Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Penyakit Anjing yang Paling Mematikan, Waspada dari Parvovirus
Freepik
  • Penyakit paling mematikan pada anjing di antarnya ada canine parvovirus, canine coronavirus enteritis, canine distemper, canine infectious hepatitis, leptospirosis, babesiosis, dan rabies yang dapat berakibat fatal bila tidak ditangani cepat.

  • Setiap penyakit memiliki gejala khas seperti muntah, diare berdarah, demam tinggi, kelumpuhan hingga gagal organ yang menuntut penanganan medis segera untuk mencegah kematian.

  • Pencegahan utama meliputi vaksinasi rutin, menjaga kebersihan lingkungan, serta penggunaan obat antiparasit agar anjing tetap sehat dan terhindar dari infeksi berbahaya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bagi para pencinta anjing, melihat anabul kesayangan lincah dan ceria tentu jadi kebahagiaan tersendiri. Namun, di balik kibasan ekor dan tingkah lucunya, ada risiko kesehatan serius yang diam-diam mengintainya.

Beberapa jenis penyakit pada anjing tergolong sangat ganas dan bisa berakibat fatal jika tidak dideteksi sejak dini. Mengenali ancaman ini bukan untuk membuat kamu panik, melainkan agar kamu bisa lebih waspada dalam menjaga anjing peliharaan tetap sehat.

Lantas, apa saja penyakitnya? Berikut Popmama.com akan membagikan informasi seputar penyakit anjing yang paling mematikan.

Yuk, disimak!

Deretan Penyakit Anjing yang Paling Mematikan

1. Canine Parvovirus (Parvo)

Freepik

Canine parvovirus atau parvo merupakan penyakit virus yang sangat menular, terutama pada anak anjing yang belum divaksinasi. Virus ini menyerang saluran pencernaan dan sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat menyebabkan dehidrasi parah dalam waktu singkat.

Anjing yang terkena parvo biasanya mengalami muntah hebat, diare berdarah, kehilangan nafsu makan, serta tubuh lemas. Tanpa penanganan intensif, penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi. 

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi parvovirus ialah dengan memberikan vaksinasi lengkap pada anjing.

2. Canine Coronavirus Enteritis

Freepik

Canine coronavirus enteritis merupakan penyakit virus yang menyerang saluran pencernaan. Meski umumnya lebih ringan dibandingkan parvovirus, infeksi ini dapat menjadi sangat berbahaya jika menyerang anak anjing atau terjadi bersamaan dengan infeksi parvo.

Penyakit ini ditandai dengan diare, muntah, kehilangan nafsu makan, dan dehidrasi. Jika tidak segera mendapatkan cairan dan perawatan yang memadai, kondisi anjing dapat memburuk dengan cepat. 

Untuk mengurangi risiko anjing terkena penyakit ini, selalu jaga kebersihan lingkungan dan lakukan vaksinasi kepadanya.

3. Canine Distemper

Freepik

Canine distemper adalah penyakit virus yang menyerang sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf. Penyakit ini mudah menyebar melalui percikan air liur, lendir, atau kontak langsung dengan anjing yang terinfeksi.

Gejalanya dapat berupa demam, batuk, pilek, muntah, diare, hingga kejang dan kelumpuhan. Banyak anjing yang berhasil sembuh tetap mengalami gangguan saraf permanen. 

Oleh karena itu, vaksinasi sejak dini sangat penting untuk melindungi anjing dari penyakit ini.

4. Canine Infectious Hepatitis

Magnific/pvproductions

Canine infectious hepatitis merupakan penyakit akibat infeksi canine adenovirus tipe 1 yang menyerang organ hati, ginjal, dan pembuluh darah. Penyakit ini lebih berisiko menyerang anak anjing yang belum mendapatkan vaksin.

Anjing yang terinfeksi dapat mengalami demam tinggi, muntah, diare, nyeri perut, pembengkakan hati, hingga gangguan pembekuan darah. Pada kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan kematian secara mendadak. 

Sebagai bentuk perlindungan utama, berikan vaksin kombinasi kepada anjing agar bisa terhindar dari penyakit ini.

5. Leptospirosis

Freepik

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira dan dapat menular dari hewan ke manusia (zoonosis). Penularannya sering terjadi melalui air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan yang terinfeksi.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan ginjal, hati, gangguan pernapasan, hingga perdarahan. Gejalanya meliputi demam, muntah, nyeri otot, lemas, serta perubahan warna gusi menjadi kekuningan. 

Untuk memberikan peluang kesembuhan, berikan pengobatan secara dini dengan menggunakan antibiotik.

6. Babesiosis

Freepik

Babesiosis adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Babesia yang ditularkan melalui gigitan kutu. Parasit ini menyerang sel darah merah sehingga menyebabkan anemia yang dapat berkembang menjadi kondisi serius.

Adapun gejalanya berupa demam, gusi pucat, urine berwarna gelap, tubuh lemas, hingga pembesaran limpa. Pada kasus yang berat, penyakit ini dapat menyebabkan gagal organ hingga kematian. 

Agar anjing bisa tercegah dari penyakit ini, cobalah menggunakan obat antiparasit untuk mengendalikan kutu yang ada di dalam tubuhnya.

7. Rabies

Magnific/aleksandarlittlewolf

Rabies menjadi salah satu penyakit anjing yang paling mematikan karena menyerang sistem saraf pusat. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies yang umumnya menular melalui gigitan hewan yang telah terinfeksi. Setelah gejala muncul, rabies hampir selalu berakhir dengan kematian, baik pada anjing maupun manusia yang tertular.

Gejala rabies meliputi perubahan perilaku yang drastis, agresivitas, air liur berlebihan, kesulitan menelan, hingga kelumpuhan. Supaya anjing bisa tercegah dari rabies, berikan vaksin rabies secara rutin serta menghindari kontak anjing dengan hewan liar yang berpotensi membawa virus.

Itulah informasi seputar penyakit anjing yang paling mematikan. Kalau anjing sudah menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera bawa ke dokter hewan untuk mengonsultasikan kesehatannya, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article