“Aku bahkan kesulitan menyebutnya ibuku, karena tindakannya bertentangan dengan setiap definisi kemanusiaan tentang bagaimana seharusnya seorang ibu. Ibuku sudah lama terlibat dalam ilmu hitam,” ucap Manohara.
Problematik, 5 Perbuatan Red Flag Mamanya Manohara

- Mamanya percaya pada ilmu hitam dan memaksa Manohara untuk melakukan instruksi yang diberikan oleh dukun atau orang pintar.
- Sang mama menggunakan agama sebagai alat transaksional agar tujuannya bisa tercapai.
- Sang mama mengintimidasi, memanipulasi, hingga mengeksploitasi Manohara.
Kisah tragis yang dialami Manohara Odelia Pinot di masa lalu kembali menjadi sorotan, terutama mengenai peran sang mama, Daisy Fajarina, karena perbuatannya yang red flag.
Alih-alih menjadi pelindung, Daisy diduga menjadi sosok yang menjebloskan Manohara ke dalam pernikahan penuh kekerasan dengan Pangeran Kelantan di usia yang sangat belia.
Perbuatan red flag yang dilakukan Daisy itu terlihat dari pola kontrol yang sangat ketat dan manipulasi terhadap Manohara. Bahkan, Daisy sampai berani mengeksploitasi Manohara demi kepentingannya sendiri tanpa memikirkan perasaan seorang anak.
Hubungan mama dan anak ini seolah terlihat lebih mirip hubungan manajer dan aset daripada sekadar ikatan keluarga yang hangat. Lantas, apa saja perbuatan yang dilakukan Daisy? Berikut Popmama.com akan membagikan fakta perbuatan red flag mamanya Manohara.
Simak faktanya berikut ini!
Deretan Perbuatan Red Flag Mamanya Manohara
1. Sang mama memaksa Manohara ke tempat dukun dan orang pintar sampai trauma

Sebenarnya, Manohara sendiri sulit menyebut Daisy Fajarina sebagai mamanya karena perilaku yang dilakukan olehnya tidak mencerminkan sosok mama sebagaimana mestinya.
Namun, bagian yang paling ‘gong’ ialah sang mama percaya dengan ilmu hitam. Padahal, mamanya sendiri yang mengakui kalau ia Islam.
Bukan tanpa alasan, mamanya sering mengunjungi tempat dukun dan orang pintar untuk menyembuhkan “sesuatu” yang jahat dalam diri Manohara, yang sebenarnya tidak ada sesuatu pun di dalam dirinya.
Manohara sampai dipaksa oleh sang mama untuk melakukan instruksi yang diberikan dukun atau orang pintar di masa lalu. Hal ini tentunya membuat Manohara yang masih di bawah umur mengalami trauma dan membekas hingga sekarang.
“Di Indonesia, ia sering mengunjungi dukun dan orang pintar. Ketika aku masih kecil, ia sering membawaku ke tempat-tempat seperti Sukabumi dan Bogor karena ia percaya aku tidak cukup patuh. Alih-alih melihatku sebagai anak muda dengan pemikirannya sendiri, ia percaya ada sesuatu yang jahat di dalam diriku. Aku dipaksa minum air ritual, mandi dengan minyak, dan menjalani praktik-praktik yang menakutkan dan membingungkan. Pengalaman-pengalaman ini traumatis dan tetap membekas hingga dewasa,” jelas Manohara.
Manohara menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan mamanya tersebut bertentangan dengan nilai-nilai dan ajaran agama Islam. Perilaku mamanya itu murni bentuk pelecehan personal, terutama ilmu hitam di ajaran Islam itu sangat dosa karena termasuk syirik.
“Aku ingin memperjelas satu hal. Ini bukan Islam. Ilmu hitam dilarang dalam Islam. Aku memiliki banyak teman muslim, dan mereka tidak mempraktikkan atau mempercayai apa yang dilakukannya. Ini tentang pelecehan, bukan agama,” tegas Manohara.
2. Sang mama menggunakan agama sebagai alat transaksional

Bagi banyak orang, agama merupakan prinsip kepercayaan manusia terhadap Tuhan. Namun, menurut Manohara, agama di mata mamanya itu berubah menjadi alat agar tujuannya bisa tercapai. Seakan-akan mamanya itu bisa seenaknya “membuang” agama kalau agama yang dianutnya sudah tak lagi memberikan keuntungan.
“Video ini menunjukkan ibu saya dibaptis. Pada saat itu, ia menghabiskan kehidupan sosialnya di sekitar perempuan-perempuan Kristen kaya, dan berpindah agama menguntungkannya di lingkungan tersebut. Inilah mengapa saya mengatakan bahwa agama, seperti hal lainnya, adalah alat baginya,” kata Manohara.
Sepertinya, keyakinan yang dianut oleh mamanya itu hanyalah "topeng" yang bisa diganti-ganti. Tidak ada keyakinan yang benar-benar tertanam di dalam hatinya. Terlihat jelas dengan apa yang dijelaskan Manohara sebelumnya, di mana sang mama mengaku Islam tapi nyatanya malah melakukan perbuatan yang menyekutukan Tuhan.
“Agama diadopsi, dijalankan, dan dibuang tergantung pada apa yang bisa ia peroleh. Tidak ada yang nyata baginya. Semuanya bersifat transaksional. Semuanya adalah alat,” lanjutnya.
3. Sang mama mengintimidasi Manohara dengan akun palsu

