- Dewasa dan anak usia >12 tahun: 10 mg sekali sehari
- Anak usia 6–12 tahun: 5 mg dua kali sehari
- Anak usia 2–6 tahun: 2,5 mg dua kali sehari
- Pasien dengan gangguan ginjal: ½ dari dosis yang dianjurkan
12 Daftar Obat Eksim Basah di Apotek, Lengkap Harganya

- Benoson 0.1% Cream: Mengandung kortikosteroid potensi sedang, membantu meredakan gejala eksim basah.
- Dermacoid Cream 10 gr: Mengandung kortikosteroid ringan hingga sedang, digunakan untuk meredakan berbagai kelainan kulit.
- Elocon 0.1% Cream 5 g: Krim kortikosteroid dengan potensi cukup kuat, membantu meredakan gejala eksim basah seperti kemerahan dan gatal hebat.
Eksim basah kerap menimbulkan rasa tidak nyaman karena ditandai kulit kemerahan, gatal hebat, hingga cairan yang keluar. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi peradangan kulit ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kabar baiknya, tersedia berbagai obat eksim basah di apotek yang dapat membantu meredakan keluhan, mulai dari krim kortikosteroid, antihistamin untuk mengurangi gatal, hingga antibiotik bila terjadi infeksi.
Sebagai panduan, Popmama.com merangkum 12 obat eksim basah di apotek yang umum diresepkan. Daftar ini mencakup obat oles dan obat minum lengkap dengan manfaat, dosis, efek samping, serta kisaran harga.
Bagi Mama yang lebih nyaman menggunakan obat eksim basah dalam bentuk salep, pilihannya pun cukup beragam. Di bawah ini, Mama bisa menemukan beberapa salep yang kerap direkomendasikan:
1. Benoson 0.1% Cream 5

Benoson 0,1% Cream merupakan obat oles yang mengandung kortikosteroid potensi sedang. Obat ini sering digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit kulit yang disertai peradangan, termasuk eksim dan dermatitis.
Komposisi: Betametason (valerat) 0,1%
Manfaat: Membantu meredakan gejala eksim basah, seperti kemerahan, pembengkakan, rasa gatal, serta peradangan pada kulit yang mengeluarkan cairan.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Umumnya, Benoson dioleskan tipis pada area kulit yang mengalami kelainan sebanyak 2–3 kali sehari.
Efek samping: Reaksi alergi atau hipersensitivitas, rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis, hipertrikosis (pertumbuhan rambut berlebih), erupsi menyerupai jerawat, hipopigmentasi, dermatitis perioral, hingga dermatitis kontak alergi.
Harga: Sekitar Rp19.900 per tube.
2. Dermacoid Cream 10 gr

Dermacoid Cream merupakan obat oles yang mengandung kortikosteroid ringan hingga sedang, sehingga sering diresepkan dokter untuk mengatasi berbagai gangguan kulit yang disertai peradangan dan rasa gatal.
Komposisi: Hydrocortisone 17-butyrate
Manfaat: untuk membantu meredakan berbagai kelainan kulit, seperti eksema, peradangan atau alergi kulit, dermatitis atopik, dermatitis kontak, neurodermatitis, intertrigo, dermatitis akibat paparan sinar matahari (dermatitis solaris).
Dosis: Dermacoid Cream harus digunakan sesuai resep dokter. Oleskan krim secukupnya pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–4 kali sehari, sesuai anjuran tenaga medis.
Efek samping: hal yang dapat muncul meliputi penipisan kulit, lesi, dermatitis perioral, folikulitis, rasa gatal, perubahan warna kulit, serta gangguan fungsi hormon HPA, terutama bila digunakan jangka panjang atau lebih dari 2 minggu.
Harga: Sekitar Rp97.200 per tube.
3. Elocon 0.1% Cream 5 g

Elocon merupakan krim kortikosteroid dengan potensi cukup kuat yang mengandung mometasone furoate. Obat ini digunakan untuk mengatasi peradangan kulit yang berat dan tidak membaik dengan kortikosteroid ringan.
Komposisi: Mometasone furoate 0.1%
Manfaat: Membantu meredakan gejala eksim basah seperti kemerahan, gatal hebat, pembengkakan, serta peradangan pada kulit yang mengeluarkan cairan.
Dosis: Harus sesuai petunjuk dokter. Umumnya dioleskan tipis 1 kali sehari pada area kulit yang bermasalah.
Efek samping: Rasa terbakar, pruritus, parestesia, serta atrofi kulit jika digunakan dalam jangka panjang.
Harga: Sekitar Rp95.900 per tube.
4. Hydrocortison Kalbe 1% 5g

