"Dengan nonton serial Luka, Makan, Cinta, kita nggak perlu melewati fase-fase pilihan yang membingungkan itu sendiri. Karena kita punya banyak karakter yang melaluinya. Ada Dennis dengan segala macam kebingungannya. Ada Luka dengan upayanya dalam membuktikan diri," ujar Deva.
Deva Mahenra: Nonton Luka, Makan, Cinta Bantu Hadapi Dilema Hidup

Deva Mahenra menjelaskan bahwa serial Netflix Luka, Makan, Cinta menghadirkan beragam karakter dengan konflik hidup berbeda yang membantu penonton memahami dilema tanpa harus mengalaminya langsung.
Menurut Deva Mahenra, menonton serial ini bisa menjadi cara nyaman untuk belajar dari pengalaman orang lain dan merefleksikan pilihan hidup melalui kisah para tokohnya.
Deva Mahenra meyakini setiap penonton akan menemukan karakter yang mencerminkan perasaan atau situasi mereka sendiri.
Pernah merasa bingung harus memilih antara karier dan hubungan? Atau justru merasa belum cukup baik untuk naik ke level berikutnya, padahal orang-orang di sekitarmu sudah melangkah lebih jauh?
Ternyata dilema-dilema itu juga hadir dalam serial Netflix terbaru Indonesia, Luka, Makan, Cinta. Menurut Deva Mahenra, itulah yang membuat serial ini terasa begitu dekat dengan kehidupan nyata penonton.
Melalui wawancara eksklusif bersama Popmama.com di IDN HQ pada Rabu (11/3/2026), Deva menjelaskan tiga alasan kenapa serial ini bisa jadi tontonan yang relevan bahkan seperti terapi buat kamu yang lagi bergulat dengan pilihan-pilihan besar dalam hidup.
Yuk, simak selengkapnya!
1. Serial ini menawarkan banyak perspektif sekaligus lewat karakter yang berbeda

Menurut Deva Mahenra, salah satu kekuatan terbesar Luka, Makan, Cinta adalah keberagaman karakter yang masing-masing menavigasi konflik dan pilihan hidup dengan cara yang berbeda-beda.
Menonton perjalanan karakter-karakter ini bisa memberikan penonton banyak referensi dan sudut pandang. Terlebih soal menghadapi dilema mereka sendiri tanpa harus mengalaminya langsung.
2. Belajar dari pengalaman orang lain menjadi cara paling nyaman

Deva Mahenra menyampaikan keyakinannya bahwa kita tidak selalu harus mengalami sesuatu sendiri untuk bisa belajar dari pengalaman. Menonton serial yang tepat bisa menjadi shortcut yang sangat efektif.
"Kadang-kadang kita belajar tuh nggak perlu harus ngelakuin sendiri. Contohnya adalah experience paling mudah dan paling nyaman yaitu nonton," kata Deva.
Dalam konteks ini, serial Luka, Makan, Cinta hadir bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang untuk merefleksikan pilihan-pilihan hidup lewat kisah orang lain.
3. Pasti ada satu karakter yang mewakili perasaanmu saat ini

Deva Mahenra yakin bahwa siapa pun yang menonton serial ini pasti akan menemukan minimal satu karakter yang terasa seperti cerminan diri mereka sendiri. Entah itu dari segi posisi, mood, atau dilema yang sedang dihadapi.
"Saya rasa bisa relate ke siapa pun yang nonton. Pasti ada aja karakter di Luka, Makan, Cinta yang mewakili perasaan, posisi, mood penonton pas lagi nonton," tutup Deva.
Dari Chef Dennis yang merasa sudah cukup pengalaman, tetapi ternyata masih perlu bertumbuh, hingga Luka yang merasa belum cukup padahal sebenarnya sudah. Jika diperhatikan saat nonton, sebenarnya ada banyak cermin yang bisa kamu temukan di serial Luka, Makan, Cinta.
FAQ Serial Luka, Makan, Cinta
| Apakah ini pertama kalinya Deva Mahenra dan Mawar Eva berkolaborasi dalam satu proyek? | Ya, serial Luka, Makan, Cinta menjadi proyek perdana yang mempertemukan Deva Mahenra dan Mawar Eva de Jongh di layar. Meski baru pertama kali bekerja sama, keduanya berhasil membangun chemistry yang kuat lewat pendekatan yang organik di luar set syuting. |
| Di mana serial Luka, Makan, Cinta bisa ditonton dan mulai kapan? | Serial ini tayang eksklusif di platform streaming Netflix mulai 15 April 2026. |
| Genre apa yang diusung serial Luka, Makan, Cinta? | Serial ini memadukan beberapa genre sekaligus, yakni drama keluarga, romansa, dan kuliner. Berlatar dunia dapur restoran profesional, ceritanya tidak hanya mengangkat kisah cinta tetapi juga perjuangan identitas, dinamika mama dan anak, serta persaingan di dunia kuliner dengan sentuhan masakan Nusantara. |


















