Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Dilarang Pindah Rumah saat Malam Satu Suro, Kenapa? Ini Alasannya!

Dilarang Pindah Rumah saat Malam Satu Suro, Kenapa? Ini Alasannya!
Popmama.com/Azhari Farizky/AI
Intinya Sih
  • Larangan pindah rumah saat malam satu Suro berakar dari kepercayaan masyarakat Jawa yang menganggap malam ini penuh energi gaib.

  • Tradisi ini bukan bagian dari ajaran Islam, melainkan warisan budaya turun-temurun yang masih dipegang sebagian masyarakat.

  • Para ulama menegaskan bahwa dalam Islam tidak ada dasar yang melarang pindah rumah di malam satu Suro.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Setiap kali malam satu Suro tiba, berbagai pantangan seolah ikut hadir mengiringinya. Salah satu yang paling dikenal dan masih dipercaya hingga kini adalah larangan untuk pindah rumah.

Bagi masyarakat Jawa, malam satu Suro bukan sekadar pergantian tanggal dalam kalender. Malam ini dianggap sakral, penuh dengan nuansa spiritual, dan sarat akan kepercayaan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut Popmama.com telah merangkum alasan di balik larangan pindah rumah saat malam satu Suro, lengkap dengan pandangan budaya dan agama yang perlu diketahui.

Yuk Ma, disimak!

1. Malam satu Suro dianggap penuh energi gaib yang kuat

Pindah Rumah saat Malam Satu Suro
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, malam satu Suro dipercaya sebagai malam ketika kekuatan gaib dan energi supranatural berada di puncaknya.

Makhluk halus dan roh leluhur diyakini berkeliaran di bumi pada malam tersebut, sehingga masyarakat dianjurkan untuk bersikap eling lan waspada atau senantiasa ingat dan waspada.

Dalam suasana yang dianggap penuh kekuatan gaib seperti ini, memulai aktivitas besar seperti pindah rumah dinilai tidak tepat waktu. Masyarakat Jawa percaya bahwa melanggar pantangan di malam ini berisiko mendatangkan musibah atau kesialan bagi penghuni rumah baru.

2. Bulan Suro dianggap sebagai waktu untuk "menetap dan menata", bukan memulai hal besar

Pindah Rumah saat Malam Satu Suro
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Filosofi di balik larangan ini sebenarnya cukup dalam. Dalam tradisi Jawa, bulan Suro dimaknai sebagai waktu untuk berhenti sejenak, merenung, dan menata diri, bukan untuk memulai langkah baru yang besar.

Pindah rumah termasuk dalam kategori memulai babak baru kehidupan, sesuatu yang oleh masyarakat Jawa dianggap kurang bijak dilakukan di bulan yang penuh pantangan ini.

Itulah mengapa larangan ini menjadi salah satu yang paling dipatuhi, terutama oleh generasi yang masih memegang teguh primbon Jawa.

3. Kepercayaan ini bersumber dari tradisi budaya, bukan ajaran Islam

Pindah Rumah saat Malam Satu Suro
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Penting untuk dipahami bahwa larangan pindah rumah di malam satu Suro adalah bagian dari tradisi budaya Jawa, bukan ketentuan dalam syariat Islam. Malam satu Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah, bulan yang justru dimuliakan dalam ajaran Islam.

Pemerhati budaya Jawa sekaligus dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret, Tundjung W. Sutirto, menyebut larangan ini sebagai bagian dari mitos yang berkembang di masyarakat.

Nilai positif di baliknya adalah ajakan untuk mawas diri dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan besar.

4. Para ulama menegaskan tidak ada larangan pindah rumah dalam Islam

Pindah Rumah saat Malam Satu Suro
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Dari sisi agama Islam, tidak ditemukan satu pun dalil yang melarang pindah rumah di malam satu Suro maupun di sepanjang bulan Muharram.

Buya Yahya, dalam salah satu tausiahnya di kanal YouTube Al Bahjah TV, menegaskan bahwa kepercayaan soal hari baik dan hari buruk untuk memulai sesuatu hanyalah mitos yang beredar turun-temurun tanpa dasar dalam ajaran Islam.

Buya Yahya bahkan menyebut bahwa semua bulan pada dasarnya baik dalam Islam. Hal yang perlu diingat, yakni niat yang lurus dan amalan yang dilakukan sebelum maupun setelah menempati rumah baru.

5. Amalan ini yang justru dianjurkan saat pindah ke rumah baru

Pindah Rumah saat Malam Satu Suro
Popmama.com/Azhari Farizky/AI

Alih-alih terpaku pada penentuan waktu berdasarkan mitos, Islam menganjurkan sejumlah amalan agar rumah baru dipenuhi keberkahan. Di antaranya adalah mengucapkan salam saat pertama kali memasuki rumah, membaca doa, melaksanakan salat, serta membaca Al-Qur'an di dalam rumah baru.

Amalan-amalan inilah yang diyakini dapat mendatangkan ketenangan dan keberkahan bagi seluruh penghuni, tanpa perlu bergantung pada pilihan waktu tertentu yang tidak memiliki dasar dalam agama.

Itulah alasan di balik larangan pindah rumah saat malam satu Suro yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga hari ini.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo

Related Articles

See More