“Jadi kupikir ini film ketawa, nggak tahunya bapak-bapak nebus dosa. Gue tuh ternyata paling enggak bisa melihat aktingnya kak Rifnu senyum tapi sembari nangis. Itu tuh menurut gue scene terpilu yang ada di film ini,” kata Reza Chandika.
Film Suka Duka Tawa, Dinamika Antara Orangtua dan Anak

Film Suka Duka Tawa menggambarkan konflik dan kekhawatiran orangtua terhadap anak, menangkap momen-momen rapuh di dunia nyata.
Penonton merasa film ini sangat menyentuh dan mampu menggambarkan proses menjadi sebuah keluarga secara mendalam.
Banyak penonton yang merasa relate dengan kehidupan di film keluarga ini, karena film ini memperlihatkan suka, duka, dan tawa secara utuh.
Hubungan antara orangtua dan anak kerap kali terasa unik. Ada masa penuh kecanggungan interaksi antara anak dan orangtua yang terkadang menghambat keterbukaan komunikasi. Namun, di balik itu terkadang juga terselip momen-momen “hahaha” dan “huhuhu”.
Dinamika emosional itulah yang dipotret dengan begitu dekat dalam film terbaru persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image, Suka Duka Tawa, yang tayang mulai 8 Januari 2026.
Bagi para perempuan yang menjalani peran sebagai mama atau anak, film Suka Duka Tawa menjadi refleksi tentang bagaimana kita berkomunikasi dan saling memahami di dalam sebuah keluarga. Suka Duka Tawa mengeksplorasi hubungan antara Tawa dan kedua orangtuanya.
Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli, kita diajak untuk mengikuti dinamika Rachel Amanda sebagai Tawa bersama papanya, Keset (Teuku Rifnu Wikana) dan sang mama, Cantik (Marissa Anita). Penasaran dengan kisah dari film ini? Berikut Popmama.com akan membagikan info tentang film Suka Duka Tawa, dinamika antara orangtua dan anak.
1. Perjuangan orangtua dalam memperbaiki hubungannya dengan anak

Bagi mereka yang sudah menonton, menilai film ini berhasil menangkap momen-momen rapuh yang sering kita jumpai di dunia nyata. Konflik antara papa dan anak, atau kekhawatiran seorang mama, disajikan sebagai sebuah drama perjalanan untuk saling memaafkan.
Penyiar radio, MC, dan aktor Reza Chandika menyebut film ini sebagai perjalanan “seorang papa yang menebus dosa,” sebagai metafora bagi banyak orangtua yang berjuang memperbaiki hubungan dengan anak mereka di masa dewasa.
2. Ungkapan yang diberikan penonton ketika sudah menonton filmnya

Sementara itu, salah satu penonton lain, Bella Antika mengungkapkan bagaimana film ini mampu menggambarkan proses menjadi sebuah keluarga secara mendalam.
“Buat aku personal sih ini sangat menyentuh ya, kayak sangat relate banget. Kita bisa ngerasain gimana prosesnya sebuah keluarga gitu,” ujarnya.
Sebagai anak, terkadang sering kali sulit mengungkapkan perasaan secara langsung kepada orangtua, begitupun sebaliknya. Suka Duka Tawa hadir sebagai cara untuk mengeluarkan emosi yang selama ini dipendam. Perpaduan antara komedi dan drama dalam film ini menciptakan efek roller coaster emosi yang sangat nyata.
Fia (@alifiaaaah) menggambarkan pengalamannya menonton film Suka Duka Tawa seperti naik wahana emosi.
“Naik roller coaster ya, naik turun gitu emosinya kebawa dan itu perfect banget,” ucapnya.
3. Banyak yang merasa relate dengan kehidupan di film keluarga ini

Sementara itu, aktris Fita Anggriani menyoroti betapa kuatnya ikatan papa dan anak dalam film ini yang mampu membuat penonton menangis sekaligus tertawa di waktu yang bersamaan. Baginya, sosok Mama dan Papa yang berinteraksi dengan Tawa adalah seperti melihat potongan kehidupan.
Salah satu penonton, yang merupakan seorang mama tunggal dan menonton bersama sang anak menyampaikan, “Yang kita tonton sih sebenarnya ya mirip-mirip sih sama kehidupan kita. Ya seperti itulah kehidupan di Indonesia.”
Sang anak pun menambahkan, tentang betapa dekat cerita Tawa dengan kisah hidupnya.
“Sangat relate sama saya sendiri karena ayah saya juga meninggalkan saya. Pas dia ninggalin Tawa pas masih kecil di flashback-nya, itu rasanya waduh... gimana ya,” ungkap seorang penonton yang merasa dekat dengan karakter Tawa.
Suka Duka Tawa membuktikan tidak ada keluarga yang sempurna, namun selalu ada ruang untuk tertawa bersama di tengah luka dan duka. Film ini benar-benar menyajikan suka, duka, dan tawa secara utuh.
Itulah film Suka Duka Tawa, dinamika antara orangtua dan anak. Tonton film Suka Duka Tawa di bioskop mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia, ya.


















