Alodita Kasih Tips Menyampul Buku ala Jepang, Praktis dan Estetik

Alasan utama Alodita menyukai metode ini adalah faktor privasi.
Dengan menyampul buku menggunakan kertas kado pilihan, orang lain tidak akan tahu buku apa yang sedang Mama baca.
Cara ini dapat melindungi buku agar tetap awet dan tidak cepat rusak.
Bagi Mama yang hobi membaca buku di tempat umum seperti kafe atau transportasi publik, terkadang muncul rasa sungkan jika judul buku yang sedang dibaca terlihat oleh orang lain. Selain itu, membawa buku bepergian juga berisiko membuat sudut-sudut buku menjadi lecek atau kotor terkena debu.
Nah, menjawab keresahan tersebut, influencer Alodita membagikan sebuah tips menarik melalui akun Instagram pribadinya. Ia memperkenalkan teknik menyampul buku ala Jepang yang gampang banget, tanpa perlu pakai lem, selotip, atau double tape. Teknik ini sangat populer karena tampilannya yang minimalis, namun fungsinya sangat luar biasa untuk menjaga privasi sekaligus melindungi buku.
Menariknya lagi, cara ini tidak butuh alat-alat yang ribet dan Mama tidak perlu melakukan pengukuran yang sampai harus presisi banget. Penasaran bagaimana cara praktis menyulap tampilan buku agar lebih rapi dan privat? Berikut Popmama.com rangkum tips menyampul buku ala Jepang ala Alodita yang bisa Mama coba di rumah.
Yuk Ma, disimak!
1. Memberikan privasi maksimal saat membaca di ruang publik

Alasan utama Alodita menyukai metode ini adalah faktor privasi. Dengan menyampul buku menggunakan kertas kado pilihan, orang lain tidak akan tahu buku apa yang sedang Mama baca.
Hal ini tentu memberikan rasa nyaman tersendiri, terutama jika Mama sedang membaca buku-buku yang sifatnya personal atau ingin sekadar menikmati momen me time tanpa gangguan. Buku pun akan terlihat seperti koleksi estetik yang rapi dan seragam.
2. Bebas alat perekat, sehingga tidak merusak sampul asli

Salah satu kekhawatiran saat menyampul buku, yakni bekas lem atau selotip yang sering kali membekas dan merusak sampul asli saat dilepas. Namun, dalam tips yang dibagikan Alodita, Mama sama sekali tidak memerlukan lem maupun selotip.
Metode tersebut murni mengandalkan teknik lipatan yang kuat dan pas. Hal ini karena tanpa bahan kimia perekat, sampul asli buku kesayangan akan tetap mulus, bersih, dan terjaga nilai koleksinya dalam jangka panjang.
3. Melindungi buku agar tetap awet dan tidak cepat rusak

Selain soal estetika, menyampul buku adalah bentuk proteksi fisik. Sampul kertas ini berfungsi sebagai lapisan pelindung dari gesekan di dalam tas, keringat dari tangan, hingga tumpahan air yang tidak disengaja.
Metode lipatan ala Jepang ini memberikan perlindungan menyeluruh pada bagian depan, belakang, hingga punggung buku. Dengan begitu, buku Mama tidak akan cepat menguning atau rusak di bagian ujungnya meskipun sering dibawa bepergian.
4. Teknik lipat praktis tanpa perlu pengukuran presisi

Bagi sebagian Mama, mengukur sampul menggunakan penggaris bisa menjadi hal yang menjemukan. Alodita menekankan bahwa metode ini sangat santai karena tidak menuntut keakuratan ukuran hingga ke milimeter.
Mama cukup menyesuaikan ukuran kertas kado dengan ukuran buku yang ada. Caranya, lipat bagian bawah kertas secara horizontal mengikuti garis bawah buku, lalu lakukan hal yang sama pada bagian atas secara "kira-kira" saja.
Fleksibilitas ini membuat proses menyampul jadi lebih menyenangkan dan tidak membuat stres.
5. Sistem sleeve yang memudahkan penggantian sampul

Rahasia dari kekuatan sampul ini terletak pada pembuatan sleeve atau kantong selipan di bagian samping. Alodita melipat sisi kanan dan kiri kertas hingga membentuk kantong tempat masuknya sampul depan dan belakang buku.
Jika kertas kado dirasa terlalu panjang, Mama bisa memotongnya sedikit agar pas dengan lebar buku. Setelah itu, cukup masukkan sampul buku ke dalam kantong tersebut. Jika hasilnya terlihat sedikit menggelembung, Mama hanya perlu merapikannya pelan-pelan dengan jari agar kertas benar-benar kencang mengikuti bentuk buku.
6. Hasil akhir yang estetik dan bisa dipersonalisasi

Terakhir, keuntungan dari metode ini adalah Mama bisa menyesuaikan motif sampul dengan kepribadian atau suasana hati. Mama bisa menggunakan kertas kado bermotif bunga, kertas cokelat polos untuk kesan vintage, atau bahkan kertas koran bekas untuk tampilan yang unik.
Hasil akhirnya tidak hanya rapi, tetapi juga membuat rak buku Mama di rumah terlihat jauh lebih cantik dan senada jika semua buku disampul dengan metode yang sama.
Wah, ternyata menyampul buku bisa jadi kegiatan yang menenangkan ya, Ma? Selain melindungi buku, Mama juga jadi punya "seragam" cantik untuk koleksi literasi di rumah. Kira-kira, buku apa nih yang mau Mama sampul duluan pakai teknik ala Alodita ini?
FAQ Tips Menyampul Buku ala Jepang
| Berapa ukuran kertas kado yang ideal untuk menyampul satu buku novel? | Secara umum, untuk buku ukuran novel standar (A5), Mama membutuhkan kertas kado dengan ukuran minimal dua kali lipat lebar buku ditambah sekitar 10-15 cm untuk lipatan sleeve. Jika Mama menggunakan kertas kado lembaran besar yang biasa dijual di pasaran, satu lembar biasanya bisa digunakan untuk menyampul 2 hingga 3 buku novel. |
| Apakah teknik sampul ini tetap kuat dan tidak mudah lepas jika ditaruh di dalam tas? | Meskipun tidak menggunakan lem, teknik ini sangat kuat asalkan Mama memastikan lipatan atas dan bawah benar-benar "pas" atau menjepit pinggiran buku dengan kencang. Tekanan dari berat buku itu sendiri akan menahan lipatan agar tidak mudah bergeser saat buku ditaruh di dalam tas yang penuh sekalipun. |
| Bagaimana cara menyampul buku yang sangat tebal dengan metode ini? | Untuk buku yang tebal (seperti kamus atau novel tebal), Mama hanya perlu melebihkan lebar kertas saat membuat lipatan sleeve. Pastikan punggung buku sudah terukur di tengah kertas sebelum membuat lipatan samping, sehingga kertas penutup memiliki ruang yang cukup untuk menutupi ketebalan punggung buku tersebut. |


















