Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apakah Pisang Bisa Melancarkan BAB? Begini Penjelasannya!

Apakah Pisang Bisa Melancarkan BAB? Begini Penjelasannya!
Pexels/Vanessa Loring
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pisang umumnya membantu melancarkan BAB karena kandungan serat larutnya membuat feses lebih lunak, meski pisang hijau bisa memicu rasa begah akibat pati resisten yang sulit dicerna.
  • Selain melancarkan pencernaan, pisang juga berfungsi sebagai prebiotik, sumber energi cepat, rendah lemak, kaya kalium dan vitamin B6 yang mendukung fungsi saraf serta menjaga keseimbangan cairan tubuh.
  • Agar BAB lancar, disarankan memilih pisang matang, konsumsi dalam porsi wajar, cukup minum air putih, serta kombinasikan dengan makanan berserat lain untuk hasil optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pisang menjadi salah satu buah favorit banyak orang karena rasanya yang manis, teksturnya lembut, dan mudah ditemukan di mana saja.

Selain praktis dijadikan camilan, pisang juga sering disebut-sebut punya banyak manfaat untuk kesehatan pencernaan. Tapi, benarkah pisang bisa melancarkan BAB, atau justru sebaliknya, bikin susah buang air besar?

Pertanyaan ini memang cukup sering muncul, apalagi karena ada anggapan yang beredar bahwa pisang bisa menyebabkan sembelit pada sebagian orang. 

Untuk lebih lengkapnya, berikut Popmama.com merangkum apakah pisang bisa melancarkan BAB? Yuk, simak sampai habis!

Benarkah Pisang Bisa Melancarkan BAB?

Benarkah Pisang Bisa Melancarkan BAB
Pexels/Tima Miroshnichenko

Jawaban singkatnya, iya, pisang cenderung membantu melancarkan BAB, bukan menyebabkan sembelit.

Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa pisang cenderung mengurangi risiko sembelit ketimbang memicunya, sebab kandungan seratnya berperan dalam membuat feses jadi lebih lunak. 

Melansir Healthline, satu buah pisang berukuran sedang mengandung sekitar 3 gram serat, yang terdiri dari serat larut dan tidak larut air. Serat larut inilah yang berperan membuat feses jadi lebih besar dan lunak sehingga lebih mudah bergerak di saluran pencernaan.

Meski begitu, tingkat kematangan pisang ternyata memengaruhi efeknya pada pencernaan. Mengutip Darwin Nutrition, pisang hijau atau yang belum matang sempurna mengandung pati resisten dalam jumlah cukup tinggi, dan pati ini bisa sedikit lebih sulit dicerna oleh sebagian orang sehingga berpotensi memicu rasa begah. 

Sebaliknya, pisang yang sudah matang justru lebih sering direkomendasikan untuk membantu meredakan sembelit karena kandungan seratnya yang dapat melancarkan pencernaan.

Jadi, kalau kamu sedang mengalami susah BAB, memilih pisang yang benar-benar matang bisa jadi langkah yang lebih tepat.

Manfaat Pisang untuk Kesehatan

Manfaat Pisang untuk Kesehatan
Pexels/Ryutaro Tsukata

Berikut beberapa manfaat pisang yang sayang untuk dilewatkan:

  • Mendukung kesehatan usus sebagai prebiotik: Pisang mengandung fruktooligosakarida yang berfungsi sebagai prebiotik, alias makanan bagi bakteri baik di usus. Semakin banyak bakteri baik yang berkembang, semakin sehat pula sistem pencernaan kamu.
  • Sumber energi cepat: Kandungan karbohidrat alami pada pisang membuatnya jadi camilan pas sebelum atau sesudah beraktivitas fisik.
  • Rendah lemak dan bebas kolesterol: Mengutip Healthy Ideas Place, satu buah pisang berukuran sedang hanya mengandung sekitar 105 kalori tanpa lemak, kolesterol, maupun natrium, sehingga aman dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan sehat untuk jantung.
  • Kaya kalium dan vitamin B6: Dua nutrisi ini penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mendukung fungsi saraf dan otot.
  • Membantu menjaga rasa kenyang lebih lama: Kombinasi serat dan karbohidrat kompleks pada pisang membuat perut terasa kenyang lebih lama, cocok buat kamu yang sedang menjaga pola makan.

