5 Tipe Selingkuh yang Paling Sering Terjadi

Perselingkuhan bisa membuat hubungan putus dan memberikan efek traumatis yang amat menyakitkan

25 Oktober 2021

5 Tipe Selingkuh Paling Sering Terjadi
Pexels/Ron-lach

Perselingkuhan menjadi sebuah masalah serius yang kerap mengganggu hubungan percintaan, bahkan pernikahan. Perselingkuhan bisa membuat pasangan suami istri berpisah dan memberikan efek traumatis yang amat menyakitkan. 

Perlu diketahui bawa perselingkuhan umumnya memiliki dua tujuan. Pertama, perselingkuhan untuk mengakhiri hubungan secara instan, tanpa mengatasi masalah yang sedang terjadi dalam hubungan tersebut. 

Kedua, perselingkuhan untuk memenuhi kebutuhan emosional dan fisik yang tidak didapatkan dari pasangan. Tujuan perselingkuhan ini umumnya tidak ingin berpisah dari pasangan, namun tetap ingin berhubungan dengan orang lain. 

Meski hanya memiliki dua tujuan, perselingkuhan sebenarnya tidak sesederhana pasangan berhubungan dengan orang lain atau sekedar ingin mengakhiri hubungan percintaan. Perselingkuhan memiliki banyak tipe, meski sama-sama berpotensi merusak hubungan dan memberikan efek emosional yang amat menyakitkan. 

Nah Ma, kali ini Popmama.com akan membahas lima tipe selingkuh yang sering terjadi dalam hubungan percintaan. 

1. Perselingkuhan fisik

1. Perselingkuhan fisik
Pexels/Jonathanborba

Perselingkuhan fisik memiliki arti seseorang berhubungan intim dengan orang lain selain pasangannya. Perselingkuhan fisik yang umum terjadi ini memiliki tujuan memenuhi hasrat seksual dan emosional. 

Laki-laki umumnya memandang perselingkuhan fisik hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan fisik atau nafsu semata. Di sisi lain, perempuan menganggap perselingkuhan fisik menjadi awal mula pemenuhan dari sisi emosional.

Itulah sebabnya, efek perselingkuhan fisik tentu berbeda-beda pada setiap individu. 

Editors' Picks

2. Perselingkuhan emosi

2. Perselingkuhan emosi
Pexels/Ron-lach

Berbeda dengan tipe perselingkuhan sebelumnya, perselingkuhan tipe kedua ini lebih melibatkan emosi dibanding keintiman fisik. Perselingkuhan emosi umumnya diawali dengan pertemanan biasa. Nantinya, para pelaku perselingkuhan akan melibatkan emosi untuk berbagi mimpi, pemikiran, hingga menimbulkan kedekatan emosional lebih dari teman. 

Dalam beberapa kondisi, selingkuh emosional lebih merusak suatu hubungan percintaan dibanding selingkuh fisik. Pasalnya, para pelaku perselingkuhan tidak menyadari jika mereka telah selingkuh. 

Mereka umumnya hanya merasa nyaman dengan pasangan selingkuhannya, namun tidak berani memutuskan pasangan aslinya. Di sisi lain, hati si pelaku mungkin sudah tidak mencintai pasangan aslinya lagi. 

Itulah sebabnya, korban perselingkuhan emosi lebih trauma menjalin hubungan baru. Mereka tidak percaya pada pasangan barunya karena khawatir dikhianati oleh hubungan yang diawali dengan pertemanan.

3. Perselingkuhan online

3. Perselingkuhan online
Pexels/Rodnae-prod

Sesuai namanya, perselingkuhan online terjadi melalui internet. Pelaku perselingkuhan melibatkan aplikasi kencan online atau media sosial untuk menggoda orang lain atau mencari pasangan baru. 

Perselingkuhan online umumnya sulit diketahui karena para pelaku berusaha melarang pasangannya untuk mengakses ponselnya. Para pelaku beralasan ponsel termasuk ranah pribadi yang tidak boleh diakses oleh siapa pun.

Padahal, mereka sedang mengelabui pasangannya dan menyembunyikan perselingkuhannya. 

4. Perselingkuhan pesan teks

4. Perselingkuhan pesan teks
Pexels/Rodnae-prod

Hampir sama dengan perselingkuhan online, perselingkuhan pesan teks juga dilakukan menggunakan ponsel. Mereka akan mengirimkan pesan-pesan atau gambar seksual untuk menggoda orang lain dan mengajak bertemu. 

Perselingkuhan pesan teks juga bisa dilakukan antar teman atau rekan kerja. Mereka akan mengirimkan pesan-pesan sederhana seperti menanyakan kabar dan aktivitas sehari-hari untuk merebut hati dan perhatian satu sama lain.

Perselingkuhan jenis ini juga sulit diungkap karena hanya bisa diakses melalui ponsel pelaku perselingkuhan. 

5. Perselingkuhan balas dendam

5. Perselingkuhan balas dendam
Pexels/Rodnae-prod

Perselingkuhan balas dendam memang termasuk jarang terjadi, namun bukan berarti tidak bisa merusak hubungan. Selingkuh balas dendam dilakukan karena telah diselingkuhi terlebih dahulu. 

Perselingkuhan ini murni ungkapan rasa marah dan bentuk balas dendam terhadap pasangan yang telah selingkuh terlebih dahulu. Tujuannya, yakni ingin membuat pasangan merasa bersalah dan mendapatkan permintaan maaf. Perselingkuhan jenis bisa menyebabkan hubungan putus tanpa mendapatkan permintaan maaf dari pasangan. 

Perselingkuhan merupakan ide buruk untuk merusak hubungan percintaan dengan melibatkan orang ketiga. Mama sebaiknya menyelesaikan masalah tanpa melakukan perselingkuhan demi mencegah efek traumatis yang menyakitkan. Semoga info mengenai tipe selingkuh bisa bermanfaat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.