7 Cara Menjaga Hewan Peliharaan dari Abu Vulkanik

Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar hingga Lampung, Banten, dan DKI Jakarta, berpotensi mengganggu kesehatan hewan peliharaan melalui mata, hidung, serta saluran pernapasan.
Pemilik disarankan membatasi aktivitas luar rumah, menyediakan ruang berlindung bersih, serta membersihkan tubuh dan kaki hewan setelah keluar agar abu tidak terbawa atau tertelan.
Jaga makanan, air, kandang, dan perlengkapan tetap bersih dengan metode basah; pantau gejala seperti iritasi mata, batuk, lemas, atau sesak napas dan hubungi dokter hewan.
Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kini masih terpantau menyebar di sejumlah wilayah seperti Lampung, Banteng, hingga DKI Jakarta. Sebaran abu bahkan membuat operasional sejumlah bandara terganggu.
Abu vulkanik yang tersebar di udara dan menempel pada berbagai permukaan bisa mengganggu kesehatan, termasuk hewan peliharaan. Bagi pemilik anabul, penting untuk memberikan perlindungan ekstra kepada mereka.
Sebab, hewan peliharaan belum memahami bahaya abu vulkanik, sehingga membutuhkan bantuan pemilik untuk tetap aman dan nyaman.
Berikut Popmama.com siap membahas cara menjaga hewan peliharaan dari abu vulkanik.
Table of Content
Cara Menjaga Hewan Peliharaan dari Abu Vulkanik
1. Batasi aktivitas hewan peliharaan di luar rumah

Pexels/SARET SAYON Saat abu vulkanik menyebar di luar, sebaiknya kamu membatasi aktivitas hewan peliharaan di luar rumah. Anjing, kucing, maupun hewan lainnya dapat terpapar partikel abu saat bermain atau berjalan-jalan di luar.
Kondisi tersebut berisiko membuat abu masuk ke mata, hidung, atau saluran pernapasan mereka. Usahakan hewan peliharaan tetap berada di dalam rumah selama kondisi udara belum aman.
Jika hewan peliharaan tetap perlu diajak keluar untuk buang air, pilih waktu dan area yang minim paparan abu, lalu segera bersihkan tubuh serta kakinya setelah kembali ke rumah.
2. Sediakan tempat berlindung yang bersih dan nyaman

Unsplash/Junyoung Sung Pastikan hewan peliharaan memiliki tempat yang aman di dalam rumah dan jauh dari paparan abu vulkanik. Tutup pintu serta jendela untuk membantu mengurangi masuknya partikel abu ke dalam ruangan.
Kamu juga perlu memastikan area tempat tidur, kandang, selimut, dan perlengkapan hewan tetap bersih. Bersihkan permukaan secara rutin agar abu yang terbawa dari luar tidak menumpuk dan kemudian terhirup oleh hewan peliharaan.
3. Bersihkan tubuh dan kaki setelah hewan dari luar

Pexels/Karin Chantanaprayura Jika hewan peliharaan terpaksa keluar rumah, jangan langsung membiarkannya masuk ke dalam rumah begitu saja. Pasalnya, abu vulkanik dapat dengan mudah menempel pada bulu, kaki, hingga bagian tubuh lainnya.
Alhasil, abu vulkanik pun berpotensi tertelan ketika hewan menjilati tubuhnya. Sebelum hewan masuk ke dalam rumah, kamu bisa membersihkan bagian tubuh yang terkena abu menggunakan kain lembap atau membilasnya dengan air sesuai kebutuhan.
Perhatikan juga bagian sela-sela kaki dan bulu karena area tersebut dapat menjadi tempat menempelnya partikel abu.
4. Lindungi mata dan saluran pernapasan hewan peliharaan

Magnific/magnific Pada dasarnya, partikel abu vulkanik memiliki ukuran yang sangat kecil, sehingga dapat masuk dan bahkan menganggu mata serta sistem pernapasan hewan.
Karena itu, sebisa mungkin hindari membawa hewan peliharaan ke area yang jalanannya masih dipenuhi abu. Pemilik hewan peliharaan juga perlu memperhatikan tanda-tanda gangguan yang kemungkinan dialami anabul, seperti mata berair atau kemerahan, batuk, bersin, napas berbunyi, hingga kesulitan bernapas.
Jika muncul gejala yang mengkhawatirkan atau tidak kunjung membaik, segera konsultasikan kondisi hewan kepada dokter hewan.
5. Pastikan makanan dan air minum tetap bersih

Pixabay/Servetphotograph Makanan dan air minum hewan peliharaan juga perlu mendapat perhatian lebih. Jangan membiarkan wadah makanan atau minuman berada di area terbuka karena abu dapat jatuh dan mencemari isinya.
Simpan makanan di tempat tertutup dan ganti air minum secara berkala. Sebelum memberikan makanan kepada hewan, pastikan tidak ada partikel abu yang menempel pada makanan maupun wadahnya.
6. Bersihkan kandang dan perlengkapan secara rutin

Freepik/freepik Abu vulkanik dapat menempel pada berbagai permukaan, termasuk kandang, tempat tidur, mainan, serta perlengkapan hewan peliharaan. Jika dibiarkan menumpuk, abu bisa kembali beterbangan dan meningkatkan risiko terhirup.
Itu sebabnya, penting untuk membersihkan perlengkapan hewan secara rutin dengan benar agar abu tidak beterbangan. Caranya, selalu gunakan metode basah atau rendaman. Penggunaan air lebih ampuh dibandingkan metode menyapu yang justru dapat membuat abu beterbangan.
Pastikan tetap memakai masker saat membersihkan agar partikel abu yang tajam tidak terhirup. Sebelum kembali digunakan oleh hewan peliharaan, pastikan perlengkapan yang dibersihkan sudah bersih dan kering, ya.
7. Perhatikan kondisi hewan peliharaan

Pexels/Helena Lopes Setiap hewan bisa memberikan respons yang berbeda terhadap paparan abu vulkanik. Oleh karena itu, pemiliknya perlu mengamati perubahan perilaku maupun kondisi fisik hewan.
Jika hewan terlihat lemas, tidak mau makan atau minum, mengalami iritasi mata, batuk terus-menerus, atau menunjukkan kesulitan bernapas, jangan menunggu kondisinya semakin parah. Segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.
Itu dia beberapa cara menjaga hewan peliharaan dari abu vulkanik. Semoga bisa diterapkan untuk melindungi anabul dari paparan abu vulkanik yang menyebar, ya.









-Xky0pxU15JsaqWeBn1zMtGdrOz6LtHdl.png)












