Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba

 5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba
Healthline
Intinya Sih

  • Water jogging adalah latihan kardiovaskular di dalam air dengan simulasi teknik lari tanpa tekanan benturan pada sendi.

  • Lakukan di kolam dengan kedalaman setinggi dada atau bahu agar tubuh benar-benar mengapung, perhatikan postur tubuh, dan terapkan teknik gerakan kaki yang tepat.

  • Kurangi durasi latihan, gunakan perlengkapan yang mendukung, dan berkonsultasi dengan dokter jika memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Water jogging atau deep water running adalah latihan kardiovaskular yang meniru gerakan lari di dalam air. Aktivitas ini dilakukan di kolam bagian dalam dengan bantuan alat apung agar kaki tidak menyentuh dasar kolam.

Berbeda dari berenang, water jogging berfokus pada simulasi teknik lari. Tubuh tetap tegak, kepala berada di atas permukaan air, dan gerakan kaki serta tangan menyerupai lari di darat tanpa tekanan benturan pada sendi.

Berdasarkan sumber dari Healthline, berikut Popmama.com rangkum 5 tips melakukan water jogging yang bisa diterapkan oleh pemula.

Table of Content

1. Lakukan di air yang cukup dalam

1. Lakukan di air yang cukup dalam

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba.jpg
Popmama.com/Shalsabhilla Putri/AI

Water jogging sebaiknya dilakukan di kolam dengan kedalaman biasanya setinggi dada atau bahu kurang lebih 1,5 - 1,8 meter sehingga kaki tidak menyentuh dasar kolam. Kondisi ini membantu tubuh benar-benar mengapung dan bergerak bebas saat berlari.

Jika kaki masih menyentuh lantai kolam, beban tubuh akan bertambah dan manfaat olahraga low impact menjadi berkurang. Selain itu, gerakan lari tidak akan terbentuk secara optimal karena adanya tumpuan dari dasar kolam.

Air yang cukup dalam juga membantu menjaga detak jantung tetap berada di zona latihan kardiovaskular. Dengan begitu, latihan terasa lebih efektif meski dilakukan tanpa benturan keras seperti saat berlari di darat.

2. Perhatikan postur tubuh bagian atas

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba (2).jpg
tri-coaching

Postur tubuh memegang peran penting dalam water jogging. Pastikan kepala tetap tegak dengan dagu sedikit ditarik ke dalam agar leher tidak tegang selama latihan berlangsung.

Bahu sebaiknya dalam posisi rileks, dengan tulang belikat ditarik ke belakang dan ke bawah. Otot perut dikencangkan untuk membantu menjaga keseimbangan tubuh agar tidak condong ke depan atau ke belakang.

Lengan ditekuk sekitar 90 derajat dan diayunkan ke depan serta ke belakang seperti saat berlari di darat. Postur yang tepat tidak hanya meningkatkan efektivitas latihan, tetapi juga mencegah nyeri pada leher dan punggung.

3. Terapkan teknik gerakan kaki yang tepat

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba (4).jpg
superpasvwx.click

Gerakan kaki dalam water jogging sebaiknya dimulai dengan flutter kick vertikal, lalu berkembang menjadi langkah lari secara bertahap. Teknik ini membantu tubuh menyesuaikan diri dengan resistensi air.

Lutut ditekuk ringan, paha mendorong air ke arah depan, dan tumit memimpin gerakan ke belakang. Pola ini menyerupai teknik lari darat, namun dilakukan dengan tekanan yang jauh lebih rendah pada sendi.

Hindari gerakan menendang ke atas karena dapat mengganggu keseimbangan tubuh. Biarkan kaki tetap rileks agar gerakan terasa alami dan tidak membuat otot cepat lelah selama latihan.

4. Kurangi durasi latihan

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba (5).jpg
superpasvwx.click

Water jogging membakar energi lebih cepat dibandingkan lari di darat karena adanya resistensi air. Oleh karena itu, durasi latihan sebaiknya disesuaikan agar tubuh tidak mengalami kelelahan berlebihan.

Sebagai gambaran, 30 menit water jogging dapat setara dengan sekitar 45 menit lari di treadmill. Perbedaan ini penting diperhatikan, terutama bagi pemula yang baru mencoba latihan di air.

Fokus utama sebaiknya pada kualitas gerakan dan konsistensi latihan. Durasi yang lebih singkat namun dilakukan dengan teknik yang benar akan memberikan manfaat yang lebih optimal bagi tubuh.

5. Gunakan perlengkapan yang mendukung

5 Tips Melakukan Water Jogging, Olahraga Low Impact yang Patut Dicoba (3).jpg
superpasvwx.click

Perlengkapan dasar water jogging meliputi baju renang yang nyaman dan kacamata renang untuk melindungi mata dari air kolam. Pilih perlengkapan yang tidak menghambat pergerakan tubuh.

Penggunaan sabuk lari atau alat apung sangat disarankan, terutama bagi pemula. Alat ini membantu menjaga tubuh tetap mengapung dan mempertahankan posisi postur yang benar selama latihan.

Dengan perlengkapan yang tepat, Mama bisa lebih fokus pada teknik dan ritme gerakan tanpa harus terus-menerus berusaha menjaga keseimbangan. Hal ini membuat latihan terasa lebih aman dan menyenangkan.

Nah, itulah penjelasannya, Ma. Water jogging merupakan pilihan olahraga low impact yang aman dan efektif untuk berbagai kondisi fisik. Resistensi air yang tinggi membantu melatih otot dan jantung tanpa memberikan tekanan berlebih pada sendi.

Namun, bagi Mama yang memiliki riwayat penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai.

FAQ Seputar Water Jogging

Apa manfaat water jogging untuk kesehatan?

Efektif membakar kalori, memperkuat seluruh otot tubuh, dan mempercepat rehabilitasi cedera.

Siapa saja yang cocok melakukan water jogging?

Water jogging cocok untuk semua usia, termasuk pemula, ibu hamil (dengan pengawasan), lansia, hingga atlet yang sedang menjalani rehabilitasi cedera.

Apakah water jogging efektif untuk menurunkan berat badan?

Ya, water jogging efektif membantu membakar kalori dan lemak karena melawan resistensi air. Hasilnya akan lebih optimal jika dilakukan rutin dan dibarengi pola makan sehat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More