7 Tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan Pertemanan yang Tidak Sehat

Yuk, kenali ciri-ciri toxic friendship pada lingkungan teman-teman kita!

5 Oktober 2021

7 Tanda Kamu Terjebak dalam Hubungan Pertemanan Tidak Sehat
Freepik

Ada berbagai tipe teman di sekitar kita, misalnya teman kerja, teman berbagi hobi yang sama, teman dari perkumpulan orangtua murid, bahkan teman di media sosial.

Mama bebas berteman dengan siapa saja. Namun ingat, ada beberapa jenis teman yang harus kita jauhi! Bagaimanapun caranya, lebih baik hindari pertemanan yang tidak sehat atau toxic friendship.

Toxic friendship mengacu pada dua orang teman yang tidak saling mendukung dan memberikan kontribusi positif. Oleh karena itu, tidak ada untungnya melibatkan mereka ke dalam kehidupan Mama.

Nah Ma, ingin tahu seperti apa ciri-ciri pertemanan yang tidak sehat? Kali ini Popmama.com telah merangkumnya dari Times of India.

Disimak ya!

1. Menghubungi saat ada butuhnya aja

1. Menghubungi saat ada butuh aja
freepik.com

Teman yang seperti ini biasanya hanya akan menghubungi saat ada butuhnya saja.

Perlu digaris bawahi, dia tidak datang  untuk meminta tolong, melainkan memerintah. Tanpa basa-basi ia akan menyuruh Mama untuk melakukan sesuatu, misalnya seperti, "Apakah kamu sibuk? Tolong jaga kucingku sebentar!" 

Ini mungkin telepon pertama setelah berbulan-bulan kalian tidak bertemu. Setelah diberi bantuan, dia akan berterima kasih dan sangat menghargainya.

Namun, siap-siap teman yang seperti ini akan menghilang lagi dan muncul saat ada maunya saja. 

2. Dia tidak menghormati Mama sebagai temannya

2. Dia tidak menghormati Mama sebagai temannya
Freepik/gpointstudio

Saat berkumpul dengan beberapa teman, pasti ada di antara mereka yang suka bercanda.

Namun, dengan cara yang tidak baik. Ia cenderung mengejek dan megolok-olok teman lainnya untuk jadi bahan tertawaan. Misalnya mengomentari riasan atau gaya busana yang ketinggalan zaman, bahkan yang lebih parah melakukan body shaming.

Apalagi jika Mama yang jadi targetnya, sebaiknya hindari mereka karena perilaku ini sudah mengarah ke tindakan bullying yang bisa memicu masalah psikologis.

Editors' Picks

3. Meminta saran tapi tidak didengarkan

3. Meminta saran tapi tidak didengarkan
Freepik/wayhomestudio

Ada tipe teman yang selalu curhat tentang hal-hal yang menyedihkan saja. Ia akan terus mengeluh kenapa dirinya tidak seberuntung orang lain. Sebagai temannya, Mama mungkin iba dan memberi saran agar masalahnya bisa segera diselesaikan.

Namun, teman yang seperti ini tidak pernah mau mendengarkan saran. Oleh karena itu, ia akan terus kembali mengeluhkan nasibnya, seolah-olah tidak ada seorang pun di dunia ini yang berpihak padanya. Kemudian, siklus ini akan terus berlanjut. 

4. Mereka ingin tahu 'segalanya' tentang kehidupan Mama

4. Mereka ingin tahu 'segalanya' tentang kehidupan Mama
Freepik

Teman yang seperti ini suka menggali informasi sedalam-dalamnya tentang kehidupan pribadi orang lain. Dia sangat manipulatif dan mampu membuat orang di sekitarnya terbuka untuk menceritakan rahasia mereka.

Namun, jangan harap ia bisa menjaga rahasia. Saat berkumpul dengan teman lainnya, rasanya tak lengkap jika tidak ada gosip hangat yang keluar dari mulut mereka. 

5. Gengsi untuk minta maaf saat berbuat salah

5. Gengsi minta maaf saat berbuat salah
Freepik/Shurkin-son

Saat berbuat salah, ia akan bersikap defensif dan berbalik menyerang Mama. Padahal, akan lebih mudah jika mau minta maaf dan mengakui kesalahan. Namun, orang-orang seperti ini sudah dibutakan dengan sifat tinggi hati mereka. 

Dikarenakan gengsi untuk minta maaf, mereka akan mendiamkan Mama untuk waktu yang lama. Hal ini membuat kita merasa bersalah atas kesalahan yang mereka lakukan.

6. Menghilang saat Mama butuh bantuan

6. Menghilang saat Mama butuh bantuan
Freepik/diana.grytsku

Teman yang seperti ini akan menghilang saat Mama sedang tertimpa musibah.

Rasanya sulit untuk menghubunginya ketika Mama benar-benar butuh pertolongan atau hanya sekadar ingin curhat. Sebaliknya, ia hanya akan muncul saat ada maunya saja. 

7. Selalu iri hati saat temannya sedang bahagia

7. Selalu iri hati saat teman sedang bahagia
Freepik/drobotdean

Saat Mama mendapat kabar baik, misalnya suami naik jabatan atau si Kecil mendapat juara kelas, bukannya mengucapkan selamat,dia justru mengatakan hal-hal seperti, "Mungkin kamu sedang beruntung saja!"

Dia tidak bisa memberi ucapan selamat yang tulus, ketika temannya sedang berbahagia. Hal ini karena, dirinya sudah dikuasai dengan sifat iri hati.

Nah Ma, itulah beberapa tanda bahwa Mama terjebak dalam lingkup persahabatan yang tidak sehat. Yuk, kenali ciri-cirinya agar lebih waspada dengan orang di sekitar kita!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.