- Gunakan kompres hangat: untuk membantu meredakan peradangan dan membuka pori secara alami.
- Aplikasikan obat jerawat: dengan kandungan salicylic acid atau benzoyl peroxide sesuai kebutuhan.
- Gunakan pimple patch: untuk menyerap cairan jerawat dan mencegah tangan menyentuhnya.
- Cuci wajah secara rutin: lakukan dengan pembersih lembut dua kali sehari.
- Jangan menyentuh wajah: hindari hal ini jika tangan belum bersih.
- Pilih produk non-komedogenik: agar pori tidak tersumbat.
- Konsultasi ke dokter kulit: jika jerawat meradang atau tidak membaik.
7 Bahaya Memencet Jerawat, Bisa Membuat Kulit Wajah Makin Rusak

- Memencet jerawat bisa membuatnya semakin meradang, nyeri, dan membengkak karena tekanan berlebih.
- Jerawat yang dipencet dapat menyebabkan infeksi dan memerlukan perawatan medis jika bakteri menyebar lebih dalam.
- Kebiasaan memencet jerawat sering kali membuat jerawat baru muncul di area wajah lain.
Mama, jerawat memang sering datang di waktu yang tidak tepat dan refleks ingin memencetnya supaya mengecil.
Padahal, memencet jerawat justru bisa menimbulkan masalah kulit yang lebih serius, mulai dari peradangan, infeksi, hingga bekas permanen yang sulit dihilangkan.
Kebiasaan ini bahkan dapat memperpanjang proses penyembuhan jerawat itu sendiri. Karena itu, sebelum Mama kembali tergoda untuk memencet jerawat, penting untuk memahami risiko yang mengintai kesehatan kulit wajah.
Berikut Popmama.com akan membahas 7 bahaya memencet jerawat bagi wajah, melansir dari Altitude Dermatology. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Membuat jerawat semakin parah

Memencet jerawat bisa memberikan tekanan berlebih pada kulit dan jaring dan di sekitarnya. Melainkan bukan mengeluarkan kotoran sepenuhnya, tekanan ini justru mendorong isi jerawat masuk lebih dalam ke lapisan kulit.
Melansir dari Altitude Dermatology, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan yang lebih luas sehingga jerawat tampak semakin merah, nyeri, dan membengkak. Jerawat yang seharusnya mengecil justru berubah menjadi lebih besar dan sulit disembuhkan karena respons inflamasi kulit meningkat.
2. Menyebabkan infeksi wajah

Kulit wajah merupakan pelindung alami tubuh. Saat Mama memencet jerawat, lapisan pelindung ini bisa robek dan membuat luka terbuka sehingga bakteri dari tangan, kuku, atau permukaan kulit dapat masuk dengan mudah.
Selain itu, infeksi akibat jerawat yang dipencet dapat menyebabkan jerawat bernanah, nyeri berlebih, bahkan memerlukan perawatan medis jika bakteri menyebar lebih dalam ke jaringan kulit.
3. Menyebabkan penyebaran jerawat ke area wajah lain

Jerawat mengandung bakteri dan sel kulit mati. Ketika jerawat dipencet, bakteri tersebut dapat menyebar ke pori-pori di sekitarnya.
Melansir dari TWSSC, kebiasaan memencet atau mengorek jerawat sering kali membuat jerawat baru muncul di area wajah lain. Inilah alasan mengapa satu jerawat yang dipencet justru diikuti oleh kemunculan jerawat-jerawat baru.
4. Meninggalkan bekas luka

Salah satu dampak jangka panjang yang paling sering terjadi adalah terbentuknya bekas jerawat. Tekanan berlebih saat memencet bisa merusak jaringan kulit sehat.
Menurut Altitude Dermatology, kerusakan ini dapat meninggalkan bekas berupa cekungan atau noda kehitaman yang bertahan lama. Bekas tersebut seringkali jauh lebih sulit diatasi dibandingkan jerawat aktif itu sendiri.
5. Memperlambat proses penyembuhan kulit

Jerawat memiliki siklus penyembuhan alami. Namun, saat Mama memencetnya, proses tersebut terganggu karena kulit harus memperbaiki luka tambahan akibat tekanan.
Mengutip dari Altitude Dermatology, jerawat yang dipencet dapat bertahan lebih lama dibandingkan jerawat yang dibiarkan sembuh secara alami, karena kulit memerlukan waktu ekstra untuk memperbaiki jaringan yang rusak.
6. Berisiko berbahaya pada wajah

Area wajah yang meliputi hidung hingga bibir atas dikenal sebagai danger triangle. Area ini memiliki hubungan langsung dengan pembuluh darah menuju otak.
Melansir dari Altitude Dermatology, infeksi yang terjadi di area ini, meskipun jarang, berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika bakteri menyebar melalui aliran darah. Inilah alasan dokter sangat menyarankan untuk tidak memencet jerawat di area tersebut.
7. Menyebabkan hiperpigmentasi

Selain bekas luka, memencet jerawat juga dapat memicu hiperpigmentasi pasca peradangan. Kulit yang mengalami trauma akan memproduksi pigmen berlebih sebagai respons perlindungan.
Mengutip dari TWSSC, perubahan warna kulit ini bisa bertahan berbulan-bulan, terutama pada kulit yang sensitif atau mudah meninggalkan noda gelap.
Tips Menjaga Kulit Berjerawat

Inilah 7 bahaya memencet jerawat wajah, meskipun terasa seperti solusi cepat namun berisiko pada kesehatan kulit wajah Mama.
Mulai dari peradangan, infeksi, hingga bekas yang sulit dihilangkan, semua bisa terjadi akibat kebiasaan ini. Karena itu, dengan perawatan yang tepat kulit wajah dapat pulih secara alami dan tetap terjaga kesehatannya.










![[FOLAGO PRO] WESTLIFE-MEDIA-3.png](https://image.popmama.com/post/20260211/upload_ef7b3a5a4257aedb1fafe21b28154807_d5685b86-c638-4600-9094-0821126797b6.png)







