapi segala hal.
1. Adanya perubahan cara pandang seiring berjalannya usia

Perubahan karakter adalah hal yang wajar terjadi dalam kehidupan seseorang. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, seseorang akan dihadapkan pada berbagai situasi yang membentuk pola pikir baru.
Begitu juga dengan Deva yang kini menyadari bahwa dirinya tidak lagi sama seperti dulu. Ia mengungkapkan bahwa lingkungan dan pengalaman hidup turut membuka wawasan baru yang sebelumnya tidak dimilikinya.
2. Belajar menerima hal yang tidak bisa dikontrol

Salah satu hal yang membuat Deva tidak lagi perfeksionis adalah kesadarannya bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan.
Dalam hidup, ada banyak faktor eksternal yang berada di luar kendali manusia, dan memaksakan semuanya berjalan sesuai keinginan justru bisa menimbulkan tekanan.
Kini, Deva memilih untuk fokus pada hal-hal yang bisa ia kontrol, seperti sikap dan respon terhadap suatu keadaan. Dengan begitu, ia merasa lebih tenang dan tidak terbebani oleh ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap diri sendiri.
“Dulu aku perfeksionis, tapi sekarang sudah nggak, karena pada akhirnya kita nggak bisa mengontrol segala sesuatu yang ada di luar kita, kita cuma bisa mengontrol sesuatu yang ada di dalam diri kita saja,” cerita Deva Mahenra.
3. Lebih memahami pasangan dan orang sekitar

Perubahan cara pandang ini juga berdampak pada bagaimana Deva melihat orang lain, termasuk pasangannya. Ia menjadi lebih mudah memahami dan memaklumi karakter orang lain, termasuk jika ada yang masih memiliki sifat perfeksionis.
Alih-alih menuntut atau menghakimi, Deva kini lebih memilih untuk memberikan ruang dan pengertian. Sikap ini membuat hubungan menjadi lebih sehat karena dilandasi oleh empati dan penerimaan.
“Jadi, bagaimana aku melihat pasangan yang perfeksionis jadinya maklum saja. Jadi lebih banyak permakluman,” pungkasnya.
Demikian informasi mengenai Deva Mahenra kini lebih santai menghadapi segala hal. Apakah Mama juga mengalami perubahan cara pandang seperti Deva?
POPMAMA TALK April 2026 - Deva Mahenra
Aktor
Senior Editor - Novy Agrina
Editor - Onic Metheany & Denisa Permataningtias
Content Writer - Putri Syifa Nurfadilah & Sania Chandra Nurfitriana
Script - Sania Chandra Nurfitriana
Social Media - Mayang Ulfah
Photographer - Hari Firmanto
Videographer - Hari Firmanto
Video Editor - Hari Firmanto
Design - Aristika Medinasari



-742449590cb33eb1f1b6d4addc33155b.png)













