“Lagu ini lahir dari percakapan yang sangat jujur dan apa adanya. Kami tidak pernah benar-benar merencanakannya, tapi justru dari situ semuanya terasa lebih dekat dan nyata,” ujar Wijaya 80
Bikin Baper, Wijaya 80 dan Sal Priadi Bikin Lagu Cinta Beda Agama

Wijaya 80 merilis single kolaboratif berjudul ‘Bulan Bintang, Garis Melintang’ bersama Sal Priadi, menghadirkan karya yang lahir dari pertemuan spontan tanpa perencanaan.
Lagu 'Bulan Bintang, Garis Melintang’ menggambarkan perjalanan memahami cinta dan batasnya, dengan sentuhan lirik puitis khas Sal Priadi yang memperkuat identitas emosional lagu.
Proyek ini turut melibatkan musisi seperti Ardhito Pramono, Hezky Joe, dan Erikson Jayanto, menciptakan harmoni unik dari perpaduan gaya musikal berbeda.
Dunia musik tanah air kembali kedatangan sebuah karya yang lahir dari ketidaksengajaan yang manis. Wijaya 80, grup musik yang dikenal dengan pendekatan estetiknya, baru saja merilis single kolaboratif bertajuk ‘Bulan Bintang, Garis Melintang’.
Menariknya, kali ini mereka menggandeng Sal Priadi, penulis lagu sekaligus penyanyi yang punya kemampuan magis dalam merangkai diksi-diksi lirik yang sangat personal.
Pertemuan dua karakter musikal yang berbeda ini akhirnya melahirkan sebuah narasi yang terasa sangat dekat dan relevan bagi siapa pun yang sedang berjuang memahami arti cinta yang tidak selalu berjalan lurus.
Penasaran bagaimana proses di balik layar dan makna dari lagu ini? Yuk, simak rangkuman Popmama.com berikut ini!
Pertemuan Spontan yang Berbuah Karya

Siapa sangka jika lagu seindah ini lahir tanpa perencanaan di atas kertas. Pertemuan antara Wijaya 80 dan Sal Priadi terjadi begitu saja dalam sebuah sesi studio yang tidak direncanakan sebelumnya.
Dari sekadar obrolan ringan dan candaan di sela-sela waktu, muncul benih ide yang kemudian dieksplorasi lebih jauh.
Makna di Balik Judul yang Puitis

Nama Sal Priadi tentu sudah tidak asing lagi dengan pilihan diksi liriknya yang puitis. Dalam kolaborasi ini, Sal turut mengambil peran dalam pembentukan identitas lagu, termasuk penentuan judulnya.
“Ada banyak cerita yang sebenarnya sederhana, tapi terasa besar ketika dijalani. Lagu ini mencoba merangkum perasaan itu, tentang mencintai, sekaligus memahami batas yang ada,” tambah Sal Priadi.
Melalui diskusi sederhana yang awalnya dibalut guraua, lagu ini sukses tumbuh secara organik, perlahan berubah menjadi perenungan makna yang lebih dalam.
Kolaborasi Lintas Musisi Berbakat

Tak hanya Wijaya 80 dan Sal Priadi, lagu ini juga melibatkan deretan nama besar di balik layarnya. Nama-nama seperti Ardhito Pramono, Hezky Joe, dan Erikson Jayanto turut andil sebagai penulis lirik dan komposer.
Perpaduan dua karakter musikal dengan pendekatan yang berbeda namun saling melengkapi ini menciptakan sebuah harmoni yang sangat cantik melalui 'Bulan Bintang, Garis Melintang'.
Sudah mendengar lagu ini, Ma?
FAQ Wijaya 80 dan Sal Priadi
| Siapa itu Wijaya 80? | Wijaya 80 merupakan grup musik yang dikenal lewat pendekatan karyanya yang spontan. Dalam proses kreatifnya, mereka sering kali mengutamakan percakapan yang apa adanya dan organik untuk menciptakan karya. |
| Siapa itu Sal Priadi? | Sal Priadi adalah seorang musisi, penulis lirik, dan komposer yang memiliki karakter vokal serta penulisan lirik yang sangat personal dan emosional. Sal dikenal mahir merangkum cerita-cerita sederhana menjadi narasi yang terasa besar dan bermakna saat dijalani. |
| Apa yang membuat aransemen musik dalam lagu ini terasa begitu megah? | Keindahan musiknya didukung oleh sentuhan Strings Arrangement dari Erikson Jayanto, yang diperkuat oleh permainan Ava Victoria pada Violin 1, Yacobus Widodo pada Viola, serta Angga Pratala pada Cello |


















