Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Aurelie Moeremans Rilis Buku, Perjuangan Lawan Child Grooming di 2026

Aurelie Moeremans Rilis Buku, Perjuangan Lawan Child Grooming di 2026
Instagram.com/aurelie
Intinya sih...
  • Dukungan suami menjadi kunci keterbukaan Aurelie Moeremans.
  • Mendorong keberanian para penyintas untuk mulai bersuara.
  • Membawa isu child grooming hingga ke ranah hukum dan sekolah.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Aurelie Moeremans kembali mengejutkan publik dengan sebuah langkah yang sangat berani dan inspiratif. Melalui akun Instagram pribadinya, Aurelie membagikan momen hangat bersama suaminya sekaligus merayakan dampak luar biasa dari buku yang baru saja dirilisnya.

Buku yang awalnya ditulis sebagai media penyembuhan diri (healing) atas masa lalu yang kelam, kini justru bertransformasi menjadi gerakan sosial yang masif. Aurelie yang pernah menjadi penyintas, kini berdiri tegak untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak atau perempuan yang harus mengalami nasib serupa.

Berdasarkan unggahan di akun Instagram @aurelie pada Minggu (8/2/2026), berikut Popmama.com rangkum perjuangan Aurelie Moeremans lawan child grooming di 2026.

Simak ya, Ma!

1. Dukungan suami menjadi kunci keterbukaan Aurelie Moeremans

Aurelie Moeremans Rilis Buku, Perjuangan Lawan Child Grooming di 2026
Instagram.com/aurelie

"Mungkin ceritamu bisa membantu Aurélie lain di luar sana, seseorang yang masih mencari jalan keluar atau alasan untuk bertahan," ujar sang suami memberikan semangat.

Kalimat tersebut menjadi titik balik bagi Aurelie Moeremans yang awalnya berniat menyimpan buku itu hanya untuk dirinya sendiri.

Dukungan sang suami meyakinkan Aurelie bahwa kisah masa lalunya bukan lagi sebuah beban yang harus dipikul sendiri, melainkan sebuah cahaya harapan bagi orang lain yang sedang berada di posisi yang sama.

2. Mendorong keberanian para penyintas untuk mulai bersuara

Aurelie Moeremans Rilis Buku, Perjuangan Lawan Child Grooming di 2026
Instagram.com/aurelie

Dampak dari buku ini ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan Aurelie Moeremans, di mana banyak orang mulai berani untuk speak up mengenai pengalaman pahit mereka.

"Buku ini bukan lagi milikku sendiri. Buku ini milik setiap gadis yang pernah dibungkam, setiap penyintas yang masih memikul beban dalam diam," ungkap Aurelie melalui pesan dalam unggahannya.

Kesadaran ini muncul saat ia melihat betapa banyak korban grooming yang akhirnya berani melaporkan kasus mereka ke pihak berwajib. Buku ini seolah menjadi "suara" bagi mereka yang selama ini terpaksa bungkam karena rasa takut dan malu.

3. Membawa isu child grooming hingga ke ranah hukum dan sekolah

Aurelie Moeremans Rilis Buku, Perjuangan Lawan Child Grooming di 2026
Instagram.com/aurelie

Bukan sekadar curhatan, buku Aurelie Moeremans telah sampai ke meja DPR untuk mendorong perubahan sistem hukum di Indonesia agar lebih berpihak pada perlindungan anak.

"Di 2026, child grooming akhirnya dibicarakan secara terbuka, bahkan di sekolah. Supaya anak-anak aware akan tanda-tandanya. Supaya mereka nggak harus mengalami apa yang pernah aku alami," tegas Aurelie.

Langkah ini diharapkan dapat memutus rantai predator anak yang sering kali memanfaatkan ketidaktahuan korban. Dengan adanya edukasi di sekolah, Aurelie berharap sistem pencegahan di Indonesia menjadi lebih kuat dan sistematis.

Luar biasa sekali keberanian Aurelie Moeremans ya, Ma. Dari sebuah luka lama, ia berhasil menciptakan perubahan nyata untuk masa depan anak-anak Indonesia yang lebih aman.

FAQ Memahami Child Grooming dari Kisah Aurelie Moeremans

Apa sebenarnya inti dari pesan "Chapter 23: Bebas" yang ditulis Aurelie Moeremans?

Pesan tersebut merupakan simbol kebebasan Aurelie Moeremans dari trauma masa lalu. Angka 23 merujuk pada bab perjalanan hidupnya yang kini tidak lagi diwarnai ketakutan, melainkan kekuatan untuk membawa perubahan bagi sistem perlindungan anak di Indonesia.

Mengapa buku Aurelie Moeremans sampai dibawa ke pembahasan di DPR?

Buku tersebut memicu kesadaran publik yang masif, sehingga dianggap sebagai bukti nyata perlunya penguatan regulasi hukum terkait child grooming. Tujuannya agar ada payung hukum yang lebih spesifik untuk menjerat pelaku manipulasi psikologis terhadap anak di bawah umur.

Apa pesan Aurelie Moeremans untuk para orang tua terkait bahaya grooming?

Aurelie Moeremans menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orangtua dan anak. Dengan membicarakan isu ini secara terbuka sejak di bangku sekolah, anak-anak akan lebih peka terhadap tanda-tanda manipulasi dari orang dewasa di sekitar mereka.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Menyimpan Paprika, Jangan Sampai Lembap

10 Feb 2026, 07:28 WIBLife