Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

5 Bahaya Minum Air Galon Isi Ulang, Risiko Sering Disepelekan

5 Bahaya Minum Air Galon Isi Ulang, Risiko Sering Disepelekan
Unsplash/Jude Wilson 🚀
  • Kualitas air galon isi ulang dipengaruhi kebersihan depot, kondisi galon, penyaringan, dan sumber air; pengelolaan tidak higienis berpotensi memicu kontaminasi.
  • Galon atau peralatan yang tidak steril serta penyimpanan lembap atau terpapar matahari dapat mendukung mikroorganisme, termasuk E. coli, yang mencemari air.
  • Filter dan UV yang tidak terawat dapat gagal menyaring kontaminan; paparan BPA dari galon plastik juga berpotensi mengganggu hormon dan memicu risiko kesehatan jangka panjang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Air minum galon isi ulang masih menjadi pilihan banyak keluarga di Indonesia karena harganya relatif terjangkau dan mudah ditemukan.

Meski praktis untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kualitas air yang dikonsumsi ternyata tidak hanya bergantung pada airnya, tetapi juga pada bagaimana air tersebut diproses dan disimpan.

Kebersihan depot, kondisi galon, sistem penyaringan, hingga sumber air baku menjadi beberapa hal yang dapat menentukan keamanan air minum isi ulang. 

Jika proses pengelolaannya tidak dilakukan sesuai standar kebersihan, air tersebut berpotensi terkontaminasi dan menjadi sumber berbagai masalah kesehatan. 

Karena itu, penting bagi Mama dan keluarga untuk mengetahui sejumlah risiko yang bisa muncul dari konsumsi air isi ulang dengan kualitas tidak terjamin. 

Berikut Popmama.com siap membahas informasi mengenai bahaya minum air galon isi ulang melansir dari laman The Water Project

  1. 1. Berisiko terkontaminasi mikroorganisme berbahaya

    Berisiko terkontaminasi mikroorganisme berbahaya
    Pixabay/Bru-nO

    Galon dan peralatan yang tidak dicuci maupun disterilkan dengan baik dapat menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, hingga parasit. 

    Salah satu bakteri yang perlu diwaspadai adalah Escherichia coli atau E. coli, yang dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan. Keberadaan E. coli umumnya berkaitan dengan kontaminasi yang berasal dari feses. 

    Apabila proses pencucian galon dan pengolahan air tidak dilakukan secara higienis, bakteri tersebut dapat masuk dan mencemari air yang nantinya dikonsumsi. Selain kebersihan peralatan, cara penyimpanan galon juga perlu diperhatikan. 

    Galon yang diletakkan di area lembap atau terkena paparan sinar matahari secara langsung dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan mikroba lainnya. Jika dibiarkan, mikroorganisme tersebut dapat berkembang dengan cepat dan membuat air minum menjadi tercemar. 

  2. 2. Sistem penyaringan yang tidak terawat dengan baik dapat membuat air kurang aman untuk dikonsumsi

    Sistem penyaringan yang tidak terawat dengan baik dapat membuat air kurang aman untuk dikonsumsi
    Unsplash/nate_dumlao

    Kualitas air isi ulang juga sangat dipengaruhi oleh sistem penyaringan yang digunakan oleh depot. Beberapa metode yang umum digunakan antara lain Reverse Osmosis (RO) dan ultraviolet (UV). 

    Namun, keberadaan teknologi tersebut tidak otomatis menjamin air terbebas dari kontaminasi apabila tidak dirawat dengan baik. Sistem penyaringan membutuhkan perawatan secara berkala agar tetap bekerja secara optimal. 

    Filter perlu diganti sesuai jadwal, sementara lampu UV harus dipastikan masih berfungsi dengan baik. Jika peralatan tidak dirawat atau komponennya sudah tidak bekerja secara optimal, proses penyaringan air dapat menjadi kurang efektif.

    Akibatnya, air yang keluar dari proses pengolahan masih berpotensi mengandung bakteri, virus, maupun zat kimia terlarut yang berbahaya. Jika kondisi tersebut terjadi, air isi ulang yang dikonsumsi bisa saja tidak memenuhi standar keamanan sebagai air minum.

  3. 3. Ada kemungkinan terpapar bahan kimia dari kemasan

    Ada kemungkinan terpapar bahan kimia dari kemasan
    Pexels/Thilina Alagiyawanna

    Air galon isi ulang juga dapat memiliki risiko paparan bahan kimia yang berasal dari wadah plastik. Galon plastik, khususnya yang menggunakan bahan polikarbonat, berpotensi melepaskan Bisphenol A atau BPA.

    BPA merupakan bahan kimia industri yang digunakan dalam pembuatan plastik keras dan resin. Paparan terhadap BPA menjadi perhatian, terutama apabila terjadi dalam jumlah tinggi atau berlangsung dalam jangka waktu yang panjang.

    Paparan BPA dalam kondisi tersebut dapat berpengaruh terhadap fungsi hormon di dalam tubuh. Zat ini berpotensi mengganggu sistem endokrin serta memengaruhi fungsi berbagai organ tubuh lainnya.

    Oleh sebab itu, kondisi dan jenis galon yang digunakan juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.

  4. 4. Dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan

    Dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan
    Pexels/Tito Zzzz

    Air yang telah terkontaminasi mikroorganisme, terutama bakteri seperti E. coli, dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pencernaan.

    Ketika air yang tercemar masuk ke dalam tubuh, seseorang dapat mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, diare, hingga kram perut.

    Keluhan akibat mengonsumsi air yang terkontaminasi tidak selalu muncul secara langsung. Gejalanya dapat dirasakan dalam hitungan jam hingga beberapa hari setelah seseorang mengonsumsi air tersebut.

    Pada kondisi yang lebih berat, infeksi akibat kontaminasi air juga dapat berkembang menjadi penyakit seperti disentri, tifus, hingga hepatitis A. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas air minum perlu menjadi perhatian, terutama karena dikonsumsi setiap hari oleh seluruh anggota keluarga.

  5. 5. Meningkatkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang

    Meningkatkan risiko masalah kesehatan dalam jangka panjang
    Unsplash/Nigel Msipa

    Risiko dari air isi ulang dengan kualitas yang tidak terjamin tidak hanya berkaitan dengan penyakit yang muncul dalam waktu singkat. 

    Paparan bahan kimia tertentu secara terus-menerus, termasuk BPA, juga berpotensi memberikan dampak terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

    Paparan BPA secara berkelanjutan dikaitkan dengan gangguan pada sistem reproduksi dan perkembangan otak, serta dapat meningkatkan risiko masalah pada sistem kardiovaskular. 

    Sejumlah penelitian juga mengaitkan paparan BPA dengan peningkatan risiko terhadap jenis kanker tertentu. Tidak hanya BPA, keberadaan kontaminan kimia lain di dalam air juga perlu diwaspadai. 

    Jika seseorang terus-menerus terpapar zat pencemar melalui air yang dikonsumsi sehari-hari, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan kronis.

    Demikian informasi mengenai bahaya minum air galon isi ulang. Yuk, lebih perhatikan lagi dengan air galon yang akan dikonsumsi bersama keluarga ya, Ma. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More