Untuk menghindari hal tersebut, maka hal terpenting yang perlu dimiliki oleh setiap pasangan adalah komitmen.
Lalu, apakah komitmen saja sudah cukup? Perhatikan juga hal berikut jika hal yang tidak diinginkan terjadi pada rumah tanggamu!
- Fokus pada diri sendiri dan anak-anak
Tidak perlu menghabiskan waktu memikirkan bagaimana mengontrol atau mengubah sikap pasangan yang mengalami hal tersebut.
Cari kesibukan baru yang membuatmu tidak harus selalu berhubungan dengan pasangan.
Jika suasana di rumah memanas dan tidak kondusif, sebaiknya lakukanlah hobi atau kegiatan lainnya di luar rumah, seperti bermain badminton dengan teman, aktif di organisasi, ikut kegiatan kerohanian atau menjadi sukarelawan dalam kegiatan sosial.
Ajak juga anak-anak untuk turut serta. Jangan biarkan anak-anak menjadi korban pelampiasan emosi pasangan yang sedang mengalami fase MLC.
- Buat batasan yang jelas dengan pasangan
Jika pasangan punya affair dengan orang lain, katakan terus terang bahwa kamu tahu soal affair-nya namun kamu tidak ingin tahu detilnya dan apapun yang berhubungan dengan orang ketiga tersebut.
Jauhkan dirimu dari hubungan cinta segitiga yang akan membuat konflik semakin keruh. Biarkan pasangan menyelesaikannya sendiri.
- Kendalikan amarah atau emosi negatif dengan cara yang sehat
Jika amarah sedang memuncak, pergilah keluar rumah atau bergabunglah dengan kelas kick boxing atau apapun yang dapat menyalurkan emosi negatifmu.
Tidak ada gunanya untuk beradu argumen dengan suara tinggi, menangis meraung-raung, menyalahkan pasangan dan lain sebagainya.
Orang yang sedang mengalami fase MLC tidak akan mengerti dan tidak bisa menerima pembelaan dirimu.
- Jangan melakukan gencatan senjata dengan pasangan
Meskipun awalnya kamu dan pasangan terkenal sangat mesra dan selalu membahas masalah secara terbuka, namun pada saat fase MLC terjadi, maka semua hal akan berubah 180 derajat.
Pasanganmu tidak akan tertarik untuk membahas apa yang sedang ia alami saat ini. Kamu juga akan dipandang sebagai orang yang menjadi sumber masalahnya.
Semakin kamu berusaha untuk berdamai, ia akan semakin menjauh dan menutup diri atau bahkan semakin benci padamu. Semuanya akan menjadi super misterius!
Meskipun begitu, kamu perlu membiarkan semuanya berjalan secara alami. Pasangan akan mulai menyapamu jika ia sendiri merasa sudah siap untuk bicara dan kembali berinteraksi denganmu.
Ingat, semua akan indah pada waktunya.
Jika pasangan larut atau tenggelam terlalu jauh dalam fase MLC, seperti menjadi semakin terikat pada orang ketiga (jika ada affair), menghambur-hamburkan uang tanpa pertimbangan, atau bahkan menjadi abusive, maka kamu berhak untuk memilih yang terbaik bagi dirimu sendiri.
Keputusan ada di tanganmu, apakah tetap ingin bertahan atau melepaskannya dan memulai hidup baru. Pikirkan dan pertimbangkan baik-baik sebelum mengambil keputusan.