Tak berhenti di dunia nyata, sosok mamanya rupanya masih membayangi kehidupan Manohara di media sosial. Bukan menggunakan akun asli, melainkan mamanya diduga membuat akun palsu bernama @aisyah_nadawi untuk mengintimidasi anaknya sendiri.
Akun @aisyah_nadawi memberikan peringatan yang terlihat sebagai ancaman halus kepada Manohara karena telah membongkar aib Pangeran Kelantan ke publik.
Ia memberikan intimidasi psikologis berupa menakut-nakutinya, kalau semua laki-laki tak akan ada yang mau menikahinya karena Manohara secara terang-terangan membuka aib seseorang.
“@manodelia dan kamu harus berhati-hati. Terlalu extreme seperti ini sangat menakutkan bagi laki-laki karena tidak ada yang sempurna di dunia ini kecuali pikiranku saja. Kamu masih mau menikah bukan? Tidak ada laki-laki yang rela aibnya dibuka setelah keadaan menjadi tidak baik. Ini akan menjadi catatan bagi semua orang tentang siapa kamu,” ujar @aisyah_nadawi.
Tak merasa takut, justru Manohara lebih memilih untuk jujur soal keadaannya di masa lalu. Manohara memberikan pernyataan yang seolah menjadi deklarasi pembebasan diri dari manipulasi psikologis oleh mamanya.
“‘Jika kau bicara, kau akan tidak diinginkan’. Itu taktik kontrol lama yang sangat efektif, terutama terhadap perempuan,” ungkap Manohara.
Lebih lanjut, Manohara mengatakan gagasan tentang perempuan yang menyembunyikan kebenaran, sekali pun itu adalah aib, itu merupakan suatu kontrol terhadap perempuan. Manohara juga menegaskan kalau ia tak takut lagi dengan sosok di balik akun tersebut.
“Gagasan bahwa seorang perempuan harus menyembunyikan kebenaran agar layak dicintai bukanlah perlindungan, melainkan kontrol. Aku tidak tertarik pada hubungan yang mengharuskan aku untuk diam. Aku tahu siapa dirimu, ‘Aisyah’ dan aku tidak lagi takut padamu,” lanjut Manohara.
4. Sang mama memanipulasi Manohara dengan akun palsu

Masih beraksi dengan akun palsunya, akun @aisyah_nadawi juga memanipulasi Manohara dengan memberikan pembenaran atas perbuatan sang mama. Akun tersebut mengakui bahwa apa pun yang dilakukan mamanya Manohara itu demi kebaikan Manohara sendiri.
Akun yang dikendalikan oleh sosok yang diduga “mamanya” itu juga menyangkal tuduhan tentang mamanya menjual Manohara, melainkan agar Manohara bisa bahagia dengan laki-laki mapan yang punya status sosial tinggi. Ia bahkan memberikan peringatan bahwa tuduhan tersebut bisa berujung pada masalah hukum karena dianggap sebagai fitnah.
“@manodelia Ibumu tidak menjualmu. Hanya menjodohkan dan mencarikan laki-laki mapan yang bisa menghidupimu seumur hidup. Kalau menjual berarti ada harga. Bisa dibuktikan harga jualmu? Ada buktinya? Kalau tidak, ini bisa menjadi kasus hukum. Fitnah lebih kejam daripada membunuh. Kenapa menjodohkan dengan lelaki mapan dan berstatus sosial tinggi? Karena sejarah ibumu yang menikah dengan lelaki biasa dengan kemampuan ekonomi pas-pasan tidak terulang lagi padamu. Dengan status sosial tinggi orang tidak lagi menganggap remeh dirimu seperti yang pernah terjadi pada ibumu,” kata @aisyah_nadawi.
Akun itu menilai bahwa tindakan mamanya menjodohkan Manohara dengan laki-laki kaya adalah bentuk perlindungan terhadap martabat perempuan. Ia sampai berani menyindir kalau Manohara itu telah menyia-nyiakan keberuntungan yang diinginkan banyak perempuan lain. Padahal, tak semua perempuan, termasuk Manohara, berpikir demikian.
“Tujuan itu mulia, demi martabat kewanitaanmu. Tidak semua orang seberuntung dirimu tapi kamu telah sia-sianya keberuntunganmu. Begitu banyak perempuan di luar sana yang memimpikan kondisi seperti dirimu, tapi apa daya mereka tidak seberuntung dirimu. Kamu dulu memang terlalu muda, tapi ketika di umur ini kamu masih berpikir seperti itu, alangkah naifnya dirimu,” sambungnya.
Agar pembelaan yang dibuatnya bisa terlihat semakin kuat, ia menyatakan apa pun yang dilakukan mamanya Manohara itu semata-mata demi kebahagiaan masa depan anaknya.
“Kamu tidak paham kasih seorang Ibu karena kamu belum menjadi seorang Ibu. Seorang Ibu selalu mencurahkan seluruh hidupnya untuk kebahagiaan anak-anaknya, terutama anak perempuannya dan melakukan apa saja untuk kebahagiaan anak-anaknya,” tutup @aisyah_nadawi.
5. Sang mama mengeksploitasi anaknya sendiri