Hydrocortison Kalbe 1% merupakan krim kortikosteroid ringan yang umum digunakan sebagai obat oles anti alergi dan untuk meredakan kemerahan pada kulit.
Komposisi: Hydrocortison 1%
Manfaat: Meredakan rasa gatal yang mengganggu, mengurangi kemerahan, serta membantu mengontrol peradangan pada kulit yang lembap atau berair.
Dosis: Penggunaan harus sesuai dengan resep atau anjuran dokter. Umumnya krim dioleskan tipis pada area kulit yang sakit atau gatal sebanyak 3–4 kali sehari.
Efek samping: Jika digunakan dalam jangka panjang dan terus-menerus, dapat terjadi penipisan kulit akibat hilangnya jaringan kolagen. Efek samping lain meliputi gatal, folikulitis, hipertrikosis, erupsi menyerupai jerawat.
Harga: Sekitar Rp 7.946 per tube.
5. Kloderma 0.05% Cream

Kloderma Cream merupakan obat oles dengan kandungan kortikosteroid potensi sangat kuat yang digunakan untuk mengatasi peradangan kulit berat.
Komposisi: Clobetasol 0,05%
Manfaat: Krim ini membantu menghentikan proses inflamasi agar tidak meluas, meredakan gatal yang intens, serta mengurangi ruam merah dan pembengkakan yang membuat kulit terasa nyeri.
Dosis: Penggunaan harus sesuai resep dokter. Umumnya krim dioleskan tipis pada area kulit yang sakit sebanyak 1–2 kali sehari, dengan dosis maksimal 2 gram per hari.
Efek samping: Efek samping yang dapat terjadi meliputi hipopigmentasi, pelebaran pembuluh darah, stretch marks, serta reaksi hipersensitivitas, terutama bila digunakan terlalu lama atau tidak sesuai anjuran.
Harga: sekitar Rp43.500 per tube.
6. Topcort Cream 10 g

Topcort Cream merupakan obat oles yang mengandung kortikosteroid potensi sedang hingga kuat, yaitu desoximetasone. Obat ini digunakan untuk mengatasi peradangan dan rasa gatal pada berbagai kondisi kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.
Komposisi: Per gram krim mengandung Desoximetasone 2,5 mg
Manfaat: Krim ini bekerja meredakan gatal yang mengganggu, mengurangi kemerahan, serta membantu mengontrol peradangan agar tidak menyebar ke area kulit lain.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Umumnya Topcort Cream dioleskan tipis pada area kulit yang sakit sebanyak 2 kali sehari.
Efek samping: Efek samping yang mungkin terjadi meliputi rasa terbakar, gatal, kulit menjadi kering, folikulitis, serta hipertrikosis, terutama bila digunakan dalam jangka panjang.
Harga: Sekitar Rp34.400 - Rp35.100 per tube.
7. Triamcinolone Acetonide 0.1% Cream 5 g

Triamcinolone Acetonide merupakan obat oles dari golongan kortikosteroid topikal yang digunakan untuk mengatasi berbagai keluhan kulit akibat peradangan dan reaksi alergi. Obat ini bekerja dengan menekan proses inflamasi dari dalam, sehingga pembengkakan dan kemerahan pada kulit dapat berkurang.
Komposisi: Triamcinolone Acetonide 1.0 mg
Manfaat: Pada eksim basah, Triamcinolone Acetonide membantu menghentikan reaksi peradangan yang membuat kulit terus mengeluarkan cairan.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter. Umumnya dioleskan tipis pada area kulit yang bermasalah sebanyak 2–3 kali sehari.
Efek samping: Efek samping yang mungkin muncul antara lain rasa panas atau sensasi terbakar ringan pada kulit setelah pemakaian.
Harga: Rp16.000 - Rp31.900 per tube.
Tak hanya dalam bentuk salep, bagi Mama yang lebih memilih obat diminum langsung, tersedia pula beberapa pilihan:
8. Cetirizine 10 mg 10 Tablet

Cetirizine adalah obat antihistamin yang mengandung Cetirizine HCl. Obat ini kerap digunakan untuk membantu meredakan gejala alergi, termasuk keluhan gatal pada kulit yang sering menyertai eksim.
Komposisi: Cetirizine HCl 10 mg
Manfaat: Membantu meredakan gatal akibat reaksi alergi yang sering muncul pada penderita eksim, sehingga kulit terasa lebih nyaman dan tidak mudah iritasi.
Dosis:
Efek samping: Beberapa efek samping yang mungkin terjadi antara lain pusing, sakit kepala, kelelahan, mulut kering, mual, muntah, diare, sakit perut, hingga takikardia. Pada kasus tertentu dapat muncul kejang atau gelisah.
Harga: Rp6.700 per strip.
9. Clinidac 150 mg 10 Kapsul

