Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tips Lari Marathon di Luar Negeri, Jangan Sepelekan Persiapan!

Tips Lari Marathon di Luar Negeri, Jangan Sepelekan Persiapan!
Dok. SGIM 2026
  • Pelari marathon internasional perlu memahami cuaca, suhu, dan kondisi kota tujuan agar tubuh punya waktu beradaptasi sebelum lomba.
  • Rute lomba perlu dipelajari, termasuk elevasi dan tanjakan, lalu disimulasikan dalam latihan; sepatu yang nyaman juga harus diuji dalam beberapa sesi lari.
  • Menuju full marathon membutuhkan latihan bertahap, mental, dan kebiasaan konsisten; GMC Active menyiapkan program menuju BYD Singapore International Marathon 4–6 Desember 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengikuti lomba lari marathon di luar negeri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang. Selain harus mempersiapkan fisik, pelari juga harus memperhatikan beberapa hal agar momen race berlangsung lancar tanpa terkendala. 

Hal ini menjadi penting terutama bagi pelari yang baru pertama kali mengikuti race internasional. Berikut Popmama.com siap membahas lebih lanjut mengenai tips lari marathon di luar negeri berdasarkan penjelasan running coach

  1. 1. Kenali cuaca dan kondisi kota tempat lomba

    Kenali cuaca dan kondisi kota tempat lomba
    Popmama.com/Sania Chandra

    Salah satu tantangan mengikuti kompetisi lari di luar negeri adalah kondisi lingkungan yang berbeda. Pelari membutuhkan waktu untuk mencapai lokasi lomba dan perlu beradaptasi dengan situasi yang mungkin tidak sama seperti saat berlari di Indonesia.

    “Butuh waktu buat menuju lokasi, nggak kayak di sini. Makanya harus pahamin dulu suhunya kalau berbeda,” kata Valast Ahmad, Running Coach, saat acara ‘Media Gathering: GMC Active x BYD Singapore International Marathon’ di kawasan Senayan, Rabu (12/8/2026).

    Memahami suhu dan cuaca di negara tujuan dapat membantu pelari menentukan persiapan yang lebih sesuai. Dengan begitu, tubuh juga memiliki kesempatan untuk beradaptasi sebelum hari perlombaan tiba.

  2. 2. Jangan lupa latihan mengikuti kontur lintasan

    Jangan lupa latihan mengikuti kontur lintasan
    Dok. SGIM 2026

    Selain cuaca, kondisi lintasan juga perlu menjadi perhatian. Pelari sebaiknya mencari tahu seperti apa rute yang akan dilewati selama perlombaan, terutama jika terdapat perbedaan elevasi atau jalur yang menanjak.

    “Perlu tahu juga kontur kotanya, buat latihan diri sendiri juga. Harus latihan karena mungkin saja jalurnya itu ada yang menanjak dan sebagainya,” ujar Valast.

    Artinya, latihan sebaiknya tidak hanya dilakukan di jalur datar. Jika rute perlombaan memiliki tanjakan atau karakteristik tertentu, pelari dapat mencoba memasukkan latihan dengan kondisi serupa ke dalam jadwal latihan. Hal ini bisa membantu tubuh lebih siap menghadapi tantangan ketika race berlangsung.

  3. 3. Pilih sepatu yang benar-benar nyaman di kaki

    Pilih sepatu yang benar-benar nyaman di kaki
    Dok. SGIM 2026

    Persiapan perlombaan juga tidak terlepas dari perlengkapan yang digunakan. Salah satu yang paling penting tentunya sepatu lari. Jangan sampai pelari asal memilih sepatu hanya karena model atau mereknya.

    “Siapkan sepatu, karena sepatu itu soal cocok-cocokan, jadi perlu dicoba beberapa kali. Yang paling pas di kaki baru pilih untuk dipakai,” ungkap Valast Ahmad.

    Sepatu yang akan digunakan untuk lomba sebaiknya sudah dicoba dalam beberapa sesi latihan. Dengan begitu, pelari bisa mengetahui apakah sepatu tersebut benar-benar nyaman digunakan untuk jarak jauh. Jangan sampai sepatu yang baru pertama kali dipakai justru menimbulkan rasa tidak nyaman saat race.

  4. 4. Apakah pelari yang ingin full marathon harus melakukan half-marathon terlebih dahulu?

    full marathon
    Pexels/Snapwire

    Bagi pelari yang ingin mencoba full marathon, muncul pertanyaan apakah sebelumnya wajib mengikuti half marathon (HM). 

    Menurut Valast, persiapan memang sebaiknya dilakukan secara bertahap, tetapi bukan berarti seseorang harus terlebih dahulu mengikuti perlombaan HM.

    “Memang harusnya step by step, tapi bukan berarti harus ikut race dulu. Lebih ke melatih mental. Latihan HM biasanya 18 km, makanya pas hari H disebutnya itu virgin HM karena memang baru pertama kali. Perlu dilatih juga hal-hal seperti bangun pagi, dan lain-lain,” jelasnya.

    Dengan kata lain, kesiapan menuju full marathon tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berlari dalam jarak jauh. Mental dan kebiasaan selama latihan juga perlu dibentuk. 

    Rutinitas seperti bangun pagi, menjaga konsistensi latihan, hingga membiasakan tubuh berlari dalam jarak panjang dapat menjadi bagian dari persiapan.

  5. 5. Program latihan menuju BYD Singapore International Marathon 2026

    BYD Singapore International Marathon 2026
    Pexels/RUN 4 FFWPU

    Persiapan menuju race internasional juga bisa dilakukan melalui program latihan yang terstruktur. Salah satunya seperti program perjalanan lari yang dipersiapkan GMC Active bersama Singapore Tourism Board dan BYD Singapore International Marathon presented by adidas (SGIM).

    GMC Active, perusahaan sports marketing asal Indonesia, bekerja sama dengan Singapore Tourism Board dan SGIM untuk menghadirkan program yang dirancang untuk membantu pelari Indonesia mempersiapkan diri menuju ajang tersebut. 

    BYD Singapore International Marathon 2026 akan berlangsung pada 4–6 Desember 2026. Ajang ini menyediakan beberapa kategori, mulai dari Kids Dash, 5K, 10K, Half Marathon, hingga Marathon.

    “Banyak pelari Indonesia yang punya mimpi ikut marathon internasional, tapi ragu karena belum tahu harus mulai dari mana, terutama dari segi persiapan. Kami ingin pelari Indonesia merasa didampingi dari hari pertama latihan sampai mereka finish di Singapura. Kepercayaan Singapore Tourism Board dan SGIM ke GMC Active jadi bukti bahwa Indonesia siap membawa pelarinya ke panggung internasional,” ujar Natasha Pardede, Direktur Utama GMC Active. 

    Demikian informasi mengenai tips lari marathon di luar negeri berdasarkan penjelasan running coach. Sungguh pembahasan yang menarik, ya?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More