Acetylcysteine: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Yuk, ketahui apa itu acetylcysteine dan beragam manfaatnya

30 November 2021

Acetylcysteine Kegunaan, Dosis, Efek Samping
Freepik

Tahukah kamu obat acetylcysteine? Acetylcysteine adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak atau lendir yang ada di area mulut, tenggorokan, dan paru-paru.

Selain sebagai mukolitik atau pengencer dahak, acetylcysteine memiliki efek melindungi sel hati dari keracunan akibat paracetamol.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai obat ini, yuk simak informasi yang telah Popmama.com rangkum untuk kamu. Cari tahu lebih banyak tentang obat ini sebelum mengonsumsinya, ya!

1. Apa itu obat acetylcysteine?

1. Apa itu obat acetylcysteine
e-katalog.lkpp.go.id

Acetylcysteine atau asetilsistein adalah obat yang digunakan untuk mengencerkan dahak atau lendir pada beberapa kondisi.

Misalnya, pada kondisi asma, emfisema atau kerusakan kantong udara pada paru-paru, bronkitis atau peradangan pada bronkus, pneumonia, tuberkulosis (TBC), penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), serta fibrosis kistik atau penyakit bawaan yang menyebabkan masalah pernapasan, pencernaan, dan reproduksi. Tak hanya itu, obat ini juga digunakan untuk mengobati keracunan paracetamol.

Acetylcysteine tersedia dalam beberapa bentuk, yaitu tablet, kapsul, sirup, larutan suntik, dan larutan inhalasi.

Penggunaan acetylcysteine dalam bentuk larutan inhalasi harus dihirup melalui mulut. Saat dihirup melalui mulut, cairan acetylcysteine membantu mengencerkan dahak atau lendir di saluran udara untuk melegakan pernapasan akibat adanya penyakit paru-paru tertentu, seperti emfisema, bronkitis, pneumonia, dan fibrosis kistik.

Untuk menggunakannya, kamu memerlukan alat bernama nebulizer, yakni alat medis yang berfungsi mengubah obat dalam bentuk cairan menjadi partikel uap dan memasukkan obat tersebut langsung ke dalam paru-paru.

Sebagai obat batuk, acetylcysteine bekerja sebagai mukolitik atau pengencer dahak sehingga dahak bisa lebih mudah dikeluarkan melalui batuk. Obat ini tidak cocok diberikan pada batuk kering.

Editors' Picks

2. Dosis yang tepat dalam menggunakan acetylcysteine

2. Dosis tepat dalam menggunakan acetylcysteine
Freepik/backgroundy

Dosis acetylcysteine diberikan sesuai kondisi dan usia pasien. Penggunaan obat ini harus berdasarkan resep dokter.

Sebagai mukolitik atau pengencer dahak pengobatan endotrakeal atau saluran pernapasan:

  • Dosis dewasa: 1-2 ml larutan 10% atau 20% setiap jam
  • Dosis anak: sama dengan dosis dewasa.

 Sebagai sebagai mukolitik atau pengencer dahak untuk inhalasi atau respirasi:

  • Dosis dewasa: 6-10 ml larutan 10% 3-4 x 1, dapat meningkat menjadi 2-20 ml 2-6 jam sesuai kebutuhan. 3-5 ml larutan 20% 3-4 x 1, dapat meningkat menjadi 1-10 ml 2-6 jam sesuai kebutuhan.
  • Dosis anak: sama dengan dosis dewasa.

Untuk keracunan parasetamol (diberikan intravena/pemberian obat melalui injeksi atau infus):

  • Dosis dewasa: dosis awal 150 mg/kg (maks. 16,5g) dalam larutan 200 ml selama 60 menit, kemudian 50mg/kg (maksimal 5.5g) dalam larutan 500 ml selama 4 jam, lalu lanjutkan 100mg/kg (maks. 11g) dalam larutan 1L untuk 16 jam ke depan.
  • Anak-anak 40 kg: sama dengan dosis dewasa.

Dosis oral sebagai mukolitik:

  • Dewasa dalam bentuk tablet effervescent atau granul 600 mg sehari dosis tunggal atau dalam 3 dosis terbagi.
  • Anak 7 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Dosis oral dalam keracunan paracetamol:

  • Dewasa dalam larutan 5% dosis awal 140mg/kg kemudian 70mg/kg setiap 4 jam untuk tambahan 17 dosis.
  • Anak: sama seperti dosis dewasa.

3. Apa saja efek samping dari acetylcysteine?

3. Apa saja efek samping dari acetylcysteine
Freepik

Efek samping belum tentu terjadi di setiap pemakaian obat. Namun, beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah penggunaan acetylcysteine:

  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Pilek
  • Sariawan
  • Demam

Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung mereda atau semakin memburuk. Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi obat atau muncul efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Batuk berdarah atau muntah berdarah
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan
  • Nyeri dada atau sulit bernapas
  • Sakit perut bagian atas yang bertambah parah
  • Muntah yang terus-menerus dan semakin berat
  • Kehilangan nafsu makan
  • Urine berwarna gelap
  • Penyakit kuning

4. Interaksi obat lain jika digunakan bersamaan dengan acetylcysteine

4. Interaksi obat lain jika digunakan bersamaan acetylcysteine
Freepik/xb100

Interaksi obat dapat terjadi jika kamu menggunakan atau mengonsumsi beberapa obat bersamaan. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Ada beberapa efek interaksi obat yang dapat terjadi jika acetylcysteine digunakan bersama obat-obatan lain, antara lain:

  • Obat untuk batuk kering atau antitusif, seperti codeine

Penggunaan bersama obat di atas akan menyebabkan risiko penumpukan dahak.

  • Arang aktif

Arang aktif dapat menurunkan efektivitas acetylcysteine dalam mengencerkan dahak.

  • Nitrogliserin

Penggunaan bersama nitrogliserin dapat menyebabkan peningkatan efek pelebaran pembuluh darah atau vasodilator

  • Antibiotik

Acetylcysteine dapat menurunkan efektivitas antibiotik dalam mengatasi infeksi bakteri.

5. Apa saja peringatan sebelum mengonsumsi acetylcysteine?

5. Apa saja peringatan sebelum mengonsumsi acetylcysteine
Freepik

Obat acetylcysteine harus digunakan sesuai resep dokter. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu kamu perhatikan sebelum menggunakan obat ini:

  • Jangan menggunakan acetylcysteine jika kamu punya alergi terhadap obat ini. Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang kamu miliki.
  • Beri tahu dokter jika kamu pernah atau sedang menderita penyakit ginjal, asma, sakit maag, tukak lambung, varises esofagus, tekanan darah tinggi (hipertensi), gagal jantung, atau sedang menjalani diet rendah garam.
  • Beri tahu dokter juga jika kamu sedang mengonsumsi obat, suplemen, atau produk herbal tertentu. Selain itu, jika dalam kondisi hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan, konsultasikan juga dengan dokter terlebih dahulu.

Demikian informasi mengenai obat acetylcysteine. Apabila kondisi kamu tidak membaik atau justru menimbulkan efek samping, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

BacaJuga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.