Mendapati komentar dari akun tersebut, Manohara tak tinggal diam dan berani speak up. Namun, di salah satu pernyataannya ada pengakuan dari Manohara sendiri, di mana ia juga mengalami eksploitasi oleh sang mama. Ia mengungkapkan bahwa eksploitasi itu dialaminya saat masih usia remaja.
“Mengenai bukti ‘dijual’, buktinya banyak. Saya dijual demi keuntungan materi, sebuah apartemen di SCBD dan sebuah mobil. Staf apartemen tersebut menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak naik ke unit untuk menemui pria yang telah abuse saya. Ini hanyalah satu contoh. Masih banyak lagi,” jelas Manohara.
6. Manohara memutus kontak dengan sang mama

Manohara sempat menjelaskan bahwa dirinya dan mamanya itu sudah putus kontak. Ia secara sadar dan sengaja mengambil kendali untuk menghentikan hubungannya dengan sang mama.
Walau di publik mereka terlihat sangat dekat, Manohara tidak merasa begitu. Justru kedekatan antara keduanya itu hanya untuk menjaga citra yang dibuat mamanya agar tetap terlihat harmonis.
“Catatan tambahan. Saya tidak kehilangan kontak, saya memutuskan kontak. Kami tidak pernah benar-benar dekat, meskipun mungkin tampak seperti itu di depan umum. Mempertahankan penampilan kedekatan sangat penting baginya, dan itu adalah sesuatu yang diharapkan dari kami untuk membuatnya terlihat baik. Citra itu berfungsi sebagai bentuk kontrol,” ungkap Manohara.
Sebagai anak remaja saat di masa tersebut, Manohara mengakui mengalami pelecehan, baik secara emosional, psikologis, hingga fisik. Selain itu, Manohara mengalami eksploitasi sampai dipaksa masuk ke dalam situasi berbahaya.
“Secara pribadi, saya tumbuh dengan pelecehan emosional dan psikologis jangka panjang, dan terkadang pelecehan fisik. Saya berulang kali dimanipulasi dan dimanfaatkan. Sebagai seorang remaja, saya dipaksa masuk ke dalam situasi yang sayangnya terkenal dan berbahaya yang sebagian besar dari Anda ketahui dengan orang lain untuk keuntungannya sendiri. Itu bukanlah sesuatu yang saya pilih atau setujui, dan itu menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan,” bebernya.
Ketika dirinya memutuskan untuk putus kontak dengan mamanya, hal itu tak terjadi secara instan. Pada akhirnya, Manohara merasa cukup kuat untuk berdiri sendiri.
“Memutuskan kontak tidak berasal dari satu kesadaran tunggal. Itu terjadi secara bertahap selama bertahun-tahun. Seiring bertambahnya usia, semakin mandiri, dan semakin tidak takut, kendalinya atas saya berhenti berfungsi. Akhirnya, saya tidak lagi takut padanya,” pungkasnya.
Itulah fakta perbuatan red flag mamanya Manohara. Melihat kisah perlakuan sang mama terhadap Manohara bisa menjadi pelajaran penting bagi para orangtua untuk lebih menghargai otonomi setiap anak.
Semoga Manohara dapat terus melangkah maju dan menemukan kedamaian yang sempat terenggut darinya. Semangat, Manohara!
FAQ Seputar Hubungan Daisy Fajarina dan Manohara Odelia Pinot
| Siapa itu Daisy Fajarina? | Daisy Fajarina merupakan mama kandung dari Manohara Odelia Pinot. Ia lahir pada 17 Desember 1965. |
| Apa konflik yang dialami Manohara Odelia Pinot dengan Daisy Fajarina? | Manohara mengungkap trauma pelecehan secara emosional, psikologis, fisik, dan manipulasi sejak remaja, termasuk dipaksa ke situasi berbahaya seperti pernikahan demi keuntungan Daisy. Manohara juga menyatakan Daisy terlibat ilmu hitam, ritual dukun, dan citra palsu kedekatan untuk kontrol publik. |
| Apa yang membuat Manohara Odelia Pinot memutus kontak dengan Daisy Fajarina? | Manohara memutus kontak dengan Daisy Fajarina karena merasa dilecehkan serta dieksploitasi. |


















