- Dewasa: Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1–2 kali sehari. Dosis maksimal 50 gram per minggu dengan durasi terapi maksimal 4 minggu.
9 Rekomendasi Obat Eksim Kering untuk Redakan Gatal Berlebih

- Obat eksim kering membantu meredakan peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit yang sedang kambuh.
- Clobetasol Cream, Dermacoid Cream, dan Dermasolon adalah beberapa obat eksim kering yang sering diresepkan dokter.
- Kandungan obat eksim kering bervariasi mulai dari kortikosteroid ringan hingga sangat kuat, dengan efek samping yang perlu diwaspadai.
Obat eksim kering menjadi solusi utama untuk membantu meredakan peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit yang sedang kambuh. Umumnya, obat eksim kering tersedia dalam bentuk krim atau salep topikal yang bekerja langsung pada area kulit bermasalah.
Kandungan obat eksim kering pun beragam, mulai dari kortikosteroid ringan hingga sangat kuat, yang penggunaannya disesuaikan dengan tingkat keparahan eksim. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat meresepkan obat kombinasi, terutama jika eksim disertai infeksi pada kulit.
Berikut Popmama.com telah merangkum 9 rekomendasi obat eksim kering yang sering diresepkan dokter dan dapat menjadi pilihan Mama.
1. Clobetasol Cream 10 gr

Clobetasol Cream merupakan obat oles yang sering diresepkan dokter untuk mengatasi masalah kulit berat yang disertai peradangan. Kandungan steroid kuat di dalamnya membuat obat ini bekerja cepat, namun tetap perlu digunakan dengan pengawasan medis.
Komposisi: Clobetasol Propionate 0,05%
Manfaat: Clobetasol Cream bermanfaat untuk meredakan peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada berbagai kondisi kulit, seperti psoriasis, dermatitis, atau eksim berat.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan Clobetasol Cream harus sesuai resep dokter.
- Anak usia di atas 1 tahun: Dosis sama seperti dewasa, namun durasi pemakaian maksimal hanya 5 hari.
Efek samping: Beberapa efek samping yang dapat muncul antara lain sensasi terbakar atau menyengat, gatal, jerawat, kulit menjadi kering atau pecah-pecah, kemerahan, kesemutan atau mati rasa pada jari-jari, hingga iritasi kulit. Jika keluhan bertambah parah, segera konsultasikan ke dokter.
Harga: Sekitar Rp19.000 per tube.
2. Dermacoid Cream 10 gr

Dermacoid Cream merupakan obat oles yang mengandung kortikosteroid ringan hingga sedang, sehingga sering diresepkan dokter untuk mengatasi berbagai gangguan kulit yang disertai peradangan dan rasa gatal.
Komposisi: Hydrocortisone 17-butyrate
Manfaat: Untuk membantu meredakan berbagai kelainan kulit, seperti eksema, peradangan atau alergi kulit, dermatitis atopik, dermatitis kontak, neurodermatitis, intertrigo, dermatitis akibat paparan sinar matahari (dermatitis solaris).
Dosis dan aturan pakai: Dermacoid Cream harus digunakan sesuai resep dokter. Oleskan krim secukupnya pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–4 kali sehari, sesuai anjuran tenaga medis.
Efek samping: Hal yang dapat muncul meliputi penipisan kulit, lesi, dermatitis perioral, folikulitis, rasa gatal, perubahan warna kulit, serta gangguan fungsi hormon HPA, terutama bila digunakan jangka panjang atau lebih dari 2 minggu.
Harga: Sekitar Rp97.200 per tube.
3. Dermasolon

Dermasolon merupakan obat oles berbentuk salep yang digunakan untuk membantu meringankan dermatosis pada kulit akibat reaksi alergi.
Komposisi: Fluocinolone acetonide
Manfaat: Dermasolon digunakan sebagai terapi topikal untuk mengatasi berbagai jenis dermatosis, terutama yang disebabkan oleh alergi dan peradangan kulit.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan Dermasolon harus sesuai resep dokter. Oleskan salep tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–3 kali sehari, sesuai anjuran tenaga medis.
Efek samping: Meliputi penipisan kulit, gatal, folikulitis, pertumbuhan rambut berlebih, jerawat, perubahan warna kulit, dermatitis perioral atau alergi, serta risiko infeksi sekunder dan gangguan kulit lainnya bila digunakan jangka panjang.
Harga: Sekitar Rp25.810 per tube.
4. Dermovate

Clobetasol adalah krim topikal dengan kandungan Clobetasol Propionate 0,05% yang termasuk kortikosteroid sangat kuat untuk meredakan peradangan, kemerahan, dan gatal pada kondisi kulit berat.
Komposisi: Clobetasol Propionate 0,05%
Manfaat: Clobetasol Cream bekerja dengan menekan respons peradangan serta reaksi imun lokal pada kulit.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
- Dewasa: Oleskan tipis-tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1–2 kali sehari. Dosis maksimal 50 gram per minggu dengan durasi terapi maksimal 4 minggu.
- Anak usia di atas 1 tahun: Dosis sama seperti dewasa, namun durasi penggunaan maksimal hanya 5 hari.
Efek samping: Hal yang dapat muncul meliputi sensasi terbakar atau menyengat, gatal, jerawat, kulit kering atau pecah-pecah, kemerahan, kesemutan atau mati rasa pada jari, serta iritasi.
Harga: Rp164.900 per tube.
5. Desolex

