"Di update Maret kita bahas dikit tentang rangka besi H Beam yang harganya naik mulu tiap tahun ya. Tapi gagah banget rangka rumahnya. Kokoh gitu!" tulis Lizzie.
Lizzie Parra Ungkap Progres Rumah Baru, Pilih Rangka Besi H-Beam

Lizzie Parra membagikan progres pembangunan rumah yang kini telah menggunakan rangka besi H-Beam sebagai struktur utama.
Konsep low ceiling setinggi sekitar 2,45 meter dipilih untuk memaksimalkan penggunaan material besi dan mengurangi limbah konstruksi.
Penggunaan material kayu diminimalkan agar rumah lebih tahan terhadap rayap dan lebih awet dalam jangka panjang.
Elizabeth Christina Parameswari atau yang akrab disapa Lizzie Parra kembali memberikan kabar terbaru mengenai pembangunan rumah impiannya.
Lewat unggahan Home Diaries: March 2026, pendiri BLP Beauty tersebut memperlihatkan progres rumah yang kini sudah berdiri dengan rangka besi H-Beam.
Lizzie juga membagikan alasan memilih material tersebut, termasuk konsep low ceiling yang diterapkan demi meminimalkan limbah konstruksi dan membuat bangunan lebih efisien.
Nah dalam artikel ini Popmama.com telah menjelaskan Lizzie Parra ungkap progres rumah baru.
Yuk, disimak!
1. Lizzie Parra memilih rangka besi H-Beam meski harganya terus naik

Pada pembaruan bulan Maret, Lizzie Parra memperlihatkan struktur rangka rumah yang kini mulai berdiri. Ia mengungkapkan bahwa rumahnya menggunakan rangka besi H-Beam, material yang menurutnya mengalami kenaikan harga hampir setiap tahun.
Meski begitu, Lizzie mengaku tetap puas dengan pilihannya karena rangka tersebut terlihat sangat kokoh dan memberikan kesan gagah pada bangunan rumahnya.
2. Desain low ceiling dipilih untuk mengurangi limbah material

Lizzie Parra juga menjelaskan salah satu ciri khas desain dari arsitek SPOA, yaitu penggunaan low ceiling. Menurutnya, konsep ini bukan sekadar soal estetika, tetapi juga mempertimbangkan efisiensi konstruksi.
Dengan tinggi plafon sekitar 2,45 meter, panjang besi dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa harus banyak dipotong ataupun disambung. Hal tersebut membuat sisa material menjadi lebih sedikit.
"Salah satu yang jadi ciri khas design SPOA itu low ceiling. Itu dikarenakan design mereka memanfaatkan panjang besi tanpa harus memotong atau menyambung. Jadi minim material waste," jelasnya.
Lizzie menambahkan bahwa tinggi plafon rumahnya nanti diperkirakan berada di kisaran 2,45 meter.
3. Penggunaan kayu diminimalkan agar lebih tahan terhadap rayap

Selain mengandalkan struktur besi, Lizzie Parra juga mengurangi penggunaan material kayu pada pembangunan rumahnya. Harapannya, keputusan tersebut dapat mengurangi risiko munculnya rayap yang sering menjadi masalah pada bangunan.
Ia pun berharap rumah barunya bisa lebih awet dan bebas dari gangguan rayap di masa mendatang.
"Selain itu dengan minimal penggunaan material kayu, berharap nanti ga ada drama rayap di masa depan. Amin!" ungkapnya.
Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa Lizzie tidak hanya memikirkan tampilan rumah, tetapi juga mempertimbangkan aspek ketahanan dan perawatan jangka panjang.
Itulah penjelasan Lizzie Parra ungkap progres rumah baru. Meski prosesnya masih berlangsung, rumah impiannya mulai menunjukkan bentuk dengan struktur besi H-Beam yang kokoh serta konsep desain yang mengutamakan efisiensi material dan daya tahan bangunan.

















