7 Cara Ampuh Mengatasi Pertengkaran dengan Mertua

Jangan biarkan masalah yang ada merusak hubungan keluarga Mama

11 Maret 2019

7 Cara Ampuh Mengatasi Pertengkaran Mertua
Freepik/Bearfotos

Setiap hubungan rumah tangga pasti akan selalu ada masalah yang datang, Ma. Termasuk dalam urusan antara menantu dan mertua.

Hubungan antara menantu dan mertua termasuk sulit. Perbedaan pendapat seringkali menjadi penyebab ada masalah dan bahkan pertengkaran dengan mertua.

Meski Mama bisa meminta bantuan Papa, namun jika terlalu sering efeknya dikhawatirkan justru bisa mengganggu hubungan Papa dengan orang tuanya. Oleh sebab itu, Mama juga perlu memiliki sikap dan mandiri menyelesaikan masalah yang ada dengan mertua.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa cara ampuh mengatasi pertengkaran dengan mertua:

1. Jaga nada suara saat berbicara

1. Jaga nada suara saat berbicara
Pexels/Anastasiya Gepp

Apabila ada perkataan yang memang menyinggung atau membuat Mama kesal, upayakan untuk tetap menjaga nada suara saat berbicara dengan mertua.

Hindari sebisa mungkin meninggikan nada suara, apalagi sampai berteriak. Apabila hal tersebut sampai terjadi, mertua bisa menjadikannya sebagai ‘senjata’ untuk membuat Mama merasa bersalah.

Bukan tidak mungkin, hal ini justru akan memperburuk situasi dan membuat masalah yang sudah ada semakin besar.

Jika Mama ingin bersikap tegas, cobalah untuk merangkai kata yang lebih sopan namun tetap sampaikan dengan nada suara yang rendah. Jadi, ingat ya, Ma. Seberapa pun buruknya kondisi pertengkaran antara Mama dan mertua, hindari meninggikan nada suara saat berbicara.

2. Cobalah memahami alasan pertengkaran

2. Cobalah memahami alasan pertengkaran
Freepik

Sesekali cobalah juga untuk mengerti dan memahami mengapa mertua bersikap demikian terhadap Mama. Apakah karena ada trauma di masa lalu atau mungkin apakah ada rasa cemburu?

Ya, pahami bahwa mungkin saja mertua merasa kehilangan sosok anak kesayangannya, Ma. Meski ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar, namun tetap ada kemungkinan alasan di balik sikapnya yang sering menyebalkan mungkin hanya karena rasa rindu.

Jika demikian, mengertilah dan berikan kebutuhannya sebagai seorang ibu. Minta Papa untuk sesekali memberikan perhatian khusus untuk mertua. Misalnya datang berkunjung, mengobrol, serta membawakan makanan kesukaan.

Percayalah bahwa dengan memberikan kesempatan ini, maka mertua juga akan lebih menghargai Mama dan tidak lagi beranggapan bahwa Mama telah merebut sesuatu darinya.

3. Menerima bahwa sikapnya tak bisa berubah

3. Menerima bahwa sikap tak bisa berubah
Freepik

Apabila ada sikap atau kebiasaan mertua yang mungkin tidak Mama sukai, misalnya sering memberikan kritik atau berbicara di belakang tentang Mama, terimalah bahwa kita tidak bisa sepenuhnya mengubah sikap seseorang.

Coba tanyakan pada suami, apakah memang mertua sudah memiliki kebiasaan tersebut sejak lama.

Apabila memang sikapnya sudah menjadi kebiasaan, misalnya cara mertua memberikan kritik yang seringkali menyinggung, maka Mama harus bisa menerima bahwa itu tidak bisa diubah.

Satu-satunya hal yang dapat Mama lakukan adalah menjaga jarak dan sikap saat berbicara dengan mertua. Tetap bersikap baik dan bersabar menghadapinya.

Editors' Picks

4. Identifikasi pemicu masalah

4. Identifikasi pemicu masalah
Freepik/Yanalya

Saat ada pertengkaran dengan mertua, selalu identifikasi pemicu masalahnya. Hindari langsung sepenuhnya menyalahkan mertua atau bahkan suami.

Pikirkan terlebih dahulu apa sebenarnya yang membuat mertua bersikap atau berkata demikian, sampai kemudian Mama tersinggung.

Mungkin sebelumnya pernah ada sikap atau ucapan Mama yang menyinggung mertua. Bisa juga karena memang sudah bawaan mertua memiliki sikap yang suka mengkritik siapa saja.

Memahami sifat dasar dan perilaku mertua kan membuat Mama lebih bisa santai, terutama saat sebenarnya tidak ada yang keliru dengan diri Mama. Tetap tenang dan hindari sebisa mungkin situasi yang bisa membuat mertua bersikap negatif.

5. Hindari selalu melibatkan pasangan

5. Hindari selalu melibatkan pasangan
Pexels/Vera Arsic

Seberapa berat masalah yang dialami antara Mama dan mertua, hindari selalu melibatkan pasangan, ya. Cobalah sesekali selesaikan sendiri permasalahan yang ada.

Sah-sah saja jika Mama memberi tahu suami saat ada pertengkaran dengan mertua, serta meminta saran untuk mengambil sikap. Namun hindari mengeluh berlebihan atau marah setiap kali ada masalah.

Walau bagaimana pun juga, mertua adalah ibu dari suami, sehingga Mama tetap perlu menghormati perasaannya sebagai seorang anak. Terlalu banyak mengeluh juga bisa menjadi masalah baru untuk Mama.

Baca juga: Tips Menjaga Hubungan Harmonis dengan Mertua

6. Biarkan mertua menyampaikan sarannya

6. Biarkan mertua menyampaikan sarannya
Pexels/Pixabay

Salah satu hal yang seringkali dianggap mengganggu adalah saat mertua selalu memberikan kritik pada masalah rumah tangga atau pola asuh anak. Kritik yang diberikan pun kadang-kadang tidak dengan cara yang baik.

Efeknya, Mama jadi tersinggung, sedih, merasa gagal atau bahkan lama-kelamaan menjadi emosi.

Jika demikian, tetap bersabar ya, Ma. Salah satu situasi yang sulit dipahami adalah saat di mana mertua suka campur tangan dalam urusan rumah tangga. Namun seberapa pun Mama emosi, cobalah untuk tetap tenang dan mendengarkan masukan tersebut.

Ya, solusi yang lebih baik daripada emosi dan menimbulkan masalah baru adalah membiarkan mertua memberikan masukan pada Mama. Cukup dengarkan saja. Ingatlah bahwa Mama tidak harus mengikuti apa saran yang diberikan, jika memang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Cobalah untuk bersikap baik pada mertua dan menangkan hatinya dengan bersikap tenang, Ma.

7. Menjadi dewasa

7. Menjadi dewasa
Pexels/Bruce Mars

Jika memang mertua sering bersikap tidak menyenangkan, Mama harus bisa bersikap dewasa dan tidak menggebu-gebu mengambil keputusan. Terima fakta bahwa mertua tidak sama dengan orang tua kandung, yang mungkin cara bersikapnya akan berbeda.

Belajarlah untuk melihat segala situasi dari sudut pandang mertua. Bahkan ketika sedang ada masalah dengan mertua, bersikaplah dewasa, Ma. Tetap tersenyum dan tenang.

Kebiasaan ini bisa membantu Mama terhindari dari masalah yang lebih besar, misalnya saat Mama menjawab semua ucapan mertua atau bersikap yang kasar.

Siapa tahu dengan bersikap tenang, mertua akan lebih segan dan menjaga ucapannya di hadapan Mama, bukan?

Tetap bersabar dalam menghadapi masalah yang ada dengan mertua ya, Ma. Ingatlah bahwa bagaimanapun juga mertua adalah orang tua dari suami, sehingga penting bagi Mama untuk bisa menjaga sikap dan ucapan.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!