Nutrisi yang Terkandung dalam Pisang

Nutrisi yang Terkandung dalam Pisang
Pexels/SHVETS production

Beberapa kandungan nutrisi utama pada pisang di antaranya:

  • Serat: Terdapat sekitar 2,7–3 gram per 100 gram pisang, yang terdiri dari serat larut dan tidak larut air.
  • Pati resisten: Terutama pada pisang hijau, yang berfungsi mirip serat dan menjadi makanan bagi bakteri baik di usus besar.
  • Kalium, fosfor, magnesium, tembaga, dan zat besi: Berperan dalam menjaga fungsi otot, saraf, hingga produksi sel darah.
  • Vitamin B6 dan mangan: Mendukung metabolisme tubuh secara keseluruhan.
  • Kandungan air cukup tinggi: Sekitar 76 persen dari total berat buah, yang turut membantu melunakkan feses.
  • Antioksidan alami: Membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Makanan Lain yang Melancarkan BAB

Makanan Lain yang Melancarkan BAB
Pexels/Viktoria Slowikowska

Melansir Vinmec, berikut beberapa makanan yang dikenal efektif melunakkan feses:

  • Alpukat: Buah ini dikenal karena kandungan seratnya yang tinggi.
  • Kubis atau kol: Sayuran ini dapat membantu membersihkan sistem pencernaan dari zat-zat sisa.
  • Buah beri: Buah-buahan beri seperti blueberry, raspberry, dan stroberi, yang kaya serat dan antioksidan.
  • Air lemon hangat dicampur madu: Campuran ini diminum saat perut kosong di pagi hari untuk membantu membersihkan usus.
  • Roti gandum utuh: Makanan ini tinggi serat dan karbohidrat kompleks dibandingkan dengan roti biasa.
  • Apel: Buah ini dikenal juga mengandung serat dan cocok dikonsumsi secara rutin.
  • Kembang kol: Sayuran ini dapat membantu meringankan kerja sistem pencernaan.
  • Air putih: Kebutuhan harian agar tetap terhidrasi yang jadi kunci utama karena membantu melunakkan feses dan melancarkan pergerakan usus.

Tips Mengonsumsi Pisang agar BAB Lancar

Tips Mengonsumsi Pisang agar BAB Lancar
Pexels/J E

Berikut tips yang bisa kamu coba:

  1. Pilih pisang yang sudah matang sempurna: Pisang matang lebih mudah dicerna dan kandungan seratnya lebih optimal untuk membantu melunakkan feses dibandingkan dengan pisang yang masih hijau.
  2. Konsumsi dalam porsi wajar: Satu hingga dua buah pisang sehari sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya tanpa berlebihan.
  3. Imbangi dengan minum air putih yang cukup: Serat butuh cairan untuk bekerja optimal melunakkan feses, jadi jangan lupa penuhi kebutuhan cairan harian.
  4. Padukan dengan makanan berserat lainnya: Kombinasikan pisang dengan sayur, buah lain, atau roti gandum utuh agar asupan serat harian lebih seimbang.
  5. Jangan mengandalkan pisang saja: Kalau sembelit yang kamu alami cukup mengganggu, aktivitas fisik ringan dan pola makan seimbang tetap jadi kunci utama.
  6. Perhatikan reaksi tubuh: Jika setelah makan pisang perut justru terasa begah atau sembelit tak kunjung membaik, coba kurangi porsinya dan perhatikan responsnya.
  7. Konsultasi ke dokter jika perlu: Bila sembelit berlangsung lama atau semakin parah, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, itulah pembahasan mengenai apakah pisang bisa melancarkan BAB? Semoga informatif dan bermanfaat!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More