Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Mencuci Mukena yang Benar, Bikin Bersih dan Wangi!

7 Cara Mencuci Mukena yang Benar, Bikin Bersih dan Wangi!
Pexels/Rizky Sabriansyah
Intinya Sih
  • Penting sekali memahami cara mencuci mukena dengan cara yang benar agar tetap bersih, wangi, dan awet karena bahan mukena lembut serta sering digunakan untuk ibadah.

  • Perhatikan penggunaan deterjen lembut, perendaman singkat, serta menghindari menyikat atau memeras terlalu kuat demi menjaga tekstur dan warna kain mukena.

  • Ada panduan terkait cara menjemur di tempat teduh, memastikan mukena kering sebelum disimpan, dan memakai pewangi secukupnya agar tetap nyaman dipakai.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Mukena menjadi salah satu perlengkapan ibadah yang digunakan setiap hari oleh banyak perempuan muslim. Dikarenakan sering dipakai, mukena tentu mudah terkena keringat, debu, hingga bau apek jika tidak dicuci dengan benar.

Apalagi bahan mukena umumnya lembut dan ringan, sehingga membutuhkan perawatan khusus agar tetap nyaman digunakan. Mencuci mukena ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan.

Cara mencuci yang tepat dapat membantu menjaga warna tetap cerah, kain tidak cepat rusak, serta membuat mukena terasa lebih bersih dan harum saat dipakai beribadah.

Nah, berikut Popmama.com siap membahas cara mencuci mukena yang benar agar tetap bersih, wangi serta awet digunakan dalam jangka panjang.

Table of Content

Deretan Cara Mencuci Mukena yang Benar

Deretan Cara Mencuci Mukena yang Benar

1. Pisahkan mukena dari pakaian lain saat dicuci

Freepik
Freepik

Mukena sebaiknya dicuci terpisah dari pakaian sehari-hari, terutama pakaian yang memiliki warna pekat atau bahan kasar seperti jeans dan handuk. Langkah ini penting untuk mencegah warna luntur menempel pada mukena, terlebih jika mukena berwarna putih atau pastel yang mudah kusam.

Selain itu, bahan mukena yang lembut juga lebih rentan rusak apabila tergesek dengan kain yang kasar. Mencuci mukena secara terpisah juga membantu menjaga kebersihannya.

Dikarenakan digunakan untuk ibadah, banyak orang memilih merawat mukena dengan lebih higienis agar tetap nyaman dipakai. Kamu bisa menggunakan wadah atau ember khusus saat merendam mukena supaya kebersihannya lebih terjaga dan tidak tercampur dengan pakaian lainnya.

2. Gunakan deterjen lembut agar kain tidak cepat rusak

deterjen
Pexels/RDNE Stock project

Pemilihan deterjen ternyata sangat berpengaruh pada kualitas mukena. Hindari deterjen dengan kandungan bahan kimia terlalu keras karena dapat membuat serat kain menjadi kasar, warna cepat pudar, bahkan memicu kain menjadi tipis.

Sebaiknya gunakan deterjen cair atau deterjen khusus pakaian lembut agar tekstur mukena tetap halus dan nyaman dipakai. Selain itu, penggunaan deterjen secukupnya juga penting diperhatikan.

Terlalu banyak deterjen justru membuat residu sabun menempel pada kain dan menimbulkan bau apek apabila tidak dibilas bersih. Mukena yang dicuci dengan deterjen lembut biasanya akan terasa lebih segar, ringan, dan tetap harum meski digunakan berkali-kali.

3. Rendam mukena sebentar saja

rendam mukena
Pexels/Joshimer Biñas

Banyak orang mengira merendam pakaian lebih lama dapat membuatnya semakin bersih. Padahal, mukena tidak perlu direndam terlalu lama karena dapat membuat warna kain memudar dan seratnya cepat rusak.

Cukup rendam mukena sekitar 10–15 menit menggunakan air dingin atau air suhu normal agar noda dan keringat lebih mudah terangkat. Jika terdapat noda membandel, kamu bisa membersihkannya perlahan menggunakan tangan pada bagian yang kotor tanpa perlu mengucek terlalu keras.

Cara ini lebih aman dibanding merendam terlalu lama, terutama untuk mukena berbahan renda, satin, atau katun premium yang mudah berubah bentuk.

4. Hindari menyikat atau memeras terlalu kuat

memeras mukena
Pexels/Teona Swift

Mukena memiliki bahan yang cenderung tipis dan lembut, sehingga tidak dianjurkan disikat keras seperti pakaian biasa. Menyikat terlalu kuat dapat membuat kain berbulu, renda mudah robek, dan jahitan menjadi longgar.

Sebaiknya cukup kucek perlahan menggunakan tangan agar kotoran terangkat tanpa merusak bahan mukena. Begitu juga saat memeras mukena setelah dicuci.

Memeras terlalu kuat dapat membuat kain kusut dan bentuk mukena berubah. Kamu cukup menekan perlahan untuk mengurangi kadar air sebelum dijemur. Cara sederhana ini bisa membantu mukena tetap rapi dan lebih awet digunakan dalam waktu lama.

5. Jemur di tempat teduh agar warna tetap terjaga

menjemur mukena
Unsplash/Karolina Grabowska

Menjemur mukena langsung di bawah sinar matahari yang terlalu terik dapat membuat warna kain cepat pudar, terutama untuk mukena berwarna putih, pastel, atau bermotif.

Sebaiknya jemur mukena di tempat yang teduh, tetapi tetap memiliki sirkulasi udara yang baik agar cepat kering tanpa merusak warna kain. Kamu juga bisa menjemur mukena dengan posisi di balik agar bagian luar kain tidak langsung terkena sinar matahari.

Selain menjaga warna tetap cerah, cara ini membantu kain tetap lembut dan tidak terasa kaku setelah kering. Mukena pun akan terasa lebih nyaman saat dipakai kembali untuk beribadah.

6. Pastikan mukena benar-benar kering sebelum disimpan

mukena
Freepik/Gatot Adri

Mukena yang masih lembap sebaiknya jangan langsung dilipat dan disimpan di lemari. Kondisi lembap dapat memicu munculnya bau apek, jamur, hingga noda kekuningan pada kain.

Oleh karena itu, pastikan seluruh bagian mukena benar-benar kering, termasuk bagian lipatan dan renda yang biasanya lebih lama mengering. Setelah kering sempurna, simpan mukena di tempat bersih dan kering agar aromanya tetap segar.

Kamu juga bisa menambahkan pewangi lemari atau silica gel untuk membantu menjaga mukena tetap harum dan bebas lembap. Cara ini penting dilakukan agar mukena selalu siap digunakan kapan saja.

7. Gunakan pewangi secukupnya agar mukena tetap nyaman dipakai

pewangi mukena
Freepik

Mukena yang harum memang terasa lebih nyaman digunakan saat beribadah. Namun, penggunaan pewangi pakaian sebaiknya tidak berlebihan karena aroma yang terlalu tajam justru bisa membuat sebagian orang merasa kurang nyaman.

Pilih pewangi dengan aroma lembut dan menyegarkan agar mukena tetap terasa bersih tanpa bau menyengat. Selain menggunakan pewangi cair, kamu juga bisa menyemprotkan parfum khusus pakaian setelah mukena benar-benar kering.

Cara ini membantu menjaga aroma tetap tahan lama tanpa membuat kain lembap kembali. Mukena yang bersih, harum, dan terawat tentu akan membuat momen ibadah terasa lebih nyaman dan menenangkan.

Nah, itu dia cara mencuci mukena yang benar agar tetap bersih, wangi, dan awet digunakan dalam jangka panjang. Semoga informasinya membantu, ya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More