Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Bocoran Album Baru Bernadya, Visual Oranye dan Musik 'Katro' 2000-an

Bocoran Album Baru Bernadya, Visual Orange & Musik 'Katro' 2000-an
dok. IDN Times/Rani Asnurida
Intinya sih...
  • Transformasi visual Bernadya dari hitam ke oranye kekuningan yang melambangkan pertumbuhan dan harapan.
  • Bernadya mengusung konsep musik "katro" ala tongkrongan tahun 2000-an dengan nuansa nostalgia yang kental.
  • Proses kreatif album kedua Bernadya dilakukan secara profesional dengan keterlibatan tim profesional, termasuk sesi foto di Jepang.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bernadya siap membawa penyegaran total pada album keduanya yang direncanakan rilis pada Juli 2026 mendatang.

Jika sebelumnya Mama terbiasa melihatnya dalam balutan busana hitam yang melambangkan kesedihan mendalam, kini Bernadya melakukan transformasi besar-besaran. Tidak hanya dari segi visual yang lebih cerah, tetapi juga eksplorasi musik yang unik dan tidak terduga.

Penyanyi lagu 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' ini ingin menunjukkan sisi kedewasaannya dalam bermusik dengan berani keluar dari zona nyaman. Bersama tim JUNI Records, Bernadya merancang sebuah konsep yang menggabungkan estetika masa lalu dengan kegelisahan masa kini.

Bernadya dan Adryanto Pratono (CEO JUNI Records) memberikan bocoran mengenai proses kreatif album ini di press conference pada Kamis (5/2/2026).

Berikut Popmama.com rangkum  bocoran menarik mengenai album kedua Bernadya.

Yuk Ma, intip perubahan dari Bernadya!

1. Meninggalkan era hitam menuju visual oranye kekuningan yang segar

Bocoran Album Baru Bernadya, Visual Orange & Musik 'Katro' 2000-an
Dok. JUNI Records

"Aku ingin di album kedua ini warnanya lebih cerah, jadi kita pakai warna seperti oranye kekuningan dan ada sentuhan hijau juga. Ini pertama kalinya aku mewarnai rambut lagi setelah seumur hidup hanya sekali sebelumnya. Aku merasa butuh sesuatu yang baru untuk mendukung suasana di album ini," cerita Bernadya mengenai perubahan penampilannya.

Transformasi yang paling terlihat adalah perubahan palet warna atau color palette dalam konsep visualnya.

Bernadya mengungkapkan bahwa ia ingin meninggalkan kesan "gelap" yang selama ini melekat padanya. Dalam era baru ini, warna-warna hangat seperti oranye kekuningan hingga hijau menjadi identitas baru yang melambangkan pertumbuhan dan harapan.

2. Mengusung konsep musik "katro" ala tongkrongan tahun 2000-an

Bocoran Album Baru Bernadya, Visual Oranye & Musik 'Katro' 2000-an
Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Salah satu bocoran yang paling mengejutkan adalah pemilihan genre musik yang disebut Bernadya sebagai musik "katro".

Istilah ini Bernadya gunakan untuk menggambarkan musik yang jujur, sederhana, dan memiliki nuansa nostalgia yang kental seperti musik-musik yang populer di awal tahun 2000-an atau sering terdengar di tongkrongan masa itu.

Bernadya menjelaskan proses pencarian identitas suara untuk lagu-lagunya di album kedua.

"Awalnya kami mencari benang merah nostalgia tahun 2000-an yang pas itu seperti apa. Akhirnya aku bilang ke tim, aku ingin musik yang terasa 'katro' atau musik tongkrongan gitu. Musik yang terasa sangat dekat, jujur, dan membawa kembali memori era MTV dulu," ungkap Bernadya.

3. Proses kreatif yang matang dengan keterlibatan tim profesional

Bocoran Album Baru Bernadya, Visual Oranye & Musik 'Katro' 2000-an
Popmama.com/Niko Abdullah Dahuri

Adryanto Pratono selaku CEO JUNI Records menegaskan bahwa meskipun konsepnya terdengar santai atau "katro", proses pengerjaannya dilakukan dengan sangat serius dan profesional.

Untuk pertama kalinya, Bernadya menggunakan jasa vocal director untuk memastikan emosi dalam setiap lirik tersampaikan dengan sempurna, serta melakukan sesi foto khusus di Jepang untuk menangkap estetika yang diinginkan.

Adryanto Pratono menceritakan bagaimana pihak label mendukung visi unik Bernadya ini.

"Mencari benang merah musiknya memang yang paling lama, tetapi kami ingin hasil yang maksimal. Kami bahkan melibatkan tim kreatif lokal di Jepang untuk sesi fotonya agar mendapatkan POV yang berbeda. Kami ingin musik yang Bernadya sebut 'katro' itu tetap dikemas secara estetis dan berkualitas tinggi untuk pendengar," jelas Adryanto Pratono.

Wah, jadi makin nggak sabar menunggu bulan Juli untuk mendengarkan album penuhnya.

Sepertinya Bernadya akan memberikan kejutan yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. Bagaimana menurut Mama, apakah tertarik dengan perubahan visual Bernadya yang kini lebih berwarna?

FAQ Seputar Transformasi dan Produksi Album Kedua Bernadya

Siapa produser di balik single terbaru Bernadya ini?

Bernadya kembali menggandeng Petra Sihombing sebagai produser musik. Petra dipilih karena ia juga yang menggarap lagu penutup di album pertama Bernadya, sehingga ia dianggap paling paham bagaimana menjaga "benang merah" transisi musik Bernadya ke arah yang baru.

Seperti apa detail estetika visual yang diusung dalam era baru ini?

Konsep visualnya mengusung vibes "Sore Hari". Visual ini dirancang agar terlihat seperti foto-foto lama yang terkena paparan sinar matahari sore, seolah memberikan kesan yang hangat, nostalgia, namun tetap terasa segar dan modern.

Mengapa Bernadya meminta elemen musik yang terdengar "katro"?

Permintaan musik "katro" ini sempat membuat produser kebingungan, namun Bernadya sengaja memintanya sebagai bentuk eksperimen baru. Ia ingin musiknya terdengar unik, jujur, dan tidak terlalu "terpoles" sempurna agar terasa lebih dekat dengan pendengarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

Bunga Kelahiran Januari dan Maknanya untuk Pasangan

08 Feb 2026, 20:28 WIBLife