Desolex merupakan krim topikal yang mengandung Desonide, yaitu kortikosteroid dengan potensi sedang. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan peradangan dan rasa gatal pada berbagai gangguan kulit yang responsif terhadap terapi kortikosteroid.
Komposisi: Desonide 0,05%
Manfaat: Untuk meringankan manifestasi inflamasi dan pruritus pada dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid. Kandungan Desonide bekerja dengan menekan reaksi peradangan di kulit sehingga membantu mengurangi iritasi, kemerahan, dan rasa gatal.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Oleskan krim tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–4 kali sehari.
Efek samping: Hal yang mungkin terjadi meliputi iritasi kulit, sensasi terbakar, rasa gatal, dan kulit kering.
Harga: Rp37.600 per tube.
6. Digenta Cream 10 g

Digenta Cream merupakan obat oles yang mengandung kombinasi antibiotik dan kortikosteroid. Krim ini digunakan untuk membantu mengatasi gangguan kulit yang disertai peradangan sekaligus infeksi bakteri sekunder.
Komposisi: Betamethasone Dipropionate 0.05%, Gentamicin Sulfate 0.1%
Manfaat: Untuk membantu mengatasi infeksi bakteri pada kulit yang sensitif terhadap gentamicin, sekaligus mengurangi peradangan, kemerahan, dan rasa gatal berkat kandungan betamethasone.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan Digenta Cream harus sesuai dengan petunjuk dokter. Oleskan krim tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2 kali sehari.
Efek samping: Hal yang dapat muncul antara lain erupsi menyerupai jerawat, perubahan warna kulit (hipopigmentasi), penipisan atau atrofi kulit, serta munculnya striae.
Harga: Rp152.100 per tube.
7. Diprosalic

Diprosalic Salep adalah obat topikal yang mengandung kombinasi kortikosteroid dan agen keratolitik. Salep ini digunakan untuk mengatasi kondisi peradangan pada kulit yang disertai dengan penebalan lapisan kulit atau sisik.
Komposisi: Tiap gram salep mengandung: Betamethasone (sebagai Betamethasone Dipropionate) 0.05% (0.5 mg) dan Salicylic Acid 3% (30 mg).
Manfaat: Meredakan gejala peradangan seperti kemerahan, bengkak, dan rasa gatal pada kulit. Kandungan asam salisilat berperan sebagai agen keratolitik yang membantu melunakkan dan mengangkat lapisan kulit yang menebal, kering, dan bersisik.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
- Dewasa dan anak usia di atas 12 tahun: Oleskan salep secukupnya pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2 kali sehari.
Efek samping: Efek samping lokal yang dapat terjadi meliputi rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, serta penipisan atau atrofi kulit, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Harga: Rp95.100 per tube.
8. Esperson Cream 0.25% 5 g

Esperson merupakan krim topikal yang mengandung Desoximetasone, yaitu kortikosteroid yang digunakan untuk membantu meredakan peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada berbagai gangguan kulit tertentu.
Komposisi: Desoximetasone 0,25%
Manfaat: Untuk membantu mengurangi peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada kondisi kulit seperti eksim, dermatitis, psoriasis, serta reaksi alergi pada kulit.
Dosis dan aturan pakai: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Oleskan krim tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 1–2 kali sehari.
Efek samping: Hal yang mungkin terjadi antara lain penipisan atau atrofi kulit, striae, pelebaran pembuluh darah kecil (telangiektasis), rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, erupsi menyerupai jerawat.
Harga: Rp90.000 per tube.
9. Erla Neo Hydrocort Cream 5 g

Erla Neo Hydrocort merupakan krim kombinasi yang mengandung kortikosteroid dan antibiotik. Obat ini digunakan untuk membantu mengatasi peradangan kulit yang disertai infeksi bakteri yang sensitif terhadap antibiotik.
Komposisi: Neomycin Sulfate dan Hydrocortisone Acetate
Manfaat: Untuk membantu mengobati peradangan pada kulit yang disertai infeksi bakteri yang sensitif, sekaligus meredakan kemerahan, bengkak, dan rasa gatal.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Oleskan krim tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 3–4 kali sehari.
Efek samping: Sensasi terbakar atau menyengat, gatal, iritasi, dan kulit kering. Pada penggunaan jangka panjang, krim ini dapat menyebabkan penipisan kulit (atrofi), munculnya stretch marks (striae), serta risiko infeksi sekunder.
Harga: Rp6.700 - Rp13.100 per tube.
Nah, itulah beberapa rekomendasi obat eksim kering yang dapat membantu meredakan peradangan, kemerahan, dan rasa gatal pada kulit.


