Clindamycin termasuk antibiotik golongan lincosamida yang digunakan untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, terutama infeksi kulit. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri.
Komposisi: Clindamycin 150 mg
Manfaat: Membantu mengatasi infeksi bakteri sekunder pada kulit penderita eksim, sehingga peradangan dan keluhan kulit tidak semakin memburuk.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
Dewasa:
- Infeksi ringan–sedang: 150–300 mg, 4 kali sehari
- Infeksi berat: 300–450 mg, 4 kali sehari
Anak-anak:
- Infeksi ringan–sedang: 8–16 mg/kgBB/hari, dibagi 3–4 dosis
- Infeksi berat: 16–20 mg/kgBB/hari, dibagi 3–4 dosis
Efek samping: Gangguan pencernaan.
Harga: Rp45.000 - Rp53.500 per strip.
10. Dexteem Plus 10 Tablet

Obat ini adalah kombinasi kortikosteroid dexamethasone dan antihistamin dexchlorpheniramine, yang memiliki efek antiinflamasi dan antialergi. Dexteem Plus kerap diresepkan untuk menangani berbagai kondisi alergi dan peradangan, termasuk gatal-gatal pada kulit dan dermatitis seperti eksim.
Komposisi: Dexamethasone 0.5 mg, Dexchlorpheniramine maleate 2 mg
Manfaat: Membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal pada eksim akibat reaksi alergi, khususnya pada kondisi eksim yang cukup berat dan memerlukan terapi kortikosteroid oral.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
- Dewasa dan anak usia >12 tahun: dosis awal 1 tablet setiap 4–6 jam sehari, diminum sesudah makan atau sebelum tidur.
Efek samping: Retensi cairan Hidung tersumbat Anafilaksis Bradikardia Jerawat Dermatitis alergi Hiperglikemia Distensi abdomen Kelemahan otot Kejang
Harga: Rp5.800 per strip.
11. Heptasan 4 mg 10 Tablet

Heptasan 4 mg merupakan obat antihistamin generasi pertama yang mengandung Cyproheptadine HCl. Obat ini digunakan untuk mengatasi berbagai jenis alergi dengan cara menghambat kerja histamin, yaitu zat dalam tubuh yang memicu reaksi alergi seperti gatal, kemerahan, dan pembengkakan pada kulit.
Komposisi: Cyproheptadine HCl 4 mg
Manfaat: Membantu mengurangi gatal akibat reaksi alergi pada eksim, khususnya pada kondisi gatal berat yang sulit dikendalikan dengan antihistamin generasi baru.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
- Dewasa: 1–5 tablet per hari
- Dosis disesuaikan dengan kondisi pasien dan tidak boleh melebihi 0,5 mg/kgBB/hari atau maksimal 32 mg per hari.
Efek samping: Rasa kantuk, mulut kering. Gangguan koordinasi, eksitasi, gelisah, histeri, insomnia, konvulsi, halusinasi. Mual, muntah, diare, retensi urin, konstipasi. Sakit kepala, anoreksia, gangguan penglihatan.
Harga: Rp5.900 - Rp6.200 per strip.
12. Talion 10 mg 10 Tablet

Talion merupakan obat antihistamin yang mengandung Bepotastine besilate. Obat ini digunakan untuk membantu meredakan berbagai gejala alergi, seperti gatal-gatal pada kulit.
Komposisi: Bepotastine besilate 10 mg
Manfaat: Membantu meredakan gatal dan ketidaknyamanan pada eksim yang berkaitan dengan reaksi alergi.
Dosis: Penggunaan obat ini harus sesuai dengan petunjuk dokter.
- Dewasa: 10 mg, 2 kali sehari
Efek samping: Beberapa efek samping yang mungkin terjadi meliputi rasa mengantuk, rasa haus, nyeri lambung, diare, kelelahan, mual, dan muntah.
Harga: Rp37.600 per strip.
Nah, itu dia berbagai pilihan obat eksim basah di apotek yang bisa Mama pertimbangkan sesuai kebutuhan. Ingat, setiap kondisi kulit bisa berbeda, jadi penting untuk menggunakan obat sesuai anjuran dan tidak sembarangan.


















