Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Beda dari Cerai, Aurelie Moeremans Jelaskan Arti Annulment

Beda dari Cerai, Aurelie Moeremans Jelaskan Arti Annulment
Youtube.com/Aurelie Moeremnas
Intinya Sih
  • Annulment berbeda dari perceraian karena menyatakan pernikahan tidak pernah sah sejak awal.

  • Cancellation membatalkan sesuatu yang sebelumnya sah, sedangkan annulment menegaskan ketidaksahan sejak awal.

  • Dalam ajaran Katolik, Tuhan melihat niat ketika seseorang tidak mengetahui adanya ketidaksahan tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dalam sebuah Reels, Aurelie Moeremans membahas satu pertanyaan menarik dari pembaca bukunya, Broken Strings. Pertanyaan itu menyoroti istilah annulment dalam pernikahan Katolik yang sempat ia tulis sebagai “pembatalan.” Banyak yang bingung, karena selama ini Gereja Katolik dikenal tidak mengenal perceraian.

Lewat video berdurasi lebih dari empat menit, Aurelie menjelaskan dengan runtut bahwa istilah annulment berbeda dari sekadar “cancel” atau pembatalan biasa. Penjelasannya pun membuat banyak orang akhirnya memahami perbedaannya secara lebih jernih.

Nah, dalam artikel ini Popmama.com telah merangkum Aurelie Moeremans jelaskan arti annulment.

Yuk, disimak!

Rangkuman Aurelie Moeremans Menjelaskan Arti Annulment

1. Katolik memang tidak mengenal perceraian

potret Aurelie Moeremans
Instagram.com/aurelie

Aurelie Moeremans menegaskan sejak awal bahwa Gereja Katolik memang tidak mengenal perceraian. Namun, annulment bukanlah perceraian. Ia bahkan mengaku agak menyesal menerjemahkan istilah tersebut sebagai “pembatalan” karena berpotensi menimbulkan salah paham.

“Memang tidak bisa bercerai. Satu, aku sebenarnya agak nyesel pakai kata pembatalan di buku aku, karena memang kalau annulment itu kalau di-translate ke bahasa Indonesia artinya pembatalan,” jelas Aurelie.

Aurelie menjelaskan bahwa dalam praktiknya, annulment berkaitan dengan sah atau tidaknya sebuah pernikahan sejak awal menurut hukum gereja. Jadi bukan mengakhiri sesuatu yang sah, melainkan menegaskan bahwa sejak awal ada syarat yang tidak terpenuhi.

2. Bedanya cancellation dan annulment

Aurelie Moeremans
Instagram.com/aurelie

Menurut Aurelie Moeremans, cancellation berarti sesuatu yang awalnya sah kemudian dibatalkan. Misalnya kontrak atau perjanjian yang sudah berlaku, lalu dihentikan. Semua yang terjadi sebelum pembatalan tetap dianggap sah.

Sedangkan annulment berbeda. Dalam kasus pernikahan Katolik, jika setelah penyelidikan pengadilan gerejawi ditemukan bahwa ada syarat kanonik yang tidak terpenuhi, adanya paksaan, atau pelanggaran aturan lain, maka pernikahan tersebut dinyatakan tidak pernah sah sejak awal.

Artinya, secara hukum gereja, ikatan itu dianggap tidak pernah valid sejak hari pertama.

3. Analogi gol offside yang dianulir

Aurelie Moeremans
Instagram.com/aurelie

Agar lebih mudah dipahami, seorang Romo pernah memberi analogi yang menurut Aurelie Moeremans sangat menarik, yakni tentang pertandingan sepak bola.

Annulment itu seperti kalian nonton bola, tiba-tiba ada gol, bolanya masuk gawang, semuanya udah teriak gol. Tiba-tiba pas ngecek, wasitnya annul karena ternyata offside,” ucapnya.

Meski bola sempat masuk dan papan skor naik, setelah dicek ternyata ada pelanggaran. Gol tersebut dianulir dan dianggap tidak sah. Begitu pula dengan annulment dalam pernikahan Katolik, secara kasat mata tampak sah, tetapi setelah diperiksa ternyata tidak memenuhi aturan.

4. Bagaimana dengan dosa jika tidak tahu?

Aurelie Moeremans
Instagram.com/aurelie

Aurelie Moeremans juga sempat mempertanyakan hal yang lebih personal, bagaimana jika saat menjalani pernikahan tersebut, ia tidak tahu bahwa ada ketidaksahan sejak awal? Apakah semua yang terjadi menjadi dosa?

Jawaban Romo membuatnya tenang. Menurutnya, Tuhan melihat niat. Jika seseorang tidak tahu dan menjalani semuanya dengan niat baik, maka situasinya berbeda dengan mereka yang sadar namun tetap melanggar.

Penjelasan ini menjadi penguat secara spiritual sekaligus memperjelas bahwa annulment bukan sekadar perkara administratif, melainkan juga menyangkut dimensi iman.

5. Mengapa lebih baik tetap pakai istilah annulment?

Aurelie Moeremans
Instagram.com/aurelie

Di akhir video, Aurelie Moeremans menyadari bahwa mungkin seharusnya ia tetap menggunakan istilah annulment dalam bukunya agar tidak membingungkan. Sebab, secara etimologis kata ini berasal dari bahasa Latin nullus yang berarti “tidak ada” atau “kosong”.

Maknanya jelas yakni pernikahan tersebut dinyatakan tidak pernah sah sejak awal karena tidak memenuhi aturan yang berlaku dalam gereja. Dengan memahami perbedaan ini, publik diharapkan tidak lagi menyamakan annulment dengan perceraian.

Itulah rangkuman Aurelie Moeremans jelaskan arti annulment. Lewat penjelasan yang sederhana namun detail, Aurelie Moeremans berhasil meluruskan kesalahpahaman soal annulment dalam pernikahan Katolik. Bukan perceraian, melainkan penegasan bahwa sebuah pernikahan sejak awal memang tidak memenuhi syarat sah menurut hukum gereja.

FAQ Seputar Annulment dalam Pernikahan Katolik

Apakah annulment sama dengan perceraian?

Tidak. Annulment menyatakan bahwa pernikahan tidak pernah sah sejak awal, bukan mengakhiri pernikahan yang sah.

Mengapa disebut pembatalan jika tidak pernah sah?

Dikarena terjemahan bahasa Indonesia sering memakai kata “pembatalan,” padahal makna teologisnya berbeda dari pembatalan biasa.

Apakah semua yang terjadi sebelum annulment dianggap dosa?

Tidak otomatis. Dalam ajaran Katolik, Tuhan melihat niat dan ketidaktahuan seseorang saat menjalani pernikahan tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More