7 Pelajaran dari Kasus Aurelie Moeremans di Broken Strings

- Pentingnya kesadaran tentang hubungan child grooming.
- Hubungan manipulatif memberikan kuasa penuh pada pelaku.
- Peran keluarga sangat dibutuhkan, isolasi sebagai tanda red flag dalam suatu hubungan.
Aurelie Moeremans menulis buku pertamanya bertajuk Broken Strings. Lewat memoar tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman pahitnya terjebak di hubungan toksik semasa belia oleh sosok bernama Bobby.
Dengan rilisnya buku Broken Strings, Aurelie berharap dapat membantu perempuan di luar sana yang juga memiliki pengalaman serupa.
Aurelie ingin banyak anak dan perempuan yang ‘terselamatkan’ dari lingkaran toksik sebuah hubungan. Berikut Popmama.com siap membahas pelajaran dari kasus Aurelie Moeremans di Broken Strings secara lebih detail.
Deretan Pelajaran dari Kasus Aurelie Moeremans di Broken Strings
1. Pentingnya akan kesadaran tentang hubungan child grooming

Child grooming menjadi masalah utama yang pernah dialami Aurelie Moeremans di usia 15 tahun. Sebagai informasi, child grooming adalah hubungan manipulatif yang dilakukan orang dewasa kepada anak di bawah umur.
Sosok Bobby yang sudah mendekati kepala tiga secara sadar menjalin hubungan dengan Aurelie di usia 15 tahun. Sayangnya, di masa itu banyak orangtua yang tidak teredukasi akan bahayanya child grooming kepada anak.
2. Hubungan manipulatif yang memberikan kuasa penuh pada pelaku

Melalui buku Broken Strings, Aurelie Moeremans menyoroti bagaimana dirinya mengalami kekerasan fisik dan psikis oleh orang dewasa. Bobby tega melakukan manipulasi dan berkuasa penuh akan kehidupan Aurelie.
Pengalaman yang dituliskan Aurelie seolah menjadi refleksi bagi banyak perempuan di luar sana, khususnya bagi mereka yang terjebak dalam hubungan manipulatif serta relasi kuasa dominan.
3. Peran keluarga sangat dibutuhkan

Usia Aurelie Moeremans terlalu muda untuk bisa memahami bahwa dirinya telah terjebak hubungan toksik oleh laki-laki dewasa. Kemampuan berpikirnya belum matang, sehingga sulit dalam mengambil keputusan yang tepat.
Itu sebabnya, keluarga memegang peranan yang sangat krusial. Sudah sepatutnya Mama dan Papa menjadi wadah aman bagi anak. Masalah utama Aurelie kala itu adalah dirinya yang enggan terbuka, hingga berujung melewati semuanya sendirian.
4. Isolasi sebagai tanda red flag dalam suatu hubungan

Salah satu taktik yang digunakan Bobby adalah memisahkan Aurelie Moeremans dari lingkungan sosial dan keluarganya. Hal ini membuat Aurelie merasa sendirian dan bergantung sepenuhnya kepada Bobby.
Bobby sengaja mengisolasi Aurelie agar tidak ada satu pun orang yang dapat menyelamatkannya. Pelajaran bagi siapa pun untuk tetap waspada jika pasangan mulai membatasi komunikasi dengan orang lain, karena ini menjadi pertanda bahaya bahwa pasangan adalah sosok yang red flag.
5. Keberanian untuk bersuara menjadi sesuatu yang penting

Butuh waktu bertahun-tahun bagi Aurelie untuk sembuh dari apa yang dialaminya di masa lalu. Melalui Broken Strings, Aurelie menunjukkan bahwa meski dirinya membutuhkan waktu lama, bersuara menjadi hal penting.
Bukan hanya untuk mendapatkan keadilan bagi dirinya, tetapi juga menjadi sarana untuk mengedukasi banyak orang di luar sana agar tidak mengalami pengalaman pahit serupa.
6. Pentingnya membangun ruang aman antara orangtua dan anak

Kasus yang dialami Aurelie seolah menjadi alarm bagi orangtua di luar sana untuk membangun komunikasi terbuka kepada anak. Jadilah orangtua yang mendengarkan keluh kesah, bukan justru menghakimi anak.
Dengan begitu, anak dapat merasa nyaman untuk bercerita jika mengalami ketidak nyamanan di dunia nyata. Orangtua dapat menyelipkan edukasi agar anak tidak mengalami kejadian serupa seperti Aurelie.
7. Berikan dukungan terhadap penyintas

Sejak rilisnya buku Broken Strings, Aurelie mengakui banyak perempuan yang speak up bahwa mereka mengalami hal serupa dengan dirinya di masa lalu.
Aurelie tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Publik dan rekan sesama artis membanjiri Instagram Aurelie dengan berbagai pesan dukungan positif.
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya empati dan validasi terhadap trauma masa lalu seseorang. Dengan begitu, korban merasa dirangkul dan terlindungi. Proses penyembuhan pun dapat berlangsung dengan baik.
Itu dia pelajaran dari kasus Aurelie Moeremans di Broken Strings. Apakah Mama sudah membaca bukunya?


















-WPjq5Yg4U4cqGOJLCg5FTmeQMmZlQs5Q